Lima Panzer Jerman Terbaik Selama Perang Dunia 2

Panzer Jerman merupakan simbol supremasi militer selama Perang Dunia 2. Atau setidaknya bagian awal dari perang panjang itu. Dengan kendaraan lapis baja itu, NAZI mampu mendominasi Eropa dalam waktu yang relatif singkat. Dari medan pertempuran Polandia hingga Perancis Utara. Dari padang pasir Afrika Utara hingga dinginnya Norwegia.

Panzer III - Front RussiaPanther Tank
Tiger Tank RussiaPanzer IV Formation

Dari sekian banyak Panzer yang dioperasikan Jerman, kami mencoba untuk mengambil lima terbaik diantaranya. Urutan yang kami buat ini berdasarkan beberapa referensi yang telah kami baca sebelumnya. Namun tetap saja, urutan yang kami buat tetaplah sebuah opini. Anda boleh saja setuju, boleh saja tidak. Dan berikut, lima panzer terbaik yang dimiliki Jerman selama Perang Dunia ke 2.

05. Panzer III

Panzer III adalah tank pertama Jerman yang benar-benar di desain untuk melakukan tank-to-tank combat. Panzer Jerman ini sangat ditakuti di babakan awal Perang Dunia ke 2 karena kecepatan dan daya gempurnya yang kuat. Namun sayang sekali, aksinya di Polandia dan Perancis terbatas oleh jumlahnya yang masih minim.

Panzer III - Panzer Jerman

Panzer III masih digunakan luas oleh Jerman hingga pertempuran di front Afrika Utara dan babakan awal Barbarossa. Namun ketika dihadapkan pada tank-tank seketu seperti T-34, Panzer III tidak mempunyai kekuatan daya gempur yang cukup. Karena itu Jerman lebih memilih untuk meng-upgrade Panzer IV yang mempunyai lapis baja lebih kuat dan meriam yang jauh lebih heat lagi.

Namun di tahun 1942, bukan berarti karir Panzer III tamat. Wehrmacht mencoba untuk menggunakan casis Panzer III untuk kebutuhan lain seperti StuG III dan kemudian di-upgrade menjadi StuG 42. StuG atau Sturmgeschütz merupakan salah satu varian assault gun Jerman yang paling berhasil. Terdapat lebih dari 10,000 StuG III dan 1,200 varian StuG 42 dibangun. Lebih banyak dari Panzer III yang total dibuat lebih kurang 5,700 unit.

04. Panzer 38(t)

Panzer 38(t) barangkali termasuk salah satu tank yang paling jarang didengar pada waktu Perang Dunia 2. Namun tank inilah yang paling realible dan tersedia di babakan awal operasi Polandia dan Perancis. Yang mengherankan adalah, Panzer 38(t) bukanlah asli milik Jerman. Tank ini adalah pabrikan Chekoslovakia, dan ketika negara ini dianeksasi oleh Jerman tahun 1938, maka Panzer 38(t)-pun secara otomatis berada di bawah komando Hitler.

Panzer 38t

Total terdapat 1414 Panzer 38(t) yang pernah diproduksi. Namun terdapat beberapa varian lain dari Panzer 38(t) yang dibangun. Salah satu varian tank ini yang cukup dikenal adalah Marder III dan Hetzer atau Jagdpanzer 38. Mereka berfungsi sebagai tank-destroyer, varian tank yang cukup penting bagi Jerman mengingat produksi tank sekutu yang membludak di akhir Perang Dunia 2.

Jerman sendiri mampu memproduksi tank yang cukup bagus secara desain dan teknologi. Namun kapasitas produksi mereka di akhir perang sangat terbatas. Konversi Panzer 38(t) dirasa penting karena ia menggunakan casis yang sudah tersedia. Hetzer misalnya, dari fase blueprint hingga operasional hanya membutuhkan waktu 3-4 bulan saja. Waktu yang terbilang cukup singkat untuk pengembangan sebuah kendaraan perang.

03. Tiger

Tank Tiger barangkali adalah tank Jerman yang paling terkenal seantero Perang Dunia 2. Reputasinya sebagai tank monster yang sulit terkalahkan masih terus tertanam di benak pasukan sekutu. Bahkan hingga akhir perang itu berlangsung ketakutan pasukan tank sekutu masih terasa ketika bertemu dengan Tiger.

Tiger Tank Attack

Yang mengherankan, negara sekutu seperti Soviet juga mempunyai Heavy Tank sejenis seperti Tiger. Mereka bahkan memproduksinya jauh lebih awal dibandingkan dengan Jerman. Tank-tank seperti KV-1 dan KV-2 sempat membuat divisi-divisi Panzer Jerman kewalahan.

