Hobi Koleksi Diecast Militer

Hobi diecast barangkali telah cukup lama dikenal di Indonesia. Penggemarnya ada mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Dari mulai model mobil sampai kapal terbang, dari mulai yang klasik hingga modern, semua  mempunyai pangsa pasarnya tersendiri. Mulai dari yang harganya paling murah hingga puluhan juta rupiah.

Panzer V Panther – Salah satu koleks diecast militer pertama saya

Saya sendiri walaupun belum menjadi profesional kelektor tapi cukup mempunyai koleksi diecast. Dan koleksi diecast yang saya kumpulkan adalah diecast dengan jenis militer. Lebih spesifik lagi militer Perang Dunia ke Dua, mulai dari panzer, pesawat terbang, dan saya harap nantinya juga kapal perang. Mengapa diecast militer yang saya kumpulkan dan bukan diecast mobil hot wheels seperti yang biasa orang kumpulkan?

Well, jika anda pernah mengunjungi blog saya sebelumnya, anda barangkali tahu jawabannya. Saya memang penggemar berat sejarah militer, khususnya Perang Dunia 2. Perang itu saya anggap mempunyai tingkat kompleksitas yang tinggi dan tak ada habisnya jika dipelajari. Tak heran mengapa Perang Dunia 2 bisa dibilang adalah perang yang paling banyak diadaptasi dalam novel, film, maupun dokumenter.

Continue reading →

NAZI dan Indonesia

Saya banyak sekali menulis tentang Perang Dunia ke 2, khususnya sepak terjang NAZI di kancah perng tersebut. Beberapa orang bertanya kepada saya, apa saya seorang simpatisan NAZI? Dan terlebih lagi, apakah saya seorang NAZI?

Saya bukanlah NAZI, dan juga bukan juga seorang simpatisan partai NAZI. Saya mengganggap diri saya sebagai seorang moderat. Baik di dalam pemikiran politik maupun dalam pemikiran religius. Mengapa saya menyinggung religius? Karena religiusitas sekarang ini erat kaitannya dengan pemikiran politik, terutama di Indonesia. Dan kaitan ini akan saya jelaskan di bawah nanti.

NAZI bagi saya adalah sebuah bencana dunia, mereka adalah rezim totaliter yang bergerak di luar batas nalar. Opresi, pembunuhan, pembasmian kelompok ras dan pemikiran politik tertentu, serta perang itu sendiri adalah tragedi. Namun memang, NAZI tidaklah unik. Rezim totalitarian Stalin misalnya atau Mao membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan Hitler. Namun kenyataan bahwa mereka duduk di dewan keamanan tetap PBB membuat cerita itu semacam tidak terlalu santer kita dengar sekarang ini.

Tidak usah jauh-jauh membicarakan tentang rezim totalitarian. Rezim-rezim barat dan dunia bebas lainnya yang mengklaim diri mereka suci-pun tidak luput dari dosa besar. Timur Tengah sekarang tercebur dalam konflik yang berkepanjangan adalah buah dari campur tangan suci kaum demokrat-liberalis. Begitu juga dengan banyak pembunuhan di India, penduduk lokal Amerika Serikat, dan tidak terkecuali di Indonesia.

Continue reading →