Apa Itu Blitzkrieg?

Blitzkrieg dikenal sebagai sebuah doktrin militer yang diadopsi oleh Jerman ketika Perang Dunia ke 2 berlangsung. Doktrin itu berfokus pada mobilitas pasukan yang ditunjang oleh infantri bermotor, tank, dan pesawat terbang sehingga dihasilkan sebuah perang yang dinamis.

Blitzkrieg 001

Pasukan diharapkan dapat menusuk jauh ke dalam pertahanan lawan dan menghancurkan garis lini pertahanan dari belakang, atau setidaknya memutus rantai suplai pasukan sehingga pasukan di garis depan akan terpencil. Pertempuran dinamis akan menghindarkan pasukan yang saling terpaku pada pertempuran statis di parit2 seperti yang pernah terjadi pada Perang Dunia pertama.

Blitzkrieg adalah sebuah cara bertempur yang sangat efektif. Dengan itu, Jerman dapat menghancurkan negara-negara di sekitarnya hanya dalam hitungan hari, bahkan minggu. Ratusan ribu pasukan lawan dihancurkan dengan kerugian yang sangat minim di sisi Jerman sendiri. Namun, benarkah mistis doktrin blitzkrieg itu memang tepat adanya? Apakah Jendral-jendral yang ada di balik Blitzkrieg seperti Von Manstein, Franz Halder, maupun Guderian benar-benar telah menciptakan sebuah perang mobile yang jenius?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, marilah kita tilik sebentar kondisi Jerman Pasca Perang Dunia Pertama atau yang waktu itu disebut sebagai The Great War. Di dalam Perjanjian Versailles, militer Jerman personelnya dibatasi hanya dalam jumlah 100,000 orang. Sebuah ukuran yang sangat kecil di Eropa waktu itu jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya. Karena itulah, militer Jerman mengembangkan sebuah strategi militer yang diharapkan dapat menutupi kekurangan jumlah personel itu.

Di dalam Perang Dunia Pertama, Jerman menggunakan metode Sturmtruppen dalam melakukan infiltrasi ke garis pertahanan lawan. Sturmtruppen (Pasukan kejut atau pasukan gerak cepat) terdiri dari pasukan infantri yang dilengkapi dengan persenjataan yang dirancang seringan mungkin untuk bergerak cepat menembus garis2 pertahanan musuh. Secara umum, peralatan Sturmtruppen terdiri dari senapan berbayonet, granat, senapan mesin ringan dan terkadang juga pelindung dada lapis baja. Keberhasilan Sturmtruppen tidak terlalu baik, namun setidaknya konsep pertempuran seperti itu akan terus digunakan Jerman di masa yang akan datang.

Selama periode interwar, Jerman mengalami krisis yang begitu memukul perekonomiannya. Pemerintah kala itu butuh sebuah taktik yang efisien dan mumpuni untuk menghantam ancaman musuh jika saja ada sebuah konflik yang pecah. Taktik itu haruslah hemat dan cepat dalam menghantam ancama luar musuh. Karena itulah lahir pasukan-pasukan gerak cepat dengan truk, kendaraan lapis baja, dan tank-tank ringan. Pasukan itu dapat bekerja dalam satuan-satuan kecil.

Ketika Hitler akhirnya memimpin Jerman di tahun 1933, ia mencoba untuk membangkitkan kembali militer Jerman yang selama masa interwar terbelenggu. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah buku Achtung Panzer yang ditulis oleh Heinz Guderian di tahun 1936. Buku itulah yang nantinya menjadi rujukan militer Jerman untuk mereformasi tubuhnya sehingga menghasilkan pasukan gerak cepat dengan skala yang lebih besar. Namun, sampai sejauh ini, istilah Blitzkrieg tidak pernah secara resmi disebutkan. Tidak di dalam buku Achtung Panzer, tidak juga di diktat-diktat pelatihan militer Jerman.

Jerman memang menerapkan taktik perang cepat dan mobil ketika melakukan penyerangan ke Polandia, Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, Luxembourg, dan kemudian Perancis. Namun tak ada satupun serangan itu menggunakan istilah Blitzkrieg. Perwira tinggi Jerman seperti Kurt Student, Frans Halder, dan Johann Adolf Graf von Kielmansegg bahkan menolak bahwa Blitzkrieg merupakan sebuah konsep militer yang riil. Von Kielmansegg berargumen bahwa Blitzkrieg adalah sebuah kumpulan solusi dan keputusan militer dinamis di lapangan yang sangat tergantung pada perubahan situasi perang.

Blitzkrieg tidak pernah menjadi nama resmi taktik Jerman selama Perang Dunia ke 2, begitulah kesimpulan yang berhasil diambil oleh Karl-Heinz Frieser, seorang sejarawan militer Jerman. Ia menambahkan bahwa Blitzkrieg adalah kumpulan dari kemampuan militer Jerman dalam mengkombinasikan antara Teknologi terbaru dan taktik klasik yang mengutamakan pada mobilitas. Sehingga sebuah unit yang tepat dapat berada pada waktu yang tepat dimana ia dibutuhkan di medan pertempuran.

Jadi, apakah Blitzkrieg itu? Kita bisa mengatakan bahwa Blitzkrieg sebenarnya hanyalah taktik combined arms yang biasa ada di barat. Namun dengan sedikit racikan yang diolah oleh para Perwira Jerman kala itu untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Blitzkrieg juga mungkin ada karena media barat yang butuh untuk mendeskripsikan taktik Jerman yang super cepat dalam menguasai hampir dua per tiga Eropa. Sebuah taktik yang mempunyai nilai mistis bagi pembaca, namun sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak taktik yang sudah ada di dalam dunia militer.

Leave a Reply