Profil Divisi SS ke-13 Handscar – Pasukan Muslim NAZI

Dalam tahun 1943, setelah hampir lebih dari 3 tahun berperang, Jerman mulai merasakan kebutuhan tambahan kekuatan di dalam tubuh pasukannya. Setahun sebelumnya, beberapa kesatuan yang berasal dari Belanda, Belgia, Perancis dan Negara-Negara Baltik telah dibentuk. Kesatuan-kesatuan tersebut di masukan baik dalam tubuh pasukan Waffen SS maupun dalam tubuh Wehrmacht. Kemudian satuan-satuan yang berasal dari bekas negara Yugoslavia pun mulai dibentuk, salah satu satuan yang dibentuk adalah 13th Division Der SS “Handscar” Croatie Nr 1. Sebuah divisi croatia yang terdiri sebagian besar oleh satuan-satuan muslim yang mendiami bekas koloni Kerajaan Ottoman itu. Divisi tersebut nantinya bertugas untuk mengamankan wilayah Kroasia dan sekitarnya, namun pada kenyataannya ia juga terlibat dalam berbagai macam operasi pemberantasan ‘partisans’ dan kaum komunis yang merong-rong wilayah itu.

Anggota Divisi Handschar Sedang Membaca Islam vs Yahudi Ditulis oleh kementrian propaganda Jerman

Anggota Divisi Handschar Sedang Membaca Islam vs Yahudi, ditulis oleh kementrian propaganda Jerman

Divisi Handscar digagas pembentukannya oleh Reichfuher Heinrich Himmler beserta dengan Jendral SS Gottlob Berger dengan persetujuan Fuhrer Adolf Hitler di tahun 1942. Himmler menganggap bahwa Islam dan Doktrin Nazi mempunyai musuh yang sama yaitu sama-sama menganggap bahwa Yahudi dengan Zionismenya adalah sebuah bahaya laten dan permanen, serta mereka sama-sama memerangi komunis internasional ‘Commitern’ sebagai musuh mereka yang tak bertuhan. Himmler juga antusias dengan doktrin muslim tentang Jihad yang menjanjikan surga jika mereka berperang hingga titik darah penghabisan melawan musuh-musuh agama.

Selain itu menurut Chris Bishop, Himmler diyakinkan bahwa Muslim Kroasia masih mempunyai kedekatan ras dengan Jerman, karena secara fisik, mereka sangat berbeda dengan bangsa Slavia dan Turki yang mendiami daerah itu juga. Sehingga tidak melanggar salah satu poin khusus yang menyebutkan bahwa anggota-anggota divisi SS harus berasal dari bangsa Jerman asli atau bangsa-bangsa lain yang mempunyai kedekatan biologis dengan ras Arya.

Continue reading →

Evolusi dan Atheisme

Beberapa orang mengganggap jika kepercayaan terhadap evolusi berarti bahwa ia tidak mempercayai konsep penciptaan di dalam agama. Karena di semua kitab suci agama tidak ada konsep yang mengarah kepada proses evolusi. Dimana kehidupan dapat baerkembang sedemikian rupa tanpa perlu bantuan dari sang pencipta. Tuhan menciptakan semuanya secara sempurna, dan makhluk hidup tercipta sedemikian adanya dari awalnya. Manusia pertama adalah Adam, dan hawa adalah pendampingnya.

evolution

Kepercayaan terhadap agama dan konsep evolusi seperti air dan minyak. Tidak bisa dicampur dan disatukan dalam bentuk apapun. Tapi terkadang kita lupa bahwa air dan minyak juga mempunyai proton maupun elektron yang terbentuk di dalam atom. Atom-atom seluruh unsur di alam semesta ini akan bercampur aduk meskipun jarak memisahkan. Kita saja sebagai manusia, atom yang ada di dalam tubuh kita lima tahun yang lalu, bisa dibilang akan berganti seluruhnya dengan yang baru sekarang. Sehingga kita tidak akan pernah tahu, darimana atom-atom kita berasal. Bisa jadi, atom kita pernah bersemayam di Beethoven atau Napoleon, atau Adam itu sendiri. Atau bisa juga atom kita adalah atom-atom dari bintang-bintang di Galaksi Andromeda.

