Dasar Decision Support System (DSS)

Decision Support System (DSS) atau di dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah informasi berbasis komputer yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan decison-making dari sebuah organisasi atau sebuah perusahaan. Lingkup DSS ini tidak hanya terbatas pada bidang IT saja, melainkan juga bidang-bidang lain seperti industri, kesehatan, penelitian bahkan juga ada beberapa yang membawanya ke ranah politis. DSS memungkinkan seseorang untuk melakukan manajemen, operasi dan perencanaan dari sebuah perusahaan adalam membuat keputusan, yang mana keputusan tersebut terkadang sangat cepat berubah dan tidak mudah ditetapkan.

DSS saat ini kebanyakan dibangun berbasis software interaktif yang mampu mempermudah decision-maker (pengambil kebijakan) untuk mengambil keputusan berdasarkan data-data mentah, dokumen, bekal pengetahuan individu maupun bisnis model yang disediakan oleh software aplikasi DSS.

Beberapa informasi yang mungkin dimunculkan oleh aplikasi decision support antara lain:

  • Inventori dari aset informasi (termasuk di dalamnya legacy dan data relational, data warehousing, data marts dan cubes).
  • Perbandingan angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya. Atau perbandingan angka yang sejenis dengannya.
  • Proyeksi angka pendapatan berdasarkan penjualan produk yang sudah ada. Atau perbandingan angka yang sejenis dengannya.

Banyak sekali bidang ilmu pengetahuan sekarang ini menggunakan DSS sebagai penunjang kinerjanya, mereka melihat kelebihan-kelebihan yang didapatkan dari DSS antara lain:

  • Meningkatkan efisiensi pengguna dalam mengambil keputusan penting.
  • Mempercepat proses pengambilan keputusan
  • Meningkatkan kontrol terhadap organisasi, sehingga secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi kinerja dari organisasi tersebut.
  • Mendorong eksplorasi dan penemuan pada bagian dari pengambilan keputusan.
  • Mempercepat pemecahan masalah dalam sebuah organisasi
  • Memfasilitasi komunikasi interpersonal
  • Mempromosikan pembelajaran atau pelatihan
  • Menghasilkan bukti baru dalam penggambilan keputusan
  • Menciptakan keunggulan kompetitif melalui persaingan yang lebih ketat.

Seorang pakar DSS, Daniel Power, berusaha mendefinisikan beberapa jenis DSS sesuai dengan kriterianya masing-masing. Beberapa kriteria dari DSS antara lain:

  • Communication-Driven DSS, mampu melakukan support terhadap lebih dari satu orang dalam sebuah task pekerjaan. Contoh aplikasi yang ada di pasaran antara lain : Netmeeting produksi dari Microsoft Corp dan Groove
  • Data-Driven DSS atau sering disebut dengan data-oriented DSS, mampu melakukan akses dan manipulasi terhadap data dalam sebuah time-series data perusahaan. Bahkan dimungkinkan pula melakukan pengaksesan terhadap data di luar data perusahaan.
  • Document-driven DSS, mampu melakukan manajemen, pengelolaan dan manipulasi informasi tak struktur dari berbagai macam format elektronis
  • Knowledge –Driven DSS, mampu menyediakan problem-solving dalam tingkat lanjut, untuk selanjutnya pengetahuan disimpan sebagai fakta, aturan, prosedur atau struktur-struktur yang mirip dengannya.
  • Model – Driven DSS, menekankan akses dan manipulasi optimasi, baik berupak statistik keuangan (atau yang sejenisnya) maupun model simulasi. Model – driven DSS menggunakan data parameter yang disediakan oleh user untuk membantu perolehan decision maker dalam melakukan analisa terhadap keadaan tertentu.

Beberapa komponen yang wajib ada dalam sebuah aplikasi DSS antara lain:

  • Database (knowledge base) berisi kumpulan data yang mampu mengarahkan pembentukan sebuah pendukung keputusan.
  • Model (decision content dan user criteria) untuk memodelkan sebuah keadaan.
  • User Interface, digunakan untuk mendukug interaksi antara pengguna dengan sistem yang ada.

Teknologi DSS meliputi beberapa level antara lain:

  • Aplikasi yang digunakan oleh pengguna. Aplikasi ini memungkinkan seorang pengguna untuk membuat sebuah keputusan dari berbagai data yang disediakan oleh aplikasi. Terdapat pula aplikasi yang bahkan mampu meluncurkan beberapa pilihan solusi yang memungkinkan seornag pengambil keputusan sehingga tingkat akurasi dari keputusan yang dihasilkan lebih baik.
  • Generator, termasuk di dalamnya hardware dan software serta bermacam-macam peralatan lain yang memungkinkan seorang developer untuk membangun sebuah aplikasi DSS. Beberapa tools yang mungkin digunakan antara lain: Crystal, AIMMS dan iThink.
  • Tools untuk lower level hardware dan sofware. Digunakan untuk melakukan pemrograman aplikasi DSS sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa aplikasi DSS dibangun dengan metode iterative, artinya aplikasi tersebut akan terus menerus mengalami evolusi seiring dengan perkembangannya. Sebuah sistem aplikasi yang diluncurkan tidak serta-merta lepas

Leave a Reply