Perlunya Pengembangan Manajemen Sistem Informasi yang Mampu Membantu Pengambilan Keputusan Militer

Perkembangan Teknologi Informasi begitu pesat dan telah merambah berbagai aspek kehidupan. Urusan perkantoran (administrasi) adalah bidang yang pertama kali memperoleh dampak dari berkembangnya teknologi ini. Pada era 80an, mulai terjadi transisi dimana computer yang menjadi landasan berkembangnya teknologi informasi semakin digunakan luas di berbagai instansi. Komputer menggeser berbagai macam peralatar perkantoran konvensional yang telah digunakan di bidang itu selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Bidang komunikasi menempati urutan kedua, dimana computer dengan berbagai macam jaringannya semakin melakukan penetrasi ke dalam sehingga mulai menggerser system surat menyurat dan berbagai kegiatan lainnya menyangkut komunikasi konvensional. Hal tersebut menjadi sebuah terobosan besar dimana arus informasi semakin cepat dalam beredar.

Anindita Saktiaji - Military IT

Web adalah salah satu hasil teknologi informasi yang luar biasa. Ia adalah penyebar informasi paling massive di dunia saat ini. Ia juga menjadi sebuah teknologi yang mampu mengakomodasi berbagai macam kebutuhan akan informasi di seluruh dunia. Sebuah tonggak di dunia maya yang akan menjadikan setiap orang dapat bertukar pikiran, berbagi informasi dan data secara bebas tanpa ada sebuah regulasi keras membatasi. Namun seberapa efektif penggunaan web sebagai sarana informasi? Itu telah menjadi pokok bahasan selama lebih dari 20 tahun terakhir.


Web Sebagai Media Manajemen Sistem Informasi

Web sebagai sarana penyedia informasi telah kita bahas dalam bab pendahuluan sebelumnya. Sekarang kita beranjak pada pembahasan bagaimana web mampu menjadi sarana manajemen system informasi demi berbagai tujuan.

Web sebagai sarana manajemen system informasi berkaitan erat dengan kemampuannya menyediakan informasi, baik itu informasi yang digunakan untuk publik maupun hanya untuk kalangan tertentu (private). Web sebagai sarana manajemen sistem informasi artinya sebuah web tidak hanya berlaku sebagai penyedia sebuah informasi, namun juga mampu mengolah (melakukan edit, tambah atau mengurangi informasi) serta mampu menjadi sarana untuk melakukan pemeliharaan, manajemen pengembangan sistem tanpa mengabaikan unsur user interface yang memudahkan pengguna dalam memanfaatkan sistem sebaik-baiknya.

Pemanfaatan web sebagai sarana manajemen sistem informasi telah dikenal luas dan bahkan menjadi mata kuliah pengajaran pokok di berbagai universitas di Indonesia. Berbagai aplikasi juga telah dibuat berdasarkan konsep ini. Bahkan beberapa CMS (Content Manajemen System) telah banyak tersebar dan mudah digunakan dalam membuat sebuah web yang mampu menyediakan sebuah informasi di satu sisi, namun mudah pula dalam memanajemen berbagai informasi yang telah ada di dalamnya.

Namun belum banyak Sistem Manajemen Informasi yang mencakup sebuah kebutuhan tertentu, terutama di Indonesia. Kita boleh berbangga bahwa banyak dari kita mampu mengolah data dan menampilkannya sedemikian rupa dengan mudah dari template-template manajemen sistem informasi yang telah ada di pasaran. Namun sedikit dari kita yang benar-benar mampu untuk membangun sebuah sistem manajemen informasi yang single purpose guna memenuhi sebuah kebutuhan akan pengembangan sistem pada kalangan tertentu. Terbukti dengan masih sedikitnya aplikasi berbasis web yang mengandung unsur manajemen sistem informasi yang dibuat di dalam negeri. Bahkan untuk berbagai hal vital seperti kesehatan, pendidikan dan militer yang relative telah banyak dikembangkan di berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam membantu membuat sebuah keputusan tentang unsur-unsur itu.

Manajemen Sistem Informasi Untuk Militer

Militer adalah sebuah organisasi kompleks yang tersusun secara hirarkis pasti. Secara umum ia tidak hanya menyangkut sekumpulan orang yang terlatih secara khusus untuk melakukan usaha pertahanan dan keamanan kenegaraan, namun di dalamnya juga terdapat struktur organisasi kepangkatan, manajemen logistik, informasi terhadap penugasan, informasi geografis kenegaraan dan berbagai informasi pelik lainnya. Di era semacam ini, tidak banyak dari unsur dari militer yang telah terintegrasi secara khusus dalam sistem manajemen informasi yang mampu mengakomodir seluruh kebutuhan dari militer itu sendiri. Melain adanya sebuah sistem yang terpisah-pisah dalam menjalankan berbagai fungsi berbeda.

Sebuah sistem manajemen sistem informasi untuk militer dirasa perlu. Sistem itu setidaknya mampu mengampu 3 elemen utama dari sistem pertahanan negara yang dikelola oleh militer. Tiga elemen tersebut antara lain :

  • Infromasi, informasi ini terkait seluruh informasi yang diperlukan militer guna menunjang seluruh kegiatannya. Terdapat sekurang-kurangnya 3 buah informasi yang diperlukan guna menunjang segala aktifitas dan keperluan militer. Ketiga elemen informasi tersebut antara lain:
    • Informasi Geografis, memberikan informasi geografis berbasis peta tujuan dari informasi geografis ini adalah mengetahui secara pasti dimana letak lokasi sebuah kesatuan atau sebuah informasi penting lainnya berdasarkan lokasi.
    • Informasi Tugas, memberikan informasi tugas sebuah satuan tugas tertentu guna meningkatkan efektivitas satuan tugas dalam melaksanakan tugasnya.
    • Informasi Personil, memberikan informasi masing-masing personil militer. Beberapa informasi yang ada di sini antara lain: daftar riwayat hidup, kepangkatan, prestasi, penugasan individu, jaringan komunikasi dan lain sebagainya
  • Aset, memberikan informasi berbagai aset yang dimiliki oleh militer guna menjalankan kinerjanya. Minimal terdapat 2 buah jenis informasi aset yang diperlukan antara lain:
    • Munition, memberikan informasi mengenai logistik amunisi yang  ada. Logistik termasuk ke dalam amunisi, persenjataan dan segala hal yang berhubungan dengan penunjang kegiatan militer di lapangan.
    • Aset, memberikan berbagai informasi mengenai asset fisik yang ada. Aset di sini termasuk aset-aset pentu
  • Komunikasi, memberikan akses kepada seluruh jalur informasi yang memungkinkan antara pengambil keputusan operasi militer dengan anggota yang berada di lapangan. Beberapa elemen yang mungkin terdapat pada komunikasi antara lain:
    • Pengelolaan Email, memberikan pengelolaan informasi berdasar kepada email. Di sini terdapat sebuah email gateway khusus yang digunakan untuk melakukan manajemen terhadap seluruh komunikasi email. Komunikasi berbasis email terutama digunakan untuk memberikan informasi penting dari sebuah penugasan tertentu.
    • Pengelolaan sms gateway, memberikan pengelolaan informasi berdasarkan kepada sms gateway. Sms gateway merupakan sebuah sarana informasi sederhana, namun sifat kerahasiannya kurang. Sehingga sms gateway hanya cocok untuk memberikan sebuah pesan perintah ringkas terhadap suatu kelompok kesatuan.
    • Pengelolaan Komunikasi Lain, memberikan pengelolaan terhadap metode komunikasi lain

Dari berbagai macam manajemen informasi yang dituliskan diatas masih memungkinkan ditambah berbagai macam manajemen informasi lain. Hal tersebut digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan yang semakin berkembang atau kebutuhan lain yang belum didefinisikan. Namun secara garis besar, beberapa elemen yang telah dituliskan diatas secara umum telah mampu memenuhi aspek dasar dalam menyediakan sistem manajemen informasi untuk kebutuhan militer.


Teknologi Yang Digunakan

Teknologi yang digunakan secara garis besar adalah aplikasi berbasis web. Secara detail berikut beberapa aspek yang memungkinkan untuk membangun aplikasi ini :

  • Aplikasi Basis Web, Aplikasi berbasis web mudah untuk diimplikasikan dan di
  • Teknologi Bahasa Pemrograman : PHP, JAVASCRIPT; Digunakan karena bahasa ini mudah untuk digunakan serta mempunyai banyak referensi untuk digunakan sehingga mempermudah untuk penggembangan aplikasi lebih lanjut ke depan.
  • Teknologi Desain Yang Digunakan : Flash, CSS, HTML; Teknologi yang umum untuk digunakan dalam memperindah tampilan aplikasi berbasis web
  • Teknologi Penunjang Informasi Geografis : Google Map API; Teknolgi Google Map API sangat baik digunakan untuk membangun sebuah aplikasi yang membutuhkan sistem informasi geografis yang relevan. Apalagi pada tahap
  • Teknologi SMS dan Email Gateway : teknologi ini bisa secara bebas dikembangkan oleh developers atau menggunakan beberapa cms penyedia layanan yang telah ada. Pada tahap pembangunan aplikasi di bagian prototipe ini boleh digunakan, namun pada tahap pengembangan aplikasi secara profesional diharapkan tidak digunakan hal ini, menyangkut

Kesimpulan

Pengembangan aplikasi sistem manajemen informasi menpunyai cakupan yang luas dan belum diintensifkan. Salah satu bagian yang belum diintensifkan adalah pada aspek militer. Aspek ini sebenarnya sangat membutuhkan adanya sebuah sistem manajemen informasi independen yang mampu untuk mengakomodasi seluruh kebutuhannya secara independen. Pengembangan aplikasi di bidang ini diharapkan mampu menarik minat bagi para pengembang dan kalangan akademisi.

Oleh: Anindita Saktiaji

Leave a Reply