Bagi Penentang Demokrasi

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar denggung-denggung yang mencoba mengusik demokrasi. Sistem politik yang secara de facto sudah menjadi jati diri negara ini semenjak 20 tahun lalu (walaupun orde baru dan orde lama sama-sama mengklaim demokrasi) mulai dari reformasi. Demokrasi, oleh sebagian orang itu, entah dianggap gagal, atau produk asing, atau tidak sesuai dengan agama, atau dianggap sesat. Intinya, demokrasi dianggap harus diganti dengan sistem lain yang bagi sebagian orang itu dirasa tepat.

Demokrasi, Pilihan, dan Kebebasan

Demokrasi sendiri disebut-sebut lahir di Yunani ketika era city-states berkembang. Namun ide dari demokrasi itu sendiri ada di banyak tempat lain dan berkembang dengan cara berbeda. Di Indonesia sendiri, demokrasi berkembang melalui cara musyawarah. Yang secara luas dikenal sebagai penggambilan keputusan bersama secara mufakat, tanpa menggunakan voting. Tapi pada masa-masa tertentu, penggambilan suara terbanyak terkadang tetap dilakukan di musyawarah dan itu sah-sah saja.

Selepas era rovulusi Amerika, perlahan negara barat mulai mengadopsi sistem demokrasi modern yang kita kenal sekarang ini. Pemilihan pemimpin dilakukan dengan pengambilan suara baik itu secara langsung ataupun diwakilkan melalui parlemen. Pun-banyak negara yang mengadopsi demokrasi-monarki (seperti Inggris sampai ke Jepang) dimana monarki masih menduduki tahta-nya, namun pemerintahan dijalankan oleh elit politik.

Continue reading →

Partai NAZI dan Jerman di tahun 1930an

Banyak orang mengira Partai NAZI berkuasa di Jerman dengan jalan revolusi atau kudeta seperti yang terjadi pada komunisme di Soviet. Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. NAZI mendaki tampuk kekuasaan lewat jalan yang legal. Ia memenangkan pemilu Jerman pada Juli 1942, November 1942, dan Maret 1943. Yang terakhir membuat NAZI memenangkan 43% kursia, dan (bersamaan dengan kematian Ludendorff) membuat Hitler menjadi Presiden + Perdana Menteri Jerman. Atau dengan kata lain, Fuhrer.

Anggota Partai NAZI Berfoto Dengan Hitler di Tahun 1930 (Sumber: Wikipedia/Bundesarchive)

Dalam sejarahnya, Partai NAZI memang pernah melakukan pemberontakan. Pada 8 November 1923 Hitler memutuskan untuk melakukan Long March seperti yang dilakukan oleh Benito Mussolini pada 1922. Namun malang, pemberontakan yang hanya didukung oleh 2,000 anggota militer tersebut gagal. Bahkan, 16 anggota partai terbunuh. Hitler sendiri harus mendekam di dalam penjara, dan di sana, ia menuliskan sebuah buku yang akan menjadi “kitab-nya” orang-orang Nasional Sosialis di tahun mendatang. Buku tersebut berjudul Mein Kampf, Perjuanganku.

Fenomena kemangan NAZI di dalam pemilu Jerman sebenarnya adalah sebuah fakta yang menarik. Sebuah rezim demokratis Jerman mampu menghasilkan sebuah rezim diktator yang bisa dikatakan salah satu yang terkejam dalam sejarah manusia. Kita jadi bertanya-tanya, apa yang salah dengan sistem Jerman di kala itu?

Continue reading →

Tech Utopia dan Masa Depan Manusia

Stephen Hawking dan Elon Musk dalam beberapa kali kesempatan mengutarakan kekhawatiran mereka terhadap perkembangan Artificial Intelligence (atau yang sering kita sebut sebagai kecerdasan buatan/AI). Mereka berpendapat bahwa AI akan mampu menggantikan peran manusia seutuhnya dalam beberapa dekade. Bukan hanya sebagai pekerja kasar, namun juga sebagai pekerja white collar seperti akuntan, dokter, pekerja di bidang IT, jurnalis, pialang, manajer investasi, bahkan seniman. Perkembangan AI memang cukup pesat dalam beberapa tahun belakangan. Dari apa yang awalnya hanya sebuah mesin otomatisasi, kini telah berubah menjadi mesin yang membuat hidup manusia jauh lebih mudah.

Elon Musk (Kiri) dan Stephen Hawking (Kanan)

Di dalam dunia industri, kinerja mesin telah banyak menggantikan manusia. Manufaktur otomotif misalnya, jika kita ada waktu untuk melihat-lihat bagaimana pabrik mereka beroperasi. Kita akan menemui lebih banyak pekerjaan kasar dilakukan oleh mesin daripada oleh manusia. Dalam melakukan pekerjaan kasar, manusia memang ada batasnya. Kita bisa merasa lelah, mengantuk, atau melakukan kesalahan-kesalahan. Sedangkan mesin dipandang lebih tahan banting. Walaupun memang, dalam beberapa aspek, mesin perlu maintenance yang cukup intensif juga. Dan maintenance tersebut sampai saat ini masih dilakukan oleh manusia. Yang dipandang lebih intuitif, dan mampu berpikir secara konstruktif. Namun apakah selamanya seperti itu?

Jika kita sedikit menilik kehidupan digital sehari-hari, kita akan menemui banyak hal absurd yang tidak pernah ditemui sebelumnya. Misalnya saja, kita baru saja berbelanja suatu barang di online shop. Dan beberapa hari kemudian ketika kita mengunjungi website lain. Maka ada iklan di website tersebut yang menawarkan barang sejenis dengan beberapa variasi harga. Di kasus lain, ketika kita pergi berlibur ke suatu tempat dan mengandalkan GPS untuk mencari jalan. Maka aplikasi GPS/Maps mampu memberikan saran kepada kita untuk mengambil jalan paling cepat, meskipun jalan tersebut terkadang memutar dan sedikit lebih jauh dari jalan sebelumnya.

Continue reading →

Apakah Rommel Bisa Menang di Afrika Utara?

Erwin Rommel barangkali ada adalah Jenderal Jerman yang paling terkenal selama Perang Dunia 2. Ia oleh sekutu dianggap Jenderal yang paling brilian, tidak otodoks, dan terutama sekali gentleman selama perang yang brutal itu. Nama Rommel sendiri melejit akibat kampanye yang ia lakukan di Afrika Utara. Ia dengan Deutsche Afrika Korps (DAK) atau Korps Jerman Afrika berhasil menyelamatkan keruntuhan koloni Italia di Libya (paling tidak untuk sementara) dan bahkan berhasil melaju hingga ke Mesir. Memang, pada akhirnya Afrika Korps harus bertekuk lutut kepada sekutu 13 Mei 1943 di Tunisia, dan Rommel sendiri dipindah tugaskan ke Italia serta nanti kemudian di Normandia. Namun, selalu ada pertanyaan menarik di sini, apakah Rommel sebenarnya bisa memenangkan kampanye militer Afrika Utara?

Rommel Bersama Staf DAK di Afrika Utara

Pertama, kita harus tahu latar belakang kampanye Afrika Utara tersebut. Mengapa Hitler tidak membiarkan sekutunya Italia untuk bertempur sendirian di sana? Italia dan Jerman meskipun sama-sama negara fasis totalitarian, namun mereka mempunyai kemampuan industri yang berbeda. Industri Italia tidak sekuat Jerman, karena banyak faktor. Selain itu, program pengembangan militer mereka terbilang sedikit tertinggal dari Jerman. Karena itulah ketika dihadapkan kepada Inggris yang terbilang jauh lebih siap menghadapi perang, kekuatan Italia porak-poranda. Koloni mereka di Ethiopia yang baru mereka rebut tahun 1936 jatuh dengan mudah ke tangan sekutu. Dan sekarang giliran Libya di Afrika Utara. Hitler tentu tidak ingin sekutu menang mudah atas Italia. Karena jika Italia runtuh, maka Jerman boleh dikata sendirian di Eropa.

Panzer Deutsche Afrika Korps (DAK) di Afrika Utara

Kedua, kita juga harus tahu mengapa Rommel sampai kalah di Afrika Utara. Masalah utama yang dihadapi Rommel adalah logistik. Banyak sekali logistik yang dibutuhkan Afrika Korps dan tentara Italia di Afrika Utara tidak sampai di garis depan. Dalam pertempuran modern, logistik adalah nadi utama dari tentara. Sebuah tentara tidak bisa lagi mengandalkan barang jarahan untuk bertahan hidup seperti perang kemerdekaan Amerika ke belakang. Sekarang, sebuah tentara harus benar-benar well supplied, well equip, dan well trained.

Continue reading →

Bagaimana Dengan Perang Dunia 3?

Perang Dunia 2 adalah salah satu perang paling berdarah dalam sejarah manusia. Jutaan orang tewas baik akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari perang tersebut. Sebuah perang yang benar-benar mengerikan, baik dari sisi skala maupun intensitas pertempurannya. Perang Dunia 2 bisa disebut sebagai satu rangkaian perang dengan Perang Dunia 1 atau Weltkrieg atau Great War. Perang yang menentukan garis batas dan tatanan politik modern.

Parade Militer Russia (Victory Parade) Yang Selalu Diadakan Dengan Meriah

Sebelum Perang Dunia 1, perang adalah cara yang diterima secara konsensus ketika diplomasi antara dua entitas negara tidak mampu lagi untuk berjalan. Horror dan korban dari Perang Dunia 1 membuat tren peperangan sempat menurun, namun tidak untuk waktu yang lama. Penyerbuan Jepang ke Manchuria, aneksasi Italia ke Ethiopia, dan Perang Saudara di Spanyol adalah preseden Perang Dunia 2. Beberapa pendapat bahkan memasukannya sebagai runtutan tak terpisahkan dari perang besar tersebut.

Perang Modern adalah perang secara total, garis depan tidak lagi suatu ladang yang berada jauh dari perumahan penduduk. Bagian terpencil dari sebuah negara yang sedang bertempur tidak dapat luput dari dampak pertempuran. Pemboman oleh pesawat terbang, atau pembuatan roket-roket (seperti V1 dan V2) pada Perang Dunia 2 adalah contohnya. Mereka dapat menjangkau ribuan kilometer jauhnya dari medan pertempuran garis depan. Menghancurkan suplai di garis belakang, lumbung-lumbung pangan, atau sekedar membuat moral dari penduduk negara hancur luluh.

Continue reading →