Apakah Fasisme Sedang Bangkit Kembali?

Pemilihan umum Amerika Serikat di tahun 2016 keluar dengan hasil yang mengejutkan. Donald Trump menjadi Presiden negara adidaya itu mengalahkan Hillary Clinton yang digadang-gadang mampu memperoleh suara lebih besar. Hasil ini tentu mengejutkan bagi sebagian pengamat internasional karena Trump dianggap sebagai tokoh yang kontroversial dan sering mengeluarkan pernyataan tajam. Beberapa pernyataannya seperti kritiknya terhadap imigran Meksiko dan Muslim dianggap rasis dan penuh dengan kebencian. Trumph bahkan sempat mendapat dukungan kelompok-kelompok sayap kanan bawah tanah Amerika yang beraliran ultra nasionalis yang sebelumnya jarang ikut andil dalam kampanye politik.

Tren dunia sekarang ini memang sedang mengarah pada tujuan yang kita tidak dapat prediksi. Putin di Russia semakin mengukuhkan kekuatannya dengan melakukan aneksasi terhadap Krimea. Wilayah yang tadinya merupakan bagian dari negara Ukraina. China sedang gencar melakukan ekspansi ke laut China Selatan karena di sana dianggap sebagai kawasan yang kaya. Pulau-pulau kecil diubah menjadi pangkalan-pangkalan militer, termasuk landasan pacu 3 km yang mampu didarati pembom berat. Dan Eropa sedang dalam dalam krisis kepercayaan diri karena Uni Eropa yang menyokong persatuan negara-negara barat itu sedang berduka setelah Inggris menyatakan diri keluar.

Satu per satu partai sayap kanan Eropa juga mulai melancarkan kampanye pelepasan diri dari EU. Suara mereka meningkat drastis menjelang pemilu yang akan diadakan di Perancis, Jerman, Belanda, dan beberapa negara yang termasuk anggota EU. Salah satu isu yang menjadi senjata utama mereka adalah imigran. Kebijakan EU yang sangat longgar terhadap imigran diangap sebagai sebuah blunder.

Continue reading →

Analisa Strategi Blitzkrieg di Perancis dan Soviet

Blitzkrieg barangkali adalah strategi perang paling kontroversial sepanjang Perang Dunia 2. Ia memadukan antara kombinasi kecepatan pasukan bermotor, kekuatan hantam panzer, dan serangan udara untuk menembus garis pertahanan musuh. Strategi ini muncul sebagai sebuah jawaban atas perang parit (trench warfare) yang terjadi pada 1914 – 1918 di Perancis. Perang statik yang memakan banyak korban itu nyaris tidak mempunyai garis depan yang berubah selama bertahun-tahun. Membuat moral pasukan luntur, banyak korban jatuh akibat non-kombatan seperti penyakit dan kondisi kejiwaan, dan juga yang terpenting, tidak membuat pertempuran menghasilkan sebuah Decisive Victory.

Parade Kemenangan Jerman di Perancis Tahun 1940

Seperti pernah saya tulis sebelumnya, Blitzkrieg sendiri sebenarnya bukan istilah resmi dari angkatan perang Jerman/Wehrmacht dalam menamakan strateginya. Jendral Heinz Guderian (atau yang pada tahun 1930 masih berpangkat Mayor) yang digadang-gadang sebagai Bapak Panzer Jerman misalnya lebih sering menggunakan istilah Armoured Spearhead, atau¬†Bewegungskrieg (manouver warfare)¬†dalam menjelaskan strategi yang ia gunakan selama Perang Dunia 2. Tapi ya sudahlah, beberapa istilah dalam pertempuran memang disematkan setelah pertempuran itu sendiri berakhir. “Perang Dunia 1” misalnya, istilah tersebut baru muncul seusai Perang Dunia 2 berakhir. Sebelumnya istilah seperti The Great War atau Weltkrieg (Perang Dunia) lebih sering digunakan.

Kembali lagi ke Blitzkrieg, dunia dibuat terperangah ketika Jerman menghancur leburkan Polandia pada September 1939 hanya dalam hitungan minggu. Sebagai komparasi, perang serupa misalnya di Asia antara Jepang vs China yang sudah berlangsung selama 2 tahun tidak begitu menghasilkan kemajuan front yang signifikan. Namun nasib Polandia memang apes. Ia dihimpit dua raksasa superpower Eropa yaitu Jerman dan Soviet. Dan keduanya berkonspirasi untuk kembali melenyapkan negara yang baru berumur tidak lebih dari 30 tahun itu. Dua negara dengan dua ideologi bertolak belakang itu sementara menghentikan iri dengki diantara keduanya. Kesepakatan Molotov-Ribentrop ditandatangani untuk membagi Polandia menjadi dua. Barat untuk Hitler sedangkan timur untuk Stalin. Lucunya, Inggris dan Perancis tidak mendeklarasikan perang kepada Soviet ketika negara itu ikut mencaplok Polandia, hanya Jerman saja yang menjadi incaran mereka.

Continue reading →

Konsekuensi Jika Bumi Itu Datar

Gagasan bumi datar atau flat earth akhir-akhir ini sedang naik daun. Hampir di setiap sudut sosial media maupun berbagai tulisan di blog, orang menyatakan bahwa teori tersebut adalah benar. Sebagian dari mereka mencoba mencari-cari celah dari ilmu pengetahuan yang ada sekarang. Sebagian lagi menghubungkan gagasan flat earth dengan kepercayaan atau hal yang tertulis di dalam kitab-kitab.

Di era informasi sekarang ini, orang tentu punya hak untuk mengutarakan opini dan gagasan secara bebas. Hanya saja opini yang disangkut pautkan dengan fakta tentu akan mempunyai konsekuensi. Tidak terkecuali dengan teori flat earth ini yang tentu akan berbenturan langsung dengan sains yang berkembang secara umum sekarang ini.

Orang yang percaya dengan teori flat earth berargumen jika sains yang ada sekarang ini adalah palsu dan dibuat untuk memenuhi kepentingan sebagian golongan saja. Sebagai contoh, NASA membentuk proyek bernilai milyaran dollar untuk satelit dan perjalanan ke bulan. Para penganut flat earth percaya bahwa proyek NASA itu hanya palsu dan kedok pemerintah Amerika Serikat untuk mengembangkan senjata rahasia. Contoh argumen-argumen lain begitu banyak, dan mungkin akan saya bahas dalam posting lain. Namun yang pasti, argumen tersebut mencoba untuk menyanggah konsep ilmu pengetahuan yang sudah berdiri sekarang ini.

Continue reading →

TRAPPIST-1 Dan Rumah Baru Bagi Manusia

Awal Januari ini dunia Astronomi dihebohkan dengan berita spektakuler. Sebuah tata surya baru bernama Trappist-1 diumumkan oleh NASA dan tim astronomi Belgia, tata surya tersebut mempunyai planet yang mirip dengan bumi. Dan planet yang mirip dengan bumi tersebut berjumlah 7! Tujuh planet mirip bumi (atau biasa disebut rocky planet) di dalam tata surya adalah sebuah penemuan mengejutkan. Di tata surya kita saja, hanya ada 4 planet yang memenuhi kriteria ini – Merkurius, Venus, Mars, dan Bumi itu sendiri.

Illustrasi 7 Planet di Trappist-1

Trappist-1 bisa dibilang sedikit berbeda dengan beberapa tata surya lain yang pernah di umumkan baik oleh NASA maupun badan antariksa lain seperti ESA. Bintang yang menjadi pusat tata surya ini adalah bintang merah kerdil (atau biasa disebut red dwarf). Bintang ini berbeda dengan matahari kita, karena bintang jenis Red Dwarf tidak memancarkan energi sebesar yang matahari pancarkan. Namun karena energi yang ia pancarkan tidak besar, usia dari bintang ini juga cukup lama.

Jika matahari bisa berusia hingga 10 Milyar tahun (sekarang matahari sudah berusia +/- 4 milyar tahun), bintang Red Dwarf seperti Trappist-1 bisa berusia ratusan milyar bahkan trilyunan tahun. Itu artinya bintang red dwarf seperti Trappist-1 mampu menunjang kehidupan lebih lama daripada yang dapat dilakukan oleh matahari. Memang ada pro dan kontra tentang apakah red dwarf mampu menghasilkan energi yang cukup untuk evolusi kehidupan seperti yang ada pada tata surya kita. Akan tetapi dengan seper-sekian energi dan ditunjang oleh waktu yang lama, barangkali kehidupan di planet-planet bintang red dwarf tidaklah mustahil.

Continue reading →

Perang Dunia 1 vs Perang Dunia 2

Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2 sekilas terlihat mirip. Kedua perang itu dimainkan oleh Kekuatan besar Eropa seperti Jerman, Inggris, Perancis, Russia, dan Italia. Kekuatan baru dari seberang atlantik dan pasifik juga ikut ambil bagian seperti Amerika Serikat, Jepang, dan juga koloni-koloni Inggris seperti Australia & New Zeeland. Orang awam bahkan mengganggap kedua konflik tersebut sama. Kekuatan besar Eropa saling adu jotos dan membuktikan siapa yang terbaik diantara mareka. Namun nyatanya, kedua perang yang berselisih rentang waktu 20 tahun itu begitu berbeda. Baik secara latar belakang, maupun secara runtutan jalannya perang.

Gambaran Perang Dunia 1, Dimana Negara Central Berperang Melawan Sekutu

Perang Dunia 1 bisa dibilang adalah perang yang sudah diantisipasi semenjak lama. Otto Von Bismarck pernah memprediksikan perang itu jauh sebelum dekade 1900an. Pada waktu itu, seluruh kekuatan Eropa sedang pada masa puncak jayanya. Inggris menguasai sebagian afrika, India, malaysia, singapore dan menjadikan Australian, Canada, dan banyak kawasan kepulauan kecil sebagai koloninya. Perancis menguasai sebagian tanah di Afrika, Indochina, dan sedikit bagian di Amerika Selatan. Russia menguasai padang stepa Asia Utara yang sebelumnya didominasi Mongol. Dan Jerman yang pada waktu itu merupakan kekuatan baru di Eropa ikut ambil bagian mengiris-iris sebagian Afrika dan Papua Nugini untuk menjadi koloninya.

Pemandangan Sehari-hari Perang Dunia 1 (atas) Pasukan Infantri Menyerang dari Parit ke Parit dan Perang Dunia 2 (bawah) Pasukan Panzer Jerman di Front Russia

 

Selain menguasai banyak koloni, Eropa waktu itu sedang tumbuh dalam revolusi Industri yang pesat. Populasi negara-negara Eropa juga mengalami peningkatan yang signifikan. Ini disebabkan karena berkembangnya ilmu pengobatan dan kedokteran. Pertambahan penduduk yang cepat, dan industrialisasi menyebabkan negara-negara itu mampu memproduksi berbagai macam barang secara lebih efisien dan cepat. Dan salah satu jenis barang yang diproduksi secara cepat adalah senjata.

Continue reading →