Masa Depan Manusia Dalam Sudut Pandang Kosmos

Selama beberapa ribu tahun terakhir, manusia, sebagai spesies mampu berkembang dalam sebuah akselerasi yang menggagumkan. Dahulu, spesies kita hanya mampu berburu, menangkap hewan-hewan untuk kita jadikan santapan. Terkadang kita juga meramu bahan alam, menjadi tambahan energi yang membuat kita mampu bergerak dan berpikir lebih maju. Namun sekarang kita mampu memanipulasi alam. Menyebar benih-benih gandum dan padi untuk dijadikan makanan pokok, membiakkan hewan-hewan ternak secara besar-besaran, dan merubah muka bumi untuk kepentingan kita. Kita membangun kanal-kanal dari alur alami sungai, membangun kota-kota, menyebarkan spesies kita bahkan hingga tempat paling sulit dihuni sekalipun. Kita seakan telah menjadi penguasa di muka bumi, satu-satunya planet (atau setidaknya begitulah pemikiran kita sekarang) dengan makhluk hidup di dalamnya. Akan tetapi, apakah benar demikian keadaannya? Apakah kita telah benar-benar menjadi seorang penguasa di muka bumi?

Earth

Manusia telah menjejakkan kaki selama kurang lebih satu juta tahun di bumi, namun peradaban yang kita bangun sebenarnya tidak lebih dari beberapa ribu tahun saja. Sebuah ukuran yang sangat pendek dibandingkan dengan usia kosmos, alam semesta, yang mencapai milyaran tahun. Bisa dibilang, kita hanyalah makhluk kemarin sore, sekumpulan makhluk yang masih ingusan, atau newbie :D. Perjalanan kita sebagai spesies (seharusnya) masih sangat panjang, dan tugas kita untuk mempertahankan kemungkinan itu. Sebuah tugas yang tidak mudah, karena kita sebetulnya belumlah menjadi penguasa, bahkan di rumah kita sendiri.

Manusia masih merupakan spesies yang rapuh, sama dengan ribuan tahun yang lalu. Beberapa hari lalu, sebuah pecahan meteor jatuh di Russia, menewaskan beberapa orang dan ratusan sampai ribuan orang terluka akibat serpihan atau pecahan kaca gedung yang dilewatinya. Beberapa tahun yang lalu, ketika tsunami menghantam Jepang di tahun 2011 atau di tahun 2006 ketika tsunami dan gempa menghantam Aceh, kita masih ingat bagaimana ribuan korban tewas dengan begitu mudahnya. Alam masih lebih berkuasa daripada kita, dan sebuah bencana kecil saja di planet ini, dapat mengancam jiwa dari setiap individu manusia.

Lalu bagaimana cara kita untuk bertahan? Apakah kita harus menyerah begitu saja terhadap alam? Dan membiarkan masa depan kita dalam sebuah ketidakpastian?

Manusia perlahan-lahan telah bangkit, dari manusia yang hanya mampu bergantung terhadap alam, kini mampu sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya terhadap alam itu sendiri. Dan proses yang telah kita mulai beberapa ribu tahun yang lalu akan terus menerus menyempurnakan diri. Sekarang, barangkali kita belum mampu sepenuhnya untuk menguasai alam namun kita suatu saat pasti akan dapat mengatasi segala ancaman yang alam berikan.

Prof. Michio Kaku membagi tahap peradaban manusia ke depan menjadi 3 bagian. Pertama adalah tahap di mana kita mampu menguasai planet kita sendiri. Di sini, manusia mampu mengatasi segala tantangan alam dalam skala planet. Jika cuaca tidak bersahabat, kita mampu memperbaikinya. Jika Iklim menjadi kacau, kita mampu mengendalikannya. Jika energi habis, kita mampu mengolahnya dari setiap sudut planet bumi. Jika alam dan atsmosfer telah rusak, kita mampu untuk mengubahnya kembali. Segala tantangan alam yang diberikan oleh planet dapat diatasi dengan mudah pada tahap ini.

Kedua adalah tahap di mana kita mampu menguasai bintang. Bintang atau matahari adalah sebuah sumber energi alam yang luar biasa besar. Energi yang diberikannya akan mampu menyokong kehidupan peradaban manusia selama jutaan tahun, milyaran mungkin jika mau. Ketergantungan energi manusiapun akan berubah secara drastis, dari yang masih menggunakan energi nuklir, fosil, dan panas bumi menjadi ketergantungan terhadap sebuah sumber energi yang hampir tak terbatas (untuk waktu yang sangat lama).

Ketiga, manusia akan mempunyai kemampuan untuk menguasai galaksi. Jangan mengganggap ini sebagai sebuah fiksi ilmiah, menguasai galaksi bukan berarti mengkolonisasi planet lain untuk dijadikan jajahan, namun murni sebagai usaha penguasaan untuk sumber daya alam guna melangsungkan hidup kita sebagai spesies. Dengan penguasaan kekuatan bintang-bintang, kekuatan manusia untuk melakukan ekspansi nyaris tak terbatas, sepanjang ekspansi itu masih terbatas pada skala galaksi.

Masa depan adalah masa di mana science fiction dan realitas bersatu (seperti melihat star wars – hanya dalam versi nyata :D). Akan tetapi tidak sepenuhnya jalan menuju masa yang penuh dengan kemajuan itu berlangsung dengan mudah. Manusia perlu sebuah cambuk untuk mencapai lompatan kemajuan. Perang berdarah seperti Perang Dunia 2 adalah sebuah contoh yang baik. Entah apa cambuk yang akan membawa manusia untuk maju ke lompatan peradaban pertama yang di sebutkan Prof. Michio Kaku di atas. Apakah itu berarti bahwa manusia masih belum masuk bahkan pada tahap peradaban pertama? Ya, manusia belum masuk bahkan untuk sekedar menguasai planetnya sendiri. Kita masih dalam perjalanan panjang untuk itu. Kita masih tergantung kepada planet, ketika planet ini tiada, maka hancurlah pula seluruh peradaban yang telah kita bangun selama ribuan tahun.

Lalu bagaimana kita akan mencapai peradaban kosmos tingkat pertama? Dan berapa lama kita akan mampu menggapainya?

Caranya mudah sekali, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebuah kunci mutlak. Dan kesadaran bahwa sebenarnya spesies kita berada di dalam ancaman setiap waktu. Dengan perpaduan itu, kita akan dapat mencapai lompatan kemajuan yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Dan lompatan itu, diprediksi tidak akan lama lagi, mungkin dalam puluhan, atau paling lama ratusan tahun lagi.

Leave a Reply