Ketidaktahuan dan Kebodohan

Aku telah lama sekali melangkah
Menatap masa depan dan masa lalu yang panjang
Mengharap akan sesuatu yang mulia, yang berharga, namun tak kunjung kudapat
Aku terdiam dalam harap dan merasa hambar

Tak kusangka bahwa hanya disampingku kemuliaan itu sudah terdapat
Sebuah kebaikan yang jauh daripada yang pernah kubayangkan
Sebuah ketenangan dan sebuah kebahagiaan
Bersatu padu di dalam kilas senyuman dan kata-kata

Continue reading →

Sebuah Kebersamaan

Kebersamaan denganmu adalah sebuah anugrah
Sebuah suka cita yang takkan ternilai harganya
Meski jalan bebatu nan terjal tajam
Ikatan tangan kan membuat hati tetap lapang

Kebersamaan denganmu adalah sebuah kebahagiaan
Rasa dalam ketenangan yang teramat sangat
Hidup dalam belaian cita yang tak tercerita
Merasakan tujuan dalam tujuan keindahan

Continue reading →

Manusia dan Kita

Kita adalah entitas yang fana
Terkadang merana di dalam asa
Kehidupan dan kematian silih berganti menyapa
Di dalam kehampaan rasa yang tak mampu teraba

Kita hidup dalam dunia yang hampa
Setiap rasa dan sapa hanyalah fantasi tanpa rupa
Mencicip tanah yang semakin sempit dan papa
Yang terus saja membuat luka, perih, dan nestapa

Continue reading →

Ketenangan Dalam Fikir

Jiwa kita terbentuk dari pikiranmu
Terkadang juga, pikir membentuk jiwa
Luruh rendah dalam asa nan jauh
Terbersit sebuah citra tentang mimpi dan kuasa

Hidup menjalar indah seperti angin nan jenuh
Mengalir pula sungai-sungai yang tenang
Kicau burung bertalu-talu, menyenangkan, menenangkan

Memejamkan mata, menikmati sunyi
Tenggelam di dalam alam khayal yang tak berujung
Keheningan menyelimuti, kenikmatan menghampiri
Tenang adalah sebuah rasa, teresap dalam benak yang terdalam

Continue reading →

Usia dan Bahagia

Hari demi hari, jalan usia manusia kan bertambah
Ia terus melangkah, menuju sebuah arah yang tak tentu
Bagaikan bayang-bayang yang akan terus berlalu
Hilang ditelan oleh ruang dan waktu

Syukur dan nikmat, sebuah waktu yang setiap detik dinikmati
Usia adalah semu, namun ia sungguh punya arti
Ia yang memberimu suka, ia yang memberimu duka
Ia yang memberimu musuh, dan ia yang memberimu sahabat
Ia yang mencintaimu, dan ia yang melupakanmu

Usia tidak akan melupakan manusia, namun manusia kan selalu melupakan usia
Ia adalah entitas yang semu, yang samar, yang tak tersentuh
Nyaris lenyap dalam khayalan, namun menggigap dalam kenangan
Usia yang terus berpacu, bahagia yang akan terus menderu

Continue reading →