Sebuah Game dan Fantasi

Permainan atau yang sekarang sering kita sebut dengan game, sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Bidak-bidak catur dari kayu, batu, atau tulang yang diukir telah ditemukan di seantero peradaban dunia. Selain catur, banyak sekali permainan-permainan jenis lain yang diketemukan seperti kartu, boneka, ataupun miniatur-miniatur.

Chess Anindita

Dengan datangnya dunia digital, game naik ke sebuah level yang jauh lebih tinggi. Mulai dari bentuk tetris hitam putih hingga sekarang muncul simulasi-simulasi 3D yang indah. Berlatar belakang pembangunan kota, first person shooting, simulasi perang jaman romawi, hingga membangun sebuah keluarga. Bisa dikatakan, hampir tidak ada aturan baku lagi dalam membuat dan bahkan memainkan sebuah game. Jika ketika kita bermain catur, maka ada aturan bidak prajurit hanya bisa maju satu langkah atau kuda yang lompat dengan bentuk L. Tapi di game modern, tiap game mempunyai aturan yang sangat berbeda antara satu dengan yang lain.

Banyak sekali orang yang menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya untuk bermain game. Beberapa diantaranya melakukan untuk sekedar mencari hiburan atau melepas penat. Namun tidak jarang yang bermain game demi muaskan fantasinya.

Tunggu dulu “Fantasi?”

“Ya, fantasi mereka.”

Fantasi disini bukan berarti melulu sesuatu yang jelek. Memang ada jenis game yang menjajakan atau mengumbar fantasi seksual. Tapi banyak juga game yang memanjakan pemainnya dengan fantasi-fantasi akan sebuah kehidupan yang berbeda.

Kita ambil contoh, game yang sangat populer beberapa tahun yang lalu, Ragnarok Online.  Di jaman saya SMA, game itu begitu populer sehingga pelajar rela merogoh kocek mereka dalam2 demi bermain game itu sepulang sekolah, ‘atau sampai membolos – untungnya saya tidak pernah karena, ya saya tidak punya banyak uang waktu itu’. Para pemain ragnarok online disuguhi sebuah jenis game baru yang menyajikan interaksi tidak hanya kepada mesin tapi juga kepada orang lain. Game online ini dibuat untuk dimainkan banyak orang secara bersama-sama. Membuat pemainnya seolah-olah menemukan dunia mereka yang kedua. Dunia yang lepas dari segala aturan pekerjaan, sekolah, rumah atau lingkungan. Dunia yang hanya akan mereka temukan di virtual.

Tidak ada yang salah dengan menemukan dunia baru di dalam game. Yang salah adalah kita memaknai game itu ke dalam sebuah takaran yang berlebihan. Menjadikan game sebagai dunia primer sedangkan lingkungan nyata adalah tempat sekunder.

“Tapi aku tidak bermain ragnarok!”

Tidak semua game online membuat pemainnya kecanduan, namun game jenis lain tidak menjamin orang dapat lepas begitu saja dari efeknya. Game simulasi Sim City misalnya, dia akan mampu memuaskan hasrat fantasi seorang penggila arsitektur kota untuk duduk berjam-jam di depan layar komputer. Mengotak-atik pembagian wilayah perkotaan, menentukan mana daerah residen dan mana daerah komersial, membuat jalan yang bebas kemacetan, atau menghasilkan sebuah kota modern yang terpelajar. Game tipe lain seperti Total War akan membuat pemainnya menyelami sejarah masa lalu yang suram dan penuh dengan peperangan. Penghancuran negara-negara dan munculnya kekuatan baru di dunia. Mengepung sebuah benteng, membunuh penduduknya, atau menjadikan mereka sebagai budak.

Semua jenis game mampu membuat orang menemukan dunia mereka yang tidak mereka temukan di dunia nyata. Sebuah pengalihan pemikiran, sebuah fantasi. Sesuatu yang akan membuat kita untuk berkata bahwa, “barangkali aku bisa mengubah nasib dunia.” atau “sejarah barangkali bisa berubah!” Dan semangat untuk melakukan itu akan sama menggebu-gebunya dengan semangat Napoleon ketika ingin menaklukan Eropa.

Lucu, tapi seperti itulah manusia. Ketika kita tidak menemukan apa yang kita cari di satu tempat, maka ia akan mencari apa yang mereka inginkan di tempat lain. Dan game bisa menjadi salah satu tempat alternatif untuk melakukannya. Banyak sekali orang yang melakukan itu, bukan berarti mereka kecanduan atau menