5 Energi Listrik Alternatif Untuk Indonesia

Energi Nuklir barangkali menjadi sebuah alternatif yang sangat diimpi-impikan. Namun tren global sekarang ini justru menunjukkan bahwa penggunaan energi nuklir bukan lagi sebuah primadona. Jerman sebagai contoh, telah menutup beberapa reaktor nuklirnya sehingga total penggunaan energi nuklir negara itu sudah berkurang dari 22% di tahun 2010, hanya menjadi 17% di tahun 2011 dan terus berukurang hingga saat ini.

Sebanarnya tanpa energi nuklir, banyak sekali energi-energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Di posting blog ini, mari kita coba beberapa potensi yang mungkin diterapkan di Indonesia:

1. Geothermal

Untuk pembangkit listrik geothermal, Indonesia dibilang boleh berbangga diri karena kita sekarang ini menempati posisi ketiga terbesar di dunia dibawah USA dan Filipina.  Produksi listrik Geothermal Indonesia mencapai 1197 MW pada tahun 2010, sedikit lebih tinggi daripada produksi pada tahun 2007 yaitu 992 MW.

Energi Geothermal

Energi Geothermal

Ada rencana 44 tambahan pembangkit listrik hingga tahun 2025. Sebuah rencana yang cukup ambisius. Jika terwujud, ada 4000 MW lagi tambahan energi untuk Indonesia yang dapat digunakan. Atau kurang lebih 12% dari kebutuhan listrik nasional sekarang ini.

Potensi pembangkit listrik geothermal sangatlah luas di Indonesia. Dari data Pertamina, potensi energi panas bumi di Indonesia mencakup 40% potensi panas bumi dunia, tersebar di 251 lokasi pada 26 propinsi dengan total potensi energi 27.140 MW. Hal itu setara 219 Milyar ekuivalen Barrel minyak, atau setara dengan seluruh kebutuhan energi listrik nasional sekarang ini. Studi itu belum termasuk lokasi-lokasi yang masih berstatus sebagai kandidat potensial energi geothermal.

2. Pembangkit Energi Angin

Pembangkit listrik energi angin barangkali adalah pembangkit listrik yang proses kerjanya cukup simpel. Energi kinetik yang dihasilkan oleh dorongan angin akan diubah menjadi listrik. Jerman saat ini memproduksi 10.1% energi listriknya dari pembangkit listrik energi angin. Dan angka produksinya mencapai 29.000 MW. Yang mencenggangkan adalah, jumlah ini sebenarnya cukup untuk memuhi segala kebutuhan listrik di Indonesia yang hanya 28.000 MW.

Iberdrolas Windfarm - Jerman

Iberdrolas Windfarm – Jerman

Dengan banyaknya garis pantai di Indonesia, pembangkit listrik tenaga angin layak sekali untuk dipertimbangkan. Apalagi iklim di Indonesia yang berpatokan pada siklus muson adalah nilai tambah tersendiri. Itu artinya, angin selalu tersedia selama 365 hari dalam setahun.

Selain pembangkit listrik tenaga angin darat (onshore windfarm) terdapat juga kemungkinan dibuatnya pembangkit listrik tenaga angin di laut (offshore windfarm). Offshore windfarm banyak sekali dibuat di wilayah North Sea (perairan di antara Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda). Studi potensi offshore windfarm di Indonesia memang belum secara luas dilakukan atau malah mungkin belum ada sama sekali. Namun menggingat perairan Indonesia yang luas, atau malah bisa kita katakan sangat tak terbatas. Potensi pembuatan offshore windfarm sangat harus diperhitungkan.

Peta Offshore Windfarm di North Sea

Peta Offshore Windfarm di North Sea

Kelebihan lain dari pembangkit listrik angin adalah biaya produksinya yang murah. Menurut American Wind Energy Assosiation (AWEA), biaya produksi yang dihasilkan (termasuk maintenance) secara rata-rata adalah $50 per MWh atau setara dengan $5 per KWh. Jika dikalkulasikan secara bodoh, maka kebutuhan mintenance untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional yang sebesar 28,000 MW, maka dibutuhkan biaya sebesar $ 1,4 juta, atau 140 milyar rupiah. Sebuah biaya yang murah untuk energi terbarukan yang tanpa polusi. Memang angka itu hanyalah perhitungan bodoh minimal yang barangkali masih memerlukan banyak studi.

3. Pembangkit Energi Sampah

Sampah barangkali menjadi sebuah alternatif yang cukup menjanjikan. Jakarta memproduksi 6700 ton sampah per hari, dan sampah itu hanya teronggok tanpa fungsi. Sampah-sampah ini jika tidak diolah akan menjadi sebuah bom waktu yang bakal mengganggu ekosistem ibukota dan sekitarnya.

Pembangkit Listrik NIB Bertenaga Sampah di Swedia

Pembangkit Listrik NIB Bertenaga Sampah di Swedia

Swedia saat ini menjadi pelopor terdepan dalam pengolahan sampah menjadi energi. Negara itu bahkan mengimpor 700 ribu ton sampah per tahun hanya untuk menjalankan pembangkit listrik mereka. Tercatat hanya hampir 1% sampah yang ditimbun dalam penampungan sampah. Itupun adalah jenis-jenis sampah hijau yang dapat terekstraksi atau sampah yang memang membutuhkan penanganan khusus.

Di Swedia sendiri, konversi sampah menjadi energi listrik bukan tanpa kontroversi. Ada kalangan yang menilai bahwa konversi sampah tersebut tetap menghasilkan efek samping buangan seperti polusi dsb. Namun, study terbaru menyatakan bahwa gas buangan hasil pengolahan sampah tersebut masih dalam batas aman. Dan efek yang dihasilkan jauh lebih baik daripada membiarkan sampah-sampah itu tetap menumpuk di pusat-pusat pembuangan sampah.

Tantang di Indonesia bagi konversi energi semacam ini adalah, pendidikan. Swedia membutuhkan kurang lebih 10 tahun untuk meng-edukasi warganya agar benar-benar mau memisahkan jenis-jenis sampahnya. Jenis sampah yang mampu di daur ulang atau tidak. Budaya semacam ini sampai saat ini masih belum nampak di negeri kita. Atau bahkan budaya membuang sampah pada tempatnya sekalipun masih belum ada.

4. Solarcell atau Pembangkit Listrik Matahari

Indonesia adalah negara yang relatif mendapatkan suplai matahari secara konsisten selama satu tahun. Potensi kekuatan energi matahari Indonesia saat ini adalah 4.8 kWh/m2/day atau lebih dari 1000 GW. Jika kita dapat memafaatkan sedikit saja, maka kita dapat memperoleh energi lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kita.

To match feature CLIMATE-SOLAR/

Peta Potensi Tenaga Matahari Dunia

Mulai tahun 2011, biaya pembuatan pembangkit listrik tenaga surya dengan teknologi Photovoltaic telah turun, bahkan jauh lebih kecil dari biaya produksi pembangkit listrik tenaga nuklir. Harga rata-rata solar cell jatuh dari $3.50/watt ke $2.43/watt. Di beberapa negara bahkan dilaporkan harga sudah menyentuh $2.00/watt.  Untuk skala besar (untuk pembuatan pembangkit listrik yang berdaya tinggi) harga solar cell bisa menyentuh $1.00/watt.

Biaya produksi dan maintenance pembangkit listrik tenaga surya bahkan lebih rendah lagi daripada biaya pembuatannya. Tercatat, rata-rata hanya dibutuhkan $0.15 sampai $0.22/kwh di tahun 2005. Belum ada update data terbaru untuk besaran biaya maintenance ini.

5. Anti Matter

Ada lagi sebuah alternatif unik yang barangkali sedikit out of the box. Di CERN (Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire) atau European Council for Nuclear Research, tengah gencar melakukan penelitian tentang apa itu penyusun atom, sub atomic partikel, quarck, dan yang lebih terkenal lagi adalah God Particle. God Particle atau dalam bahasa ilmiahnya Higgs Boson adalah sebuah partikel yang dapat memberikan masa kepada seluruh partikel lain. Itu artinya, Higgs Boson adalah fundamental utama penyusun atom-atom yang ada sekarang ini.

Large Hidron Collider CERN

Large Hidron Collider CERN

Penilitian terhadap Higgs Boson berjalan dengan baik, namun ia memberikan efek-efek samping lain. Termasuk dimungkikannya tercipta sebuah anti matter. Anti matter adalah material yang sama dengan yang ada di sekitar kita. Hanya saja mempunyai charge yang berlawanan. Jika materi atau matter bertemu dengan antimatter maka akan menimbulkan loncatan daya yang luar biasa. Dengan kata lain, terdapat sebuah ledakan energi.

Reaksi yang dihasilkan oleh tumbukan antara 1 kg matter dan 1kg anti matter menghasilkan 1.8×1017J energi atau setara dengan 43 megaton TNT  atau setara juga dengan 27,000 kg Tsar Bomb. Tsar Bomb adalah bom nuklir terbesar yang pernah dibuat oleh manusia.

Energi sebesar ini jika dibuat dalam bentuk mesin pendorong pesawat luar angkasa akan dapat memotong waktu tempuh antar planet secara signifikan. Jarak antara bumi dan bintang terdekat akan memakan waktu kurang lebih 80,000 tahun jika menggunakan roket konvensional. Tapi dengan energi anti matter, manusia dapat menempuhnya dalam waktu 80 tahun saja. Atau setara dengan kurang lebih 1 umur harapan hidup manusia.

Memang untuk waktu dekat, pembuatan antimatter untuk pembangkit listrik memang terlihat mustahil. Biaya untuk pembuatan antimatter sendiri sangatlah besar. Ilmuwan CERN memperkirakan, biaya pembuatan 10 milligram positron mencapai $250 juta. Atau $25 milyar untuk pembuatan 1 gram antimatter. Untuk saat ini, dengan seluruh uang kekayaannya, Bill Gates hanya dapat mempunyai 2 gram antimatter.

Tapi seiring berjalannya waktu, kemungkinan biaya produksi antimatter akan jauh lebih berkurang. NASA bahkan sudah membuat proposal untuk mengganti roket konvensional mereka dengan energi anti matter. Begitu juga dengan proposal-proposal lain untuk menjadikan anti matter sebagai  sumber energi listrik yang bisa dikatakan nyaris tak terhingga.

Sumber dan kutipan:

3 Comments

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Studi Tenaga Surya, menurut saya tenaga surya merupakan studi yang sangat
    menarik juga banyak hal yang bisa dipelajari di tata surya.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai studi tenaga surya
    yang bisa anda kunjungi di Tenaga Surya

    1. Terimakasih telah berkunjung, memang tenaga surya adalah salah satu alternatif yang bersih dan efisien. Indonesia seharusnya mampu lebih banyak memproduksi energi semacam ini…

Leave a Reply