Elon Musk dan Kolonisasi Mars

Di blog ini barangkali saya sudah menulis beberapa tulisan tentang Mars. Bagaimana planet tersebut dikagumi di masa lalu dan diidamkan sekarang ini. Mars menjadi pusat perhatian karena ia adalah planet dengan kemungkinan terbesar untuk ditinggali manusia selain bumi. Ia tidak begitu jauh, mempunyai beberapa komponen pendukung kehidupan termasuk air (walaupun jumlah dan bentuknya terbatas), dan mempunyai masa lalu yang serupa dengan bumi.

elon-musk-mars

Pada 26 September 2016 lalu, Elon Musk sang pendiri space-X, mempresentasikan idenya tentang bagaimana Mars seharusnya ditinggali manusia. Ia menggungkapkan bahwa kolonisasi Mars bukan hanya mungkin, namun dapat dilakukan dalam waktu yang dekat. Salah satu poin yang ia tekankan adalah menggunakan reusable rocket. Mengapa reusable rocket itu penting? Karena roket yang digunakan untuk penerbangan luar angkasa konvensional sekarang ini memakan cost yang cukup besar. Dan setelah penerbangan dilakukan, roket-roket tersebut akan terbuang. Tidak bisa digunakan kembali karena memang dirancang untuk sekali pakai. Jika kondisi ini dapat berubah, maka misi pengiriman manusia ke Mars dapat dilakukan dengan biaya yang lebih murah.

Elon Musk mengatakan, agar sukses maka penerbangan ke Mars tidak boleh terlalu mahal. Sekarang, satu misi ke Mars bisa membutuhkan milyaran dollar untuk sekali penerbangan. Reusable rocket mungkin bisa mengurangi sekian juta atau sekian milyar dollar, namun biayanya masih tetap saja mahal. Musk memprediksikan, jika mau affordable, penerbangan ke Mars harus berbiaya setidaknya sekitar $200,000 per orang. Atau setara dengan harga rumah kelas menengah di Amerika Serikat. Musk menambahkan, harga tersebut dapat dicapai dengan cara memperbanyak manusia yang dikirimkan per sekali penerbangan.

Dengan roket yang sekarang tengah dikembangkan oleh Space-X, Musk yakin bisa menerbangkan 100 – 200 orang dalam sekali kirim. Ini tentu bisa mengurangi harga per satu orang pengiriman ke Mars. Namun ada satu lagi masalah di sini, jika 100 orang dikirimkan dalam satu misi, apakah ada infrastruktur di Mars yang bisa menampung orang sebanyak itu?

space-x-interplanetary-transport
Space X Interplanetary Transport – Wahana Yang Direncanakan Musk Untuk Misi Mars

Sebelum misi manusia dikirimkan dengan jumlah besar, perlu dilakukan misi-misi pionir terlebih dahulu. Misi-misi tersebut bisa dalam bentuk misi orang ataupun misi robot yang bertujuan untuk menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan manusia dalam jumlah banyak. Tujuan Musk adalah menciptakan lingkungan yang bukan saja digunakan temporer, namun juga permanen. Ide ini tentu saja sangat besar, mengingat Mars sekarang belum mampu kita sebut sebagai habitable planet. Air memang ada, namun sulit untuk diperoleh dan jumlahnya sedikit, oksigen tidak ada, dan magnetic field yang berfungsi untuk menjaga dari radiasi matahari tidak terbentuk. Belum lagi masalah gravitasi yang hanya sepertiga dari yang bumi punya.

Target yang ingin dicapai Musk adalah 1 juta orang penghuni Mars. Dengan jumlah seperti itu, kelangsungan hidup manusia di planet tersebut akan mampu independen secara keseluruhan. Memang studi mendalam tentang berapa jumlah yang ideal untuk sebuah peradaban di planet lain dapat berjalan dengan baik masih belum dilakukan secara mendalam. Namun dengan hitungan kasar sekarang ini, angka satu juga barangkali adalah yang paling rasional.

Leave a Reply