Manusia Akan Berevolusi Menjadi Apa?

Evolusi masih menjadi perdebatan hangat di Indonesia. Di satu sisi ada yang berargumen bahwa ia hanya sekedar teori dan tidak mempunyai bukti kuat. Sedangkan di sisi lain ada yang berpendapat bahwa ia adalah proses alami yang terjadi di setiap makhluk hidup. Tidak terkecuali juga manusia.

Di dalam teori evolusi, dijelaskan bahwa manusia berasal dari primata (bukan kera). Kera dan manusia sama-sama berasal dari jalur primata yang sama. Jika anda ingin mempelajari bagaimana jalur primata itu hingga ke manusia, well ada banyak sekali artikel dan video yang mampu menjelaskan kepada anda di internet. Cari saja, dan mungkin anda akan menemukan banyak sekali bahan untuk dipelajari. Ada satu pertanyaan menarik tentang proses evolusi ini. Proses ini tidak akan berhenti dan kemungkinan akan terus merubah manusia ke depannya. Mutasi genetik dan perubahan iklim yang mempengaruhinya turut membuat proses evolusi bergerak secara dinamis. Namun apakah musti selamanya seperti itu?

Evolusi tidak selalu menciptakan generasi yang lebih baik dari sebelumnya. Namun generasi yang mampu lebih baik beradaptasi dengan alam akan mampu bertahan hidup lebih baik pula dengan alam. Dan siapapun yang mampu bertahan hidup akan mempunyai kesempatan lebih banyak untuk meneruskan ke garis keturunan berikutnya. Apakah proses seperti ini selalu menghasilkan garis keturunan lebih baik? Tentu saja tidak.

Continue reading →

Konsekuensi Jika Bumi Itu Datar

Gagasan bumi datar atau flat earth akhir-akhir ini sedang naik daun. Hampir di setiap sudut sosial media maupun berbagai tulisan di blog, orang menyatakan bahwa teori tersebut adalah benar. Sebagian dari mereka mencoba mencari-cari celah dari ilmu pengetahuan yang ada sekarang. Sebagian lagi menghubungkan gagasan flat earth dengan kepercayaan atau hal yang tertulis di dalam kitab-kitab.

Di era informasi sekarang ini, orang tentu punya hak untuk mengutarakan opini dan gagasan secara bebas. Hanya saja opini yang disangkut pautkan dengan fakta tentu akan mempunyai konsekuensi. Tidak terkecuali dengan teori flat earth ini yang tentu akan berbenturan langsung dengan sains yang berkembang secara umum sekarang ini.

Orang yang percaya dengan teori flat earth berargumen jika sains yang ada sekarang ini adalah palsu dan dibuat untuk memenuhi kepentingan sebagian golongan saja. Sebagai contoh, NASA membentuk proyek bernilai milyaran dollar untuk satelit dan perjalanan ke bulan. Para penganut flat earth percaya bahwa proyek NASA itu hanya palsu dan kedok pemerintah Amerika Serikat untuk mengembangkan senjata rahasia. Contoh argumen-argumen lain begitu banyak, dan mungkin akan saya bahas dalam posting lain. Namun yang pasti, argumen tersebut mencoba untuk menyanggah konsep ilmu pengetahuan yang sudah berdiri sekarang ini.

Continue reading →

TRAPPIST-1 Dan Rumah Baru Bagi Manusia

Awal Januari ini dunia Astronomi dihebohkan dengan berita spektakuler. Sebuah tata surya baru bernama Trappist-1 diumumkan oleh NASA dan tim astronomi Belgia, tata surya tersebut mempunyai planet yang mirip dengan bumi. Dan planet yang mirip dengan bumi tersebut berjumlah 7! Tujuh planet mirip bumi (atau biasa disebut rocky planet) di dalam tata surya adalah sebuah penemuan mengejutkan. Di tata surya kita saja, hanya ada 4 planet yang memenuhi kriteria ini – Merkurius, Venus, Mars, dan Bumi itu sendiri.

Illustrasi 7 Planet di Trappist-1

Trappist-1 bisa dibilang sedikit berbeda dengan beberapa tata surya lain yang pernah di umumkan baik oleh NASA maupun badan antariksa lain seperti ESA. Bintang yang menjadi pusat tata surya ini adalah bintang merah kerdil (atau biasa disebut red dwarf). Bintang ini berbeda dengan matahari kita, karena bintang jenis Red Dwarf tidak memancarkan energi sebesar yang matahari pancarkan. Namun karena energi yang ia pancarkan tidak besar, usia dari bintang ini juga cukup lama.

Jika matahari bisa berusia hingga 10 Milyar tahun (sekarang matahari sudah berusia +/- 4 milyar tahun), bintang Red Dwarf seperti Trappist-1 bisa berusia ratusan milyar bahkan trilyunan tahun. Itu artinya bintang red dwarf seperti Trappist-1 mampu menunjang kehidupan lebih lama daripada yang dapat dilakukan oleh matahari. Memang ada pro dan kontra tentang apakah red dwarf mampu menghasilkan energi yang cukup untuk evolusi kehidupan seperti yang ada pada tata surya kita. Akan tetapi dengan seper-sekian energi dan ditunjang oleh waktu yang lama, barangkali kehidupan di planet-planet bintang red dwarf tidaklah mustahil.

Continue reading →

Perubahan Iklim Mempengaruhi Peradaban Manusia di Masa Lalu?

Kemunduran kerajaan atau kekaisaran masa lalu seringkali dikaitkan dengan ketidakcakapan pemimpinnya atau serangan lawan. Namun, ada penelitian yang mencoba mencari hubungan antara perubahan iklim dengan berbagai peristiwa dalam sejarah. Ternyata ada beberapa peristiwa besar bertepatan dengan perubahan cuaca dan iklim.

perang-dan-perubahan-iklim

Sebuah studi meneliti perubahan suhu dan curah hujan di Eropa selama beberapa tahun. Studi itu menghasilkan gambaran rinci tentang hubungan iklim dengan masyarakat. Ahli paleoklimatologi dari Swiss Federal Institute di Zurich, Ulf Büntgen, dan rekan-rekannya berkolaborasi dengan para arkeolog untuk membuat pusat data yang terdiri dari 9.000-an potongan kayu dari 2.500 tahun lalu. Sampel ini berasal dari pohon hidup, sisa-sisa bangunan, dan artefak kayu lainnya. Semua sampel berasal dari Prancis dan Jerman.

Dengan mengukur luas cincin pertumbuhan tahunan kayu, para peneliti dapat menentukan suhu dan curah hujan tiap tahun.Untuk mendapatkan suhu tahunan, para peneliti mengukur lingkaran-lingkaran dalam kayu dari pohon konifer yang tumbuh lebih cepat saat musim panas dan lebih lambat saat dingin datang. Untuk memperoleh tingkat curah hujan, para peneliti melihat lebar lingkaran di pohon oak yang tumbuh lebih cepat saat curah hujan tinggi. Mereka juga menggunakan metode lain untuk memastikantahun-tahun yang diwakili lingkaran-lingkaran itu.

Continue reading →

Elon Musk dan Kolonisasi Mars

Di blog ini barangkali saya sudah menulis beberapa tulisan tentang Mars. Bagaimana planet tersebut dikagumi di masa lalu dan diidamkan sekarang ini. Mars menjadi pusat perhatian karena ia adalah planet dengan kemungkinan terbesar untuk ditinggali manusia selain bumi. Ia tidak begitu jauh, mempunyai beberapa komponen pendukung kehidupan termasuk air (walaupun jumlah dan bentuknya terbatas), dan mempunyai masa lalu yang serupa dengan bumi.

elon-musk-mars

Pada 26 September 2016 lalu, Elon Musk sang pendiri space-X, mempresentasikan idenya tentang bagaimana Mars seharusnya ditinggali manusia. Ia menggungkapkan bahwa kolonisasi Mars bukan hanya mungkin, namun dapat dilakukan dalam waktu yang dekat. Salah satu poin yang ia tekankan adalah menggunakan reusable rocket. Mengapa reusable rocket itu penting? Karena roket yang digunakan untuk penerbangan luar angkasa konvensional sekarang ini memakan cost yang cukup besar. Dan setelah penerbangan dilakukan, roket-roket tersebut akan terbuang. Tidak bisa digunakan kembali karena memang dirancang untuk sekali pakai. Jika kondisi ini dapat berubah, maka misi pengiriman manusia ke Mars dapat dilakukan dengan biaya yang lebih murah.

Elon Musk mengatakan, agar sukses maka penerbangan ke Mars tidak boleh terlalu mahal. Sekarang, satu misi ke Mars bisa membutuhkan milyaran dollar untuk sekali penerbangan. Reusable rocket mungkin bisa mengurangi sekian juta atau sekian milyar dollar, namun biayanya masih tetap saja mahal. Musk memprediksikan, jika mau affordable, penerbangan ke Mars harus berbiaya setidaknya sekitar $200,000 per orang. Atau setara dengan harga rumah kelas menengah di Amerika Serikat. Musk menambahkan, harga tersebut dapat dicapai dengan cara memperbanyak manusia yang dikirimkan per sekali penerbangan.

Continue reading →