Seberapa Kuat Militer Indonesia?

Akhir-akhir ini kita sering mendengar perdebatan sengit mengenai seberapa kuat sebenarnya militer yang dimiliki oleh Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa kekuatan militer kita masih jauh bahkan dari negara tetangga. Namun ada pula yang menyatakan bahwa militer Indonesia sudah jauh lebih kuat dan bahkan dapat disandingkan dengan negara-negara maju. Jadi mana yang benar?

Mengukur kekuatan militer sebuah negara sebenarnya tidaklah mudah. Sebagai contoh, Perancis pada tahun 1940 adalah militer terkuat kedua di dunia setelah Uni Soviet. Mereka memiliki ratusan divisi infantri serta mempunyai kekuatan udara dan laut yang tidak dapat dianggap enteng. Perancis juga mempunyai sekutu yang kuat seperti Inggris, dimana keduanya merupakan pemenang dari Perang Dunia 1. Hanya saja, kekuatan militer mereka tak mampu membendung taktik serangan Jerman, yang mungkin secara rangking waktu itu hanya berada di urutan ke 3. Lalu, apa yang salah dengan Perancis?

Kebanyakan orang, dan sebagian besar rangking (dalam hal apapun) biasanya terlena dengan faktor jumlah. Padahal, militer juga mempunyai aspek kualitas persenjataan, taktik level rendah, dan juga strategi level besar. Ketiga aspek itu dikombinasikan dengan moral dan disiplin pasukan menjadi penentu bagi kekuatan sebuah negara.

Perancis dan Inggris misalnya di tahun 1940 mempunyai lebih banyak tank dan kendaraan lapis baja. Namun mereka tidak menyusunnya secara strategis sehingga tak mampu digunakan optimal. Sebaliknya, Jerman menempatkan divisi tank mereka di dalam konsentrasi khsusus sehingga mudah untuk di deploy dan digunakan sewaktu-waktu.

Contoh lain, di dalam Winter War akhir tahun 1940, Soviet yang merupakan kekuatan militer nomor wahid harus kalang kabut menghadapi pasukan Finlandia yang mungil.

Apa yang salah dari Soviet? segalanya kecuali jumlah militer mereka yang besar.

Perwira mereka tidak becus, satuan militer mereka kaku, dan jalur logistik mereka berantakan. Mereka memang mempunyai jumlah militer yang besar, namun itu tidak berarti apa-apa ketika menghadapi pasukan bermotivasi tinggi dan ditempatkan secara strategis seperti Finlandia.

Lalu bagaimana dengan militer Indonesia?

Secara jujur, saya tidak mempunyai jawaban yang pasti mengenai ini. Dalam rangkin global fire power, Indonesia menempati urutan ke 15 (kadang 13) dalam militer terkuat di dunia. Namun Global Fire Power tidak pernah menyatakan jika rangking mereka merupakan gambarang real kekuatan militer sebuah negara. Bahkan ada satu hal yang tidak pernah mereka ikutkan perhitungan mereka. Kekuatan nuklir di GFP dikesampingkan.

Rangking Militer Indonesia di GFP

Apakah nuklir itu berarti? Toh nuklir tidak pernah digunakan lagi semenjak Perang Dunia 2?

Memang Nuklir tidak pernah lagi digunakan semenjak pertama kali dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Namun semenjak Perang Dunia 2 berakhir, kita belum melihat tanda-tanda perang besar akan dimulai lagi. Nuklir mengakhiri Perang Dunia 2 dan membuat dunia harus berfikir dua kali lagi sebelum memulai perang dalam skala yang sama. Mc Arthur penah meminta untuk menjatuhkan nuklir di Korut atau China waktu Perang Korea berlangsung. Namun syukur bagi kita, nuklir tak pernah lagi digunakan.

Nuklir dianggap sebagai senjata pamungkas umat manusia. Dan negara dengan kekuatan Nuklir dianggap sebagai negara yang patut disegani, meskipun sebobrok dan sekecil apapun negara mereka. Ambil contoh Israel dan Korut, kedua negara itu memang mempunyai banyak pembenci dan musuh. Keduanya juga mempunyai luas wilayah yang tidak begitu besar. Namun di masa sekarang, tak ada negara yang berani melakukan perang terbuka terhadap mereka.

Indonesia tidak, dan mungkin tidak akan pernah mempunyai nuklir. Lagipula untuk apa mempunyai senjata yang menghancurkan lawan namun mempunyai potensi besar juga untuk menghancurkan diri sendiri? Mempunyai industri militer kecil hingga menengah saya rasa justru lebih penting. Mempunyai pabrik penghasil peluru, pembuat senapan, kendaraan tempur, tank, kapal perang, dan juga pesawat tempur jauh lebih berfaedah.

Industri militer tersebut (seharusnya) bisa dengan mudah dikonversi untuk memproduksi barang komersial. PT PAL misalnya, selain mampu memproduksi kapal selam, mereka seharusnya mampu membuat kapal-kapal komersial untuk penyebaran logistik maupun angkut. Industri seperti ini yang seharusnya dikembangkan karena mereka mempunyai dua sisi pedang yang sama-sama tajam. Meningkatkan kekuatan militer sekaligus mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sebuah bangsa.

Selain sisi peralatan militer, militer Indonesia juga masih menganut sistem orba yang kaku. Masih ada satuan-satuan yang menurut saya tidak perlu dan bisa dialihkan alokasinya ke sisi yang jauh lebih penting. Satuan-satuan militer kita juga masih terkesan kaku. Sebuah divisi misalnya sangat tergantung pada wilayah tertentu. Divisi Siliwangi berada di Jawa Barat dan sekitarnya, Divisi Diponegoro di Jawa Tengah dsb. Satuan divisi atau brigade seharusnya mobile dan tidak terikat pada lokasi tertentu. Sehingga mobilisasi dapat dilakukan dengan cepat dan taktis. Atau setidaknya itu yang saya tangkap dari buku-buku yang pernah saya baca.

Jadi, kembali ke pertanyaan semula, seberapa besar kekuatan militer Indonesia?

Singkatnya, tidak ada jawaban yang pasti. Militer Indonesia mungkin tidak sekuat yang di klaim, namun juga tidak selemah yang dipikirkan. Profesionalitas tentara Indonesia saya rasa cukup mumpuni, bahkan jika dibandingkan dengan militer-militer lain di Asia Tenggara. TNI misalnya, sekarang benar-benar mencoba netral baik dalam pemilu nasional maupun regional. Industri militer juga sedang dibangun secara perlahan-lahan. Saya rasa, jika progress ini terus berjalan, maka Indonesia benar-benar akan menjadi negara dengan militer yang patut diperhitungkan.

 

 

1 Comment

  1. mengukur kekuatan militer kita secara fakta tidak bisa kita lakukan atau mustahil dari pihak TNI atau yang lainnya akan beberkan kepada orang yang tidak punya kepentingan karena itu adalah rahasia negara, kecuali kepada atasan seperti presiden sebagai bentuk laporan kesiapan dalam menjaga kedaulatan NKRI, salah ya?

Leave a Reply to LL FATHURRAHMAN Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.