Pengepungan Dunkrik – Kesalahan Pertama dan Terburuk Jerman Selama Perang Dunia 2

Pengepungan Dunkrik – Penyerangan Jerman ke Perancis pada April 1940 nampak begitu menjanjikan. Pertahanan sekutu sepanjang perbatasan Belanda, Belgia dan Luxemburg runtuh hanya dalam hitungan hari. Pasukan dari ketiga negara itu mundur ke garis perbatasan baru, yaitu di sepanjang garis marginot lini di Perancis. Di sana, bala bantuan Inggrispun telah siap. Total, Inggris mengirim lebih dari dua ratus ribu pasukan ke Perancis. Sehingga membuat kekuatan gabungan sekutu berjumlah lebih dari 1,7 juta manusia. Jauh lebih besar dari pasukan Jerman yang diperkirakan hanya berjumlah 1.2 juta manusia.

Peta Pengepungan Dunkirk (Sumber http://www.cheminsdememoire.gouv.fr)
Peta Pengepungan Dunkirk
(Sumber http://www.cheminsdememoire.gouv.fr)

Marginot lini adalah sebuah garis pertahanan yang dibuat Perancis sepanjang perbatasannya dengan Jerman. Garis itu membentang dari daerah Saar, Luxemburg, dan Belgia. Namun kekuatan utama garis perbatasan itu adalah daerah Saar, sementara itu begian lain kurang mendapat perhatian. Kelemahan inilah yang dilihatdilihat Jerman. Salah satu wilayah di sekitar hutan Hurtgen Belgia menjadi area yang menjadi sasaran Wehrmacht (angkatan perang Jerman) untuk melancarkan serangannya. Serangan ini dirancang oleh seorang maestro perang bernama Erich von Maenstein. Bersama dengan Jendral Panzer, Heinz Guderian, Maenstein merencanakan serangan menjadi sebuah serangan cepat dengan mengandalkan Divisi Panzer dan Divisi Bermotor sebagai tulang punggungnya. Serangan semacam inilah yang kemudian disebut sebagai Blitzkrieg.

Serangan Blitzkrieg menuai sukses besar. Pertahanan pasukan sekutu di antara Belgia dan Perancis ambruk. Serangan ini menusuk dari hutan Hurtgen dan terus melaju hingga sedan dan dataran utara Perancis. Pasukan sekutu terpecah menjadi dua. Satu berada di Perancis selatan dan sisanya terkurung di utara. Pasukan yang terkurung di utara inilah yang menjadi bulan-bulanan Wehrmacht. Pasukan Jerman itu terus mendesak pasukan yang sudah terkurung dan putus harapan itu hingga ke tapal batas pantai di kota Dunkirk. Namun disinilah sebuah keanehan terjadi. Hitler memutuskan untuk menghentikan serangan.

Terdapat lebih dari tiga ratus ribu pasukan yang terkurung di Kota kecil Dunkirk. Pasukan itu adalah kumpulan dari Pasukan Inggris, Perancis, Belgia, sebagian kecil Belanda, Luxemburg dan Polandia. Tidaklah jelas keputusan Hitler untuk menghentikan serangan di Dunkirk. Namun karena keputusannya inilah, tiga ratus ribu tentara sekutu berhasil lolos ke tanah Inggris. Inggris memprioritaskan penggungsian ini dengan mengirim ribuan kapal (sebagian besar merupakan kapal nelayan dan komersial) untuk menyelamatkan pasukan yang telah terdesak ini. Beberapa ahli masih berdebat tentang keputusan Hitler ini, namun setidaknya ada beberapa kemungkinan yang paling banyak dibicarakan.

