Manusia Akan Berevolusi Menjadi Apa?

Evolusi masih menjadi perdebatan hangat di Indonesia. Di satu sisi ada yang berargumen bahwa ia hanya sekedar teori dan tidak mempunyai bukti kuat. Sedangkan di sisi lain ada yang berpendapat bahwa ia adalah proses alami yang terjadi di setiap makhluk hidup. Tidak terkecuali juga manusia.

Di dalam teori evolusi, dijelaskan bahwa manusia berasal dari primata (bukan kera). Kera dan manusia sama-sama berasal dari jalur primata yang sama. Jika anda ingin mempelajari bagaimana jalur primata itu hingga ke manusia, well ada banyak sekali artikel dan video yang mampu menjelaskan kepada anda di internet. Cari saja, dan mungkin anda akan menemukan banyak sekali bahan untuk dipelajari. Ada satu pertanyaan menarik tentang proses evolusi ini. Proses ini tidak akan berhenti dan kemungkinan akan terus merubah manusia ke depannya. Mutasi genetik dan perubahan iklim yang mempengaruhinya turut membuat proses evolusi bergerak secara dinamis. Namun apakah musti selamanya seperti itu?

Evolusi tidak selalu menciptakan generasi yang lebih baik dari sebelumnya. Namun generasi yang mampu lebih baik beradaptasi dengan alam akan mampu bertahan hidup lebih baik pula dengan alam. Dan siapapun yang mampu bertahan hidup akan mempunyai kesempatan lebih banyak untuk meneruskan ke garis keturunan berikutnya. Apakah proses seperti ini selalu menghasilkan garis keturunan lebih baik? Tentu saja tidak.

Alam selalu berubah dan kadang berubah dengan sangat cepat. Terkadang perubahan seperti ini akan membunuh sebagian besar makhluk, tidak peduli sehebat apapun mereka beradapatasi dengan alam. Jadi apakah evolusi mempunyai batasan?

Saya rasa evolusi terus akan terjadi dan tak punya batasan dari sisi perkembangan. Namun evolusi jelas mempunyai batasan mengenai apa yang akan ia hasilkan. Sebagai contoh, tubuh makhluk hidup tidak akan terus berkembang menjadi lebih besar hanya karena ia lebih kuat daripada lawannya untuk memperoleh sumber makanan. Ada gravitasi yang membuat tulang makhluk hidup terbatas besarnya. Ini juga yang menyebabkan seleksi alam berjalan dua arah. Baik bagi yang lemah, maupun baik yang berkembang terlalu kuat (besar).

Lalu, apakah hal tersebut juga akan terjadi pada kecerdasan? Maksud saya, apakah kecerdasan itu benar-benar dibutuhkan untuk bertahan hidup dan memenangkan seleksi alam di dunia ini? Dan jika kecerdasan manusia begitu hebatnya, apakah suatu saat nanti ada batas di mana kecerdasan tidak mampu lagi untuk berkembang lebih jauh dan lebih kompleks lagi?

Dalam beberapa ratus tahun ini, perkembangan manusia begitu cepat dan bisa dibilang hebat. Hasil dari kolektivitas otak jutaan manusia telah menghasilkan sebuah peradaban, teknologi, dan kebudayaan yang belum perah dilihat sebelumnya. Jika terus berjalan seperti ini, apakah manusia suatu saat nanti mampu mengalahkan alam di sekitarnya? Dalam artian, benar-benar mampu mengalahkan alam dengan menyebarkan kehidupan ke seantero tata surya, bahkan galaksi jika memungkinkan?

Jawaban dari pertanyaan di atas masih menjadi misteri sampai saat ini. Bahkan bagi para ilmuwan paling cerdas sekalipun. Teori seperti fermi-paradox masih terus membayangi masa depan kita. Tentang apa dan bagaimana fermi-paradox sudah saya bahas pada beberapa posting saya sebelumnya. Anyway, ada satu invensi manusia yang mungkin dapat membantu masa depan kita yang tak pasti itu (atau jika kita salah mengelelolanya, kita justru hancur olehnya).

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah sebuah hal yang mampu mengantarkan manusia ke tahapan yang jauh lebih tinggi. AI mampu mengkalkulasikan banyak hal dalam waktu yang sekaligus. Kemampuan manusia bisa dikalahkan dengan cara yang mudah. Memang, untuk saat ini AI belumlah sempurna (atau memang tidak akan pernah mencapai tahap sempurna), namun dalam waktu singkat tidak bisa dipungkiri ia akan mengalahkan kemampuan manusia. Bahkan jika kemampuan seluruh manusia dioptimalkan dan disatukan.

Elon Musk pernah menggungkapkan ketakutannya kepada AI, ia percaya jika AI akan menjadi ancaman bagi eksistensi manusia di masa yang akan datang. Sementara itu Mark Zukerberg menggungkapkan hal yang sebaliknya. Ia berpendapat bahwa AI mampu membantu manusia. Dan ilmuwan di seluruh dunia memang mempunyai pendapat terpisah tentang AI. Ia bisa menjadi ancaman namun bisa juga menjadi penyelamat.

Kembali lagi ke masalah evolusi, terutama kecerdasan manusia. Jika kecerdasan manusia memang dan kemungkinan besar ada batasannya di suatu titik. Maka manusia memang membutuhkan sebuah instrument atau pembantu yang memungkinkan, atau dengan kata lain membuka peluang agar manusia mampu terus bertahan hidup di dunia ini. Dan barangkali AI adalah salah satu jawaban yang bisa dipertimbangkan. Memang, AI mempunyai kontroversi, dan kontroversi itu barangkali akan terus ada sampai kapanpun.

Jika memang perlu bantuan dari AI, apa yang sebenarnya dapat AI lakukan kepada kita?

Sampai sekarang kita tidak tahu persis sampai batasan mana AI dapat berkontribusi pada kehidupan manusia. Apakah ia hanya sebatas sebagai asisten atau sampai ke dalam tahap hingga terintegrasi. Jika sebagai asisten, barangkali beberapa hal yang kita lakukan sekarang ini sedikit banyak telah dibantu dengan keberadaan AI. Beberapa situs pencari, online shop, ataupun game menggunakan AI untuk meningkatkan user interaction dan membuat layanan mereka jauh lebih unggul dari kompetitor lain. Penggunaan AI (secara terbatas) ini membuat mereka mampu merajai pasar.

Barangkali benar kata Eliezer Yudkowsky – seorang peneliti AI, “By far, the greatest danger of Artificial Intelligence is that people conclude too early that they understand it”. Kita tidak tahu apa-apa tentang AI, mekipun manusia adalah pencipta dari AI itu sendiri. Bisajadi, AI akan menjadikan manusia menjadi lebih sempurna, lebih tinggi, dan lebih sejahtera di dalam berbagai hal. Namun bisa juga AI membuat manusia menjadi budak, atau bahkan dengan mudah memusnahkan kita. Entahlah, semuanya hanyalah hipotesa karena semua itu belum terjadi. Hanya saja, dari semua potensi yang mungkin, kita paham benar bahwa AI adalah sebuah ciptaan yang luar biasa. Ia unik, cerdas, memukau, dan mempesona. Seperti juga halnya dengan manusia. Bisa jadi AI adalah sebuah entitas baru yang merupakan rangkaian tak terputus dari proses evolusi itu sendiri. Proses untuk menciptakan sebuah entitas yang mempunyai kemampuan luar biasa. Dan manusia hanya medium, sebuah middleware dari proses penciptaan entitas tersebut.

 

 

 

 

Leave a Reply