Review Xiaomi Pocophone F1

Xiaomi Pocophone F1 barangkali adalah salah satu handphone yang paling membuat kehebohan di semester akhir 2018. Dia adalah handphone dengan prosesor Snapdragon 845 paling murah saat ini. Sebagai informasi, prosesor Snapdragon 845 biasanya digunakan oleh handphone flagship kelas atas yang harganya mungkin sekarang mencapai belasan juta atau lebih. Sedangkan Xiaomi Pocophone F1 sendiri dibandrol dengan harga 4,5 hingga 5 jutar rupiah. Harga yang sangat amat jauh lebih murah daripada kompetitornya.

Xiaomi Pocophone F1
Xiaomi Pocophone F1

Saya sendiri mendapatkan Xiaomi Pocophone F1 karena iseng mencoba flash sale di salah satu situs belanja online. Awalnya saya mencoba membeli varian ROM 64GB yang harganya 4,5 juta dan ternyata sold out. Saya baru berhasil di varian 128 yang harganya 4,9 juta di kala itu. Sekarang, harganya rata-rata naik Rp. 100,000 untuk toko-toko resmi.

Spesifikasi Pocophone F1 sendiri terbilang di atas rata-rata untuk harganya. Apalagi dengan benchmark Antutu yang mencapai score 260,000an. Ketika blog ini ditulis, pocophone menempati peringkat ke-8 di score antutu.

Continue reading →

Review Bali Zoo

Saya berkesempatan mengunjungi Bali Zoo pada 26 Agustus yang lalu bersama keluarga. Kebetulan, si kecil sangat suka dengan wisata kebun binatang jadi ketika ke Bali, kami memutuskan untuk mampir ke sana. Lagi pula, katanya Bali Zoo adalah salah satu kebun binatang terbaik di Indonesia. Hal itu menambah rasa penasaran kami untuk mengunjungi tempat wisata itu.

Welcome to Bali Zoo
Welcome to Bali Zoo

Satu saran sebelum mengunjungi Bali Zoo, ada beberapa paket wisata seperti dinner atau menungganggi gajah. Sebisa mungkin, beli paket itu dari situs travel terpercaya sebelum menggunjungi Bali Zoo. Kita bisa mendapat potongan harga yang cukup signifikan. Saya sendiri waktu itu hanya membeli paket basic. Itupun saya mendapat potongan harga cukup lumayan daripada harus beli on the spot. Harga per tiket rata-rata Rp. 200,000 jika membeli on the spot. Tapi dengan online, Rp 200,000 sudah bisa mendapatkan tiket untuk dua orang.

Continue reading →

Review Game: Hearts of Iron IV

Hearts of Iron boleh dibilang merupakan seri Game Simulasi Perang Dunia ke 2 yang paling kompleks dan paling realistis. Game ini tidak mengedepankan action seperti kebanyakan game bertema perang dunia lainnya. Game ini lebih mengedepankan penyusunan strategi dan analisa situasi. Mirip dengan permainan catur sebenarnya, namun dengan aspek yang lebih luas dan lebih nyata.

hearts-of-iron-iv-logo
Logo Hearts of Iron IV

Hearts of Iron IV pada dasarnya mempunyai gameplay yang mirip dengan pendahulunya. Pemain diharuskan untuk memilih salah satu negara yang berkancah dalam Perang Dunia 2. Setelah itu pemain diharuskan untuk membangun militer, diplomasi, perdagangan, riset, dan peperangan. Entah itu sesuai dengan jalannya sejarah, atau membuat sesuatu yang jauh dari skenario masa lalu.

Hal pertama yang begitu membedakan antara Hearts of Iron IV dengan pendahulunya adalah masalah production. Jika pada generasi sebelumnya, produksi militer didasarkan pada IC (Industrial Capacity). Maka pada HOI IV, produksi militer dibagi menjadi dua, military factory dan dockyard. Saya sendiri pernah membayangkan jika paradox membuat pembagian antara industri militer biasa dengan perkapalan, karena memang kedua industri itu jauh latar belakangnya. Dan ternyata dalam Hearts of Iron IV, paradox benar-benar melakukannya, awesome!

Continue reading →

Review (Buku) : Mohammad Hatta – Hati Nurani Bangsa

Buku Mohammad Hatta – Hati Nurani Rakyat pertama kali diterbitkan pada April 2012. Buku yang dikarang oleh wartawan senior Dr Deliar Noer ini muncul sekaligus sebagai peringatan terhadap sertatus tahun Bung Hatta. Buku ini berisi biografis singkat tentang kehidupan Bung Hatta disertai dengan pola perkembangan pemikirannya dari masa paling kecil, dewasa dan setelah tugasnya sebagai negarawan ia akhiri.

Hatta Buku

Buku ini diawali dengan kisah masa kecil Bung Hatta (1902-1917) di daerah Bukittinggi dan Padang. Bagaimana ia di didik oleh sebuah keluarga ulama modern yang tidak hanya mengedepankan pendidikan agama namun juga memperhatikan pendidikan sekolah pada umumnya. Antara lain dengan memasukan Bung Hatta kecil di dalam ELS (Europesche Lagere School) sebuah sekolah dasar untuk orang kulit putih . Selain itu, untuk memperkuat agamanya, Bung Hatta kecil juga biasa dididik mengaji dan membiasakan kehidupan beragame Islam di surau Nyik Djambek dan di Padang antara lain oleh arahan Haji Abdullah Ahmad. Disiplin hidup yang kental dengan keagamaan (ibadah, akhlak dan moral) inilah yang kelak akan sangat berpengaruh kuat terhadapa diri Mohammad Hatta, termasuk ketika ia sudah remaja dan Belajar di Belanda yang menganut pergaulan bebas.

Mohammad Hatta kemudian melanjutkan pendidikannya di Jakarta pada tahun 1917-1922. Di sini ia mulai mulai memperlihatkan ketertarikannya dengan pergerakan nasional yang sebenarnya sudah ia bangun semenjak ia berada di Padang. Ketika bersekolah di MULO Padang, Mohammad Hatta telah bergabung dengan JSB (Jong Sumatera Bond).

Pemikiran Mohammad Hatta tentang pergerakan nasional mulai matang pada masa ia menempuh sekolahnya di Belanda (1921-1932). Ia melanjutkan sekolah di Handels Hogeschool (Sekolah Tinggi Dagang, kemudian Economische Hogeshool, SekolahTinggi Ekonomi) di Rotterdam. Kegiatannya di sana tidak hanya sebagai mahasiswa, Mohammad Hatta juga aktif sebagai anggota dalan Indische Vereneging (Perkumpulan Hindia). Perkumpulan ini kemudian berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) yang kemudian juga seringkali disebut dengan singkatan PI. Organisasi inilah yang mempertemukan Hatta dengan tokoh-tokoh besar pergerakan nasional sebelumnya antara lain: Ahmad Subardjo, Sutomo, Hermen Kartowisastro, Iwa Koesoema Soemantri, Nazir Datuk Pamuntjak dan Sukiman Wirjosandjojo. Pada tahun 1926, pimpinan PI bahkan jatuh ke tangan Mohammad Hatta. PI di bawah pimpinan Mohammad Hatta memperlihatkan banyak perubahan. Partai ini lebih banyak memperhatikan perkembangan pergerakan nasional daripada hanya bergerak untuk organisasi sosial seperti sebelumnya.

Continue reading →

Review (Buku) : Holy War – Perang Suci (Karen Armstrong)

Buku Holy War, atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Perang Suci adalahsebuah buku kritik sejarah yang ditulis oleh Karen Armstrong. Beliau adalah seorang pemerhati sejarah terutama sejarah keagamaan. Buku ini menitik beratkan kepada sejarah Perang Salib yang tidak saja melibatkan Agama Islam dan Kristen, namun juga agama pendahulunya yaitu Yahudi. Di sana ia mencoba membuka fakta-fakta, bukan dari salah satu sudut pandang agama saja melainkan dari ketiga sudut pandang agama sekaligus. Berikutnya, ia mencoba untuk menelusuri akar permasalahan Perang Salib yang tersisa hingga hari ini.

Holy War

Perang Salib adalah sebuah babakan sejarah yang unik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, perang tidak lagi dilandaskan pada ambisi kekuasaan dan hegemoni suatu bangsa tertentu. Perang ini melandaskan pada ajaran agama, yang dipegang teguh oleh masing-masing pihak. Perang yang berlandaskan agama, dalam kasus tertentu menjadi jauh lebih mematikan dari beberapa perang-perang jenis lain. Perang jenis seperti ini tidak lagi memperebutkan emas, budak maupun kedudukan. Perang ini memperebutkan tempat, satu tiket untuk masuk ke surga.

Menurut Keren Armstrong, Paus Urban II adalah sosok manusia yang ia nilai paling mempunyai tanggung jawab di dalam meletusnya Perang Salib. Ia yang menyatakan bahwa kaum Nasrani harus menempuh perjalanan ke Timur untuk membebaskan Kota Suci Yerussalem dari tangan penakluk Muslim. Mereka mengklaim bahwa tanah suci, tempat di mana Yesus disalib merupakan tanah keramat yang harus dilindungi dan dibebaskan dari kaum kafir.

Continue reading →