Pernyataan diatas aneh bukan? Pasti sebagian besar orang mengganggap bahwa paragraf diatas adalah lelucon. Namun, seperti itulah faktanya. Setidaknya, seperti itulah fakta yang kita ketahui sejauh ini. Manusia tidak ada yang bisa menjelaskan sebuah kebenaran dari fenomena, bahkan fenomena paling simpel yang ada di sekitar kita. Kita bahkan hanya bisa memperkirakan bahwa gravitasi itu adalah efek yang dihasilkan dari masa bumi yang membengkokan ruang disekitarnya. Seperti bola bowling yang berada di sebuah lembaran karet elastis. Kita tidak tahu kebenaran apa yang ada dibaliknya, kita hanya bisa memperkirakan.

Perkiraan itu seperti halnya teori evolusi. Disana disebutkan bahwa manusia berasal dari kera. Koreksi, manusia berasal dari sejenis primata jutaan tahun lalu. Kera dan manusia berasal dari primata tersebut. Dan mengapa kesimpulan itu berhasil didapat? Karena percobaan dengan cara pendekatan. Kesimpulan adalah buah dari hipotesis, yang paling mendekati dengan fakta. Barangkali di masa depan, kita akan mendapatkan fakta bahwa manusia bukan berasal dari primata, namun lebih dekat ke badak?! #Bercanda.

Continue reading →

Lambang Fremason di Tugu Jogja

Repost dari postingan blog lama di tahun 2011, waktu itu saya suka sekali membaca dan mempelajari tentang teori Konspirasi. Well, yang mungkin tidak semuanya benar:

Tugu Jogja dikenal sebagai salah satu simbol (land mark) kota Yogyakarta. Dibangun oleh Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I), pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat untuk memperingati perjuangan bersama-sama rakyat dalam melawan penjajah. Tugu Jogja menjadi sebuah poros yang membagi antara Kraton Kasultanan, Panggung Krapyak, Monumen Jogja Kembali, Laut Kidul dan Gunung Merapi.

Gambar Perbandingan Tugu Jogja 1756 dan 1889

Gambar Perbandingan Tugu Jogja 1756 dan 1889

Gambar tugu jogja 2007

Gambar tugu jogja 2007

Semboyan yang diusung Pangeran Mangkubumi dalam rangka simbol perlawanan rakyat melawan Pemerintahan Hindia Belanda adalah “Golong gilig” artinya bersatu padunya rakyat dalam melaksanakan perjuangannya. Simbol ini digambarkan dengan tiang silinder (gilig) dan sebuah bola (golong). Sayang sekali bentuk asli ini sudah tidak dapat dilihat lagi karena gempa yang menghancurkan tugu tersebut di tahun 1867.

Gambar yang disinyalir Star of David

Gambar yang disinyalir Star of David

Renovasi dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1889 (pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII). Renovasi ini dilakukan dengan merubah beberapa aspek penting sehingga bentuk dari tugu jogja menjadi yang kita lihat sekarang ini. Namun ada beberapa hal menarik yang perlu diperhatikan, yaitu munculnya sebuah bintang daud (star of david) pada tugu yang juga merupakan simbol freemason. Banyak pihak mensinyalir bahwa Sultan Hamengkubuwono VIII (penerus Sultan Hamengkubuwono VII) adalah salah satu anggota dari Freemason.

Tujuan Perang Pasifik Jepang

Perang Pasifik (1941-1945) yang dilancarkan oleh Jepang adalah salah satu babakan Perang Dunia ke 2 yang paling menarik. Perang itu menunjukan sebuah pertempuran demi pertempuran lauy yang barangkali terbesar sepanjang sejarah manusia. Unsur perang maritim peperangan ini begitu terasa. Di sinilah taktik perang darat-laut modern dikembangkan. Di sini pulalah, sebuah alat pertempuran yang beberapa tahun sebelumnya diterima secara pesimistis akhirnya membuktikan kekuatannya. Alat itu adalah kapal induk. Sebuah kapal yang tidak hanya mengangkut pesawat ke dalam sebuah pertempuran laut, namun juga menjadi sebuah sentral pertempuran di kemudian hari.

Peta Kekaisaran Jepang 1942-1945 (Sumber : lib.berkeley.edu)

(Peta Kekaisaran Jepang 1942-1945 Sumber)

Dalam benak setiap manusia, barangkali telah terpatri bahwa Jepang yang menyulut perang pertama kali di Pasifik mempunyai rencana menguasai seluruh Asia Tenggara, Oseania, Australia dan bahkan pantai barat Amerika Serikat. Namun, apakah benar pertempuran yang menewaskan jutaan manusia ini mempunyai tujuan yang begitu besar dan gemilang?

Jepang adalah negara satu-satunya di Asia yang berkembang secara cepat baik di bidang teknologi, produksi maupun militer. Dengan Restorasi Meiji (1866-1869), negara ortodox itu dapat membuka diri menerima pengaruh dari luar yang berujung pada keselamatan negaranya. Seperti halnya China, Negara Matahari Terbit yang mempunyai penduduk jutaan manusia di kala itu dianggap mempunyai potensi pasar yang baik untuk negara-negara barat. Belanda, Portugis, dan Amerika Serikat berlomba-lomba untuk menanamkan pengaruhnya di negara kepulauan itu. Jika ini terus berlanjut, maka nasibnya akan sama saja dengan India, Asia Tenggara dan China. Menjadi koloni bagi bangsa-bangsa asing.

Continue reading →

Konigstiger – Sang Pahlawan Kesiangan

Konigstiger atau Bengal Tiger (namun lebih sering disalah artikan sebagai King Tiger karena Koenigs = Royal) adalah salah satu jenis tank berat (Heavy Tank) terakhir yang digunakakan Jerman selama Perang Dunia Ke 2. Konigstiger adalah varian jenis kedua Tank Tiger yang terkenal sangat ampuh di berbagai medan pertempuran. Tank ini dibuat untuk menandingi superioritas pasukan sekutu yang terus-menerus mendesak Jerman bahkan hingga ke batas negerinya sendiri. Terutama untuk menandingi varian Tank T-34 Uni Soviet dan Tank Sherman Amerika Serikat. Konigstiger dirancang oleh Henschel & Son / Krupp pada tahun 1943 dan mulai beroperasi pada akhir tahun 1944.

Konigstiger

Kekuatan udara Jerman di akhir Perang Dunia ke 2 telah begitu mengkhawatirkan. Di dalam perang modern seperti Perang Dunia Ke 2, kekuatan udara sangatlah vital untuk menjaga keutuhan pasukan darat, dan juga berguna untuk menghancurkan target-target musuh. Selain itu, bahan baku yang dipunyai Jerman untuk membuat kekuatan mesin perangnyapun kian lama kian menipis. Blokade Inggris membuat Jerman kesulitan untuk mendapatkan pasokan baja untuk membuat mesin-mesin perang mereka. Meskipun sumber baja mereka sebenarnya dekat, yaitu di negara Swedia dan Skandinavia lainnya. Karena itulah dibutuhkan sebuah alat tempur yang handal, kuat dan dengan jumlah sedikit dapat menghancurkan kekuatan lapis baja musuh yang jauh lebih banyak, Tank Tiger adalah jawabannya.

Tank Tiger selama kemunculan awalnya di tahun 1942 telah menjadi momok tersendiri di medan perang Front Timur. T-34, tank andalah Uni Soviet, sama sekali tidak mampu menjebol pertahanan lapis baja Tiger. Sebaliknya, meriam kaliber 88mm Tiger dapat menghancurkan T-34 dengan begitu mudah. Satu Tank Tiger rata-rata dapat menghancurkan 10 – 20 T-34 selama masa tugasnya. Kekuatan semacam itu telah membuat Tank Tiger menjadi sebuah legenda.

Namun keunggulan Tank Tiger rupanya tidak mampu mengubah jalannya peperangan. Jerman tetap terdesak di Front Timur. Hal tersebut disebabkan karena jumlah Tank Tiger tidak banyak. Tank yang luar biasa itu rupanya terlalu sulit untuk dibuat, sehingga jumlah produksinya hingga akhir perang hanyalah sekitar 1300 buah. Jauh berbeda dengan T-34 yang berjumlah 35.000 atau Tank Sherman Amerika yang berjumlah 25.000. Pilihan Jerman hanya ada dua, pertama memproduksi tank jenis baru yang lebih ringan dan dapat diproduksi masal, atau memproduksi tank yang bahkan jauh lebih rumit dan sulit lagi namun mempunyai kekuatan yang besar.

Pilihan pertama sepertinya terlalu mengada-ada menggingat Jerman semakin kekurangan sumber daya alam. Karena itulah mereka memilih pilihan yang kedua. Terlebih lagi hal itu sangat cocok dengan kebiasaan nasional Jerman yang memang menjunjung tinggi kesempurnaan dan kualitas. Lihat saja mobil-mobil produksi Jerman sekarang ini yang terkenal awet dan tangguh.

Continue reading →