Benarkah Alam Semesta Berbentuk Sangkakala?

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan fenomena munculnya suara terompet di berbagai tempat. Suara itu datang seolah-olah berasal dari langit dan bunyinya cukup nyaring untuk didengarkan. Para ahli masih berdebat mengenai sumber dari suara itu. Ada yang mengatakan kalau suara terompet itu berasal dari pergerakan angin. Ada pula yang mengatakan kalau suara itu berasal dari dalam perut bumi, terjadi karena pergerakan lempeng tektonik.

NASA Cosmic Evolution

Masyarakat awam mempunyai banyak teori yang mereka hasilkan sendiri. Ada yang menyebutkan suara itu berasal dari UFO, Atlantis, atau berhubungan dengan keagamaan dan keyakinan. Salah satunya adalah pendapat bahwa suara itu berasal dari terompet Israfil. Di dalam Al Quran dan Hadist, disebutkan bahwa di akhir jaman, alam semesta akan hancur dan semua itu ditandai dengan ditiupnya terompet Israfil.

Beberapa orang yang percaya akan teori tersebut menggunggah sebuah bagan yang dibuat oleh NASA. Bagan atau lebih tepatnya infografik itu menampilkan bentuk alam semesta yang awalnya kecil satu titik kemudian membesar sehingga menyerupai tuba atau terompet atau dapat juga dikatakan sangkakala. Jadi, apakah benar NASA sudah menemukan bukti jika terompet Israfil itu benar-benar ada, dan alam semesta memang mempunyai bentuk seperti itu?

Jawabannya sebenarnya tergantung dari sudut pandang anda. Infografik yang ditunjukan NASA itu sebenarnya bertujuan untuk menceritakan proses pembentukan alam semesta. Dari mulai big bang sampai masa sekarang. Alam semesta terus berkembang hingga detik ini. Dari mulai adanya matter dan antimatter. Bintang-bintang pertama yang unsurnya hanya Hidrogen dan Helium. Hingga sampai ke bentuk galaxi sekarang ini. Dan perkembangan evolusi alam semesta itu terus mengalami akselerasi karena adanya Dark Engergy dan Dark Matter. Wajar jika bentuk dari infografis itu menyerupai tuba, terompet, atau sangkakala.

Namun, jika memang apa yang dimaksud dengan terompet itu merupakan proses perkembangan alam semesta, maka boleh dikata jika NASA secara tidak sengaja telah membuktikan kebenaran ayat kitab suci. Karena dari 3 skenario kehancuran alam semesta, satu diantaranya yang paling kuat adalah The Big Rip. Artinya, alam semesta akan terus berkembang (mungkin bagannya akan jauh menyerupai terompet) hingga atom pada level partikel tidak mampu lagi bersatu. Dan alam semesta akan hancur karena tidak ada satupun partikel yang mampu terbentuk.

Well, semua terserah pada sudut pandang anda. Tidak ada yang salah dalam hal ini karena masing-masing orang mempunyai pemikiran dan pendapat yang boleh dikatakan sama-sama penting. Yang paling utama, tetaplah mencari kebenaran dan tetap menghargai pendapat orang lain.

Leave a Reply