Pertama, Hitler ingin memberi kesempatan kepada Luftwaffe (angkatan udara Jerman) untuk menunjukan kekuatannya. Sementara ini, kemenangan-kemenangan Jerman (Di Polandia maupun babakan pertama Invasi Perancis) lebih banyak disumbangkan oleh Heer (Angkatan Darat Jerman) sehingga menimbulkan kecemburuan bagi angkatan yang lain. Hal itulah yang ingin dihindari. Hitler berharap bahwa Luftwaffe mampu memberikan pukulan terakhir yang telak kepada pasukan sekutu yang telah terdesak di Dunkirk. Namun malang, meskipun Luftwaffe telah mengerahkan seluruh kekuatannya, tiga ratus ribu tentara sekutu tetap berhasil lolos ke tanah Inggris. Hal tersebut disebabkan karena sebenarnya Luftwaffe lebih dirancang sebagai supporting fire. Bukan sebagai penghantam utama kekuatan musuh. Sejarah juga mencatat bahwa sampai detik akhir perangpun, kekuatan udara tidak mampu menjadi sebuah penentu akhir peperangan. Amerika yang telah meluluhkan kota-kota Jerman di tahun 1944 pun tidak mampu membuat negara NAZI itu bertekuk lutut. Angkatan daratlah yang kemudian harus merebut pusat kekuatan NAZI di berlin, lebih dari setahun kemudian di tahun 1945. Barulah ketika bom atom berhasil dibuat dan dijatuhkan ke Jepang pada Agustus 1945. Pertama kalinya sebuah kekuatan udara dapat menjadi penentu jalannya pertempuran.

Kedua, daerah sekitar dunkirk adalah daerah orang-orang Flanders. Orang-orang Flanders relatif masih mempunyai ikatan darah dengan Jerman. Ada rumor yang mengatakan bahwa orang-orang Flander meminta Hitler untuk membangun sebuah negara baru di daerah mereka dan sebisa mungkin, perang tidak menimbulkan korban bagi masyarakat tersebut.

Ketiga, banyak yang berspekulasi bahwa Hitler jeri. Ada kabar yang menyatakan bahwa Hitler mengganggap wilayah sekitar Dunkirk tidak cocok sama sekali untuk peperangan tank. Tanah Dunkirk memang lebih di dominasi oleh lumpur dan pasir. Tank, dalam hal ini belum terbukti keampuhannya untuk bertempur di medan tersebut. Namun Jendral Guderian mengganggap bahwa hal itu tidaklah benar. Tank dirancang untuk mampu bertempur di segala medan. Bahkan kemampuan tankpun teruji di medan tempur Rusia yang berawa-rawa di kemudian hari.

Keempat, banyak sumber yang mengatakan bahwa Hitler sama sekali tidak mempunyai ‘nafsu’ untuk berperang dengan Inggris. Ia mengganggap bahwa Inggris sebenarnya masih mempunyai darah Jerman. Bangsa Anglosaxon yang merupakan mayoritas penduduk Inggris masih merupakan satu kerabat dengan ras Arya. Keluarga kerajaan Inggrispun mempunyai darah Jerman. House of Windsor sebenarnya bernama House of Saxe Colburge – keluarga ningrat Jerman. Untuk itulah Hitler oleh sebagian pengamat berusaha menghindari konflik terbuka dengan Inggris pada awal perang. Hal tersebut dianggap mempermudah proses perdamaian di kemudian hari. Salah satu hal yang mendukung pendapat ini adalah dikirimnya deputi pribadi Hitler, Rudolf Hess ke Inggris dengan mengendarai pesawat tempur pada tahun 1941. Akan tetapi nasib Hess tidaklah mujur. Setelah ditembak jatuh, Hess yang kebetulan selamat kemudian dijebloskan oleh Inggris ke penjara. Perundingan damaipun berhenti di sini. Dan tak ada satupun usaha Hitler setelah ini untuk berdamai dengan Negeri Ratu Victoria itu.

Apapun alasan Hitler, pertempuran Dunkirk adalah menjadi sebuah blunder Hitler yang pertama dan paling buruk sepanjang pertempuran. Tiga ratus ribu pasukan sekutu yang terdiri dari Inggris, Perancis, Polandia dan Belgia itu kemudian mampu menjadi bibit untuk pengembangan sekutu di masa mendatang. Pasukan inilah yang kemudian mengalahkan Rommel di Afrika Utara, pasukan ini juga yang berhasil mendepak Jerman dari Italia, mereka pulalah pasukan yang diterjunkan di Perancis Utara saat Operasi Normandy pada tahun 1944. Barangkali hal itu tidak terjadi atau setidaknya sulit terjadi jika pasukan yang terkepung di Dunkirk itu tidak lolos. Namun apa boleh buat. Keputusan Hitler yang dibuat pada Mei 1940 itu adalah bulat. Bahkan walaupun Jendral kawakan seperti Heinz Guderian menentang keras.

Leave a Reply