Di berbagai forum dan diskusi, mayoritas sepakat bahwa Tiger mampu menjadi penentu sejarah. Seperti halnya T-34 maupun Sherman milik sekutu. Namun potensi dari Tiger jatuh ketika melihat jumlah produksinya. Selama perang, Jerman hanya mampu memproduksi 1,500 buah Tiger 1 dan kurang lebih 500 buah Tiger 2. Sangat jauh dibandingkan dengan tank andalan sekutu seperti T-34 yang mencapai jumlah lebih dari 35,000.

Rumitnya proses produksi dan teknologi yang digunakan di dalam Tiger adalah faktor utama. Belum lagi kemampuan industri Jerman yang terus mendapatkan hantaman dari pemboman sekutu.

02. Panther

Barangkali nama Panther tidak setenah Tiger, namun pakar menyebutkan bahwa Panther mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan sepupu bontotnya itu. Salah satu yang menonjol dari Panther adalah kecepatannya. Panzer Jerman yang satu ini mempunyai kecepatan maksimal 55km/jam sedangkan Tiger hanya mampu 45 km/jam. Panther juga mempunyai slop armor di bagian depan, ini memungkinkannya untuk menggunakan baja yang lebih tipis namun mempunyai perlindungan yang sama dengan baja tebal.

Panther Tank Late

Debut Panther dimulai pada Pertempuran Kursk pada tahun 1943. Wehrmacht bertujuan untuk menggantikan Panzer IV sebagai tank medium utamanya. Bisa dibilang, tank ukuran medium pada waktu itu adalah MBT-nya masa sekarang. Namun berbagai macam kendala teknis seperti kurangnya bahan baku, dan pemboman yang dilakukan sekutu membuat produksi tank tidak mampu optimal.

Tidak seperti Tiger yang semata mengandalkan tebalnya lapisan baja. Panther mempunyai frontal sloped armor yang cukup untuk menangkis serangan anti tank maupun meriam tank lain pada masanya. Sloped armor memungkinkan Panther untuk menggunakan lapisan baja lebih tipis namun tetap mempunyai proteksi yang mirip dengan panzer berzirah tebal. Kelebihan itulah yang membuat Panther mampu melaju lebih kencang dibandingkan dengan Tiger atau heavy tank lain milik sekutu.

01. Panzer IV

Hmmm, Panzer IV? Mungkin itulah yang sebagian besar orang ketika pertama kali mendengar nama itu. Orang terbiasa mendengar Panther atau Tiger, namun jarang mendengar Panzer IV yang diberi nama “Mark” itu. Kenyataannya, Panzer IV justru adalah tulang punggung angkatan bersenjata Jerman di tengah hingga akhir Perang Dunia 2. Dan lebih dari 8400 buah telah dibuat dalam berbagai varian.

Panzer IV Ausf H (Panzer Jerman)
Panzer IV Ausf H

Panzer IV awalnya digunakan sebagai infantry-support, bukan untuk tank-to-tank combat. Namun Panzer III yang seharusnya berperan sebagai garda depan justru terbukti mlempem menghadapi T-34 milik Soviet. Alhasil, berbagai usaha dilakukan untuk upgrade Panzer IV, bahkan salah satunya dengan menambahkan 7.5 cm (2.95 in) KwK 40 L/48 main gun. Sebagai penghantam armor T-34 yang cukup mumpuni. Atau menambahkan side armor to 20 mm (0.79 in) untuk proteksi (seperti foto diatas).

Jagdpanzer IV
Jagdpanzer IV

Casis Panzer IV juga digunakan untuk membuat varian-varian kendaraan lapis baja lain. Salah satu contohnya adalah Sturmpanzer 43 Brummbär yang merupakan self-propelled gun. Atau Flakpanzer IV “Wirbelwind” yang merupakan artileri anti pesawat terbang mobile. Namun yang paling terkenal dari varian Panzer IV adalah Jagdpanzer IV, Sd.Kfz. 162 yang berfungsi sebagai tank hunter.

Lalu mengapa Panzer IV harus berada di urutan pertama dari list ini? Jawabannya simple, Panzer IV adalah panzer yang paling digunakan secara luas oleh angkatan bersenjata Jerman. Dari mulai Afrika Utara hingga ke padang rumput Russia yang luas. Dalam pertempuran Kursk sekalipun, panzer ini masih masih mampu membuktikan kehebatannya. Meskipun ia harus cukup kalang kabut menghadapi T-34 Soviet.

 

 

2 Comments

    1. Perang kemungkinan akan terjadi kembali, entah dalam bentuk apa. Namun kita harap, perang hanya terbatas pada konflik2 lokal seperti yang sekarang terjadi di Timur Tengah maupun Afrika.

Leave a Reply