5 Sebab Mengapa Hitler Membenci Yahudi

Hitler terkenal melakukan Holocaust selama tahun 1934 – 1945 yang membunuh kurang lebih enam juta Yahudi di seluruh wilayah Eropa yang ia duduki. Meskipun banyak sekali pro kontra tentang kejadian ini, namun fakta bahwa Hitler membenci anak-anak Yudea itu tidak pernah bisa dipungkiri. Di dalam Mein Kampf, Hitler dengan tegas menyalahkan Yahudi atas kemalangan dan kekalahan Jerman selama Perang Dunia pertama.

Hitler Saat Inspeksi Di Paris Tahun 1940

Hitler Saat Inspeksi Di Paris Tahun 1940

Berikut beberapa sebab mengapa Sang Fuhrer itu begitu membenci Yahudi yang beredar di masyarakat. Sebagian adalah fakta namun sebagian yang lain adalah rumor yang beredar di masyarakat. Berikut adalah beberapa rangkuman mengapa Hitler membenci Yahudi:

1. Yahudi Menguasai Perekonomian Austria

Austria atau lebih tepatnya Kerajaan Austro-Hongaria adalah salah satu kerajaan terbesar di Eropa. Ia bersanding dengan Jerman, Inggris, Perancis, Russia, Swedia, dan Turki Usmani pada waktu itu. Di Kerajaan inilah Hitler lahir di tahun 1889. Pada waktu itu, meskipun wilayah kekuasaannya besar (meliputi Austria, Hongaria, Cheko, Slovakia, dan sebagian negara-negara Balkan) namun perekonomian Austro-Hongaria tidaklah mulus.

Hitler yang terlahir sebagai anak pegawai negeri harus merasakan pahit getirnya perekonomian Austro-Hongaria yang kalang kabut. Negara yang ditinggali berbagai macam etnis tersebut seperti terkotak-kotak dan tidak teratur. Etnis-etnis lokal seperti etnis Jerman, Slovak, Hunyad (Hongaria), Cheko, Balkan (Kroasia, Bosnia) dan Slavia saling berebut kekuasaan di kursi pemerintahan. Sementara itu orang-orang Yahudi yang juga menghuni wilayah itu lebih memilih untuk menggeluti dunia usaha.

Continue reading →

Apakah NAZI Ingin Menguasai Dunia?

Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau yang sering disebut sebagai NSDAP adalah sebuah partai pekerja di Jerman pada era tahun 1920an hingga 1945. Partai ini begitu terkenal setelah seorang bekas kopral yang menyandang Ritterkreuzz selama Perang Dunia 1 maju ke tampuk pimpinannya. Dialah Adolf Hitler yang mempunyai visi untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme Jerman yang sempat terpuruk. Pada tahun 1933, setelah perjuangan panjang akhirnya sang pemimpin partai yang kemudian disebut NAZI itu terpilih menjadi Kanselir Jerman. Jerman yang pada waktu itu tengah terpuruk dalam krisis yang berkepanjangan (bahkan harga sepotong roti bisa mencapai 5 milyar Mark) akhirnya perlahan-lahan bangkit. Tahun 1936, Jerman akhirnya mampu duduk di jajaran 5 besar ekonomi industri terkuat di dunia.

Wilayah NAZI Pada Masa Puncak Kekuasaannya 1942-1943

Wilayah NAZI Pada Masa Puncak Kekuasaannya 1942-1943

NAZI mulai membuat kegemparan dengan menginvasi Rheinland pada tahun 1936. Rheinland adalah sebuah wilayah Jerman yang diberikan kepada Perancis setelah kekalahannya pada Perang Dunia 1. Wilayahnya tidaklah luas, namun aksi itu begitu menggemparkan dunia menggingat Jerman masih terikat pada perjanjian Versailles. Hitler akhirnya memutuskan bahwa Jerman tidak lagi tunduk pada perjanjian yang benyak merugikan Jerman tersebut.

Satu per satu wilayah Holy Roman Empire (Kekaisaran Jerman pada abad pertengahan) dipersatukan kembali di bawah bendera NAZI. Austria di aneksasi pada April 1938, menyusul kemudian Saarland dan lalu seluruh Cheko.Sedangkan Slovakia dijadikan sebagai negara boneka. Sampai sejauh  ini, tidak ada kontak bersenjata yang terjadi. Militer Austria misalnya, justru dengan sukarela bergabung dengan Wehrmacht dan menjadi satu kesatuan dengannya.

Setelah kota Memel dianeksasi pada tahun 1939, Jerman melanjutkan aksinya dengan melakukan claim terhadap Danzig dan wilayah di sekitarnya. Kota Danzig merupakan kota Jerman waktu Kekaisaran Prussia masih berdiri hingga akhir Perang Dunia 1. Ia sekarang menjadi pembatas antara Jerman Prussia Timur dengan wilayah Jerman lain di barat. Danzig barangkali menjadi salah satu wilayah terakhir yang akan di klaim oleh Jerman untuk mewujudkan Labensraum.

Continue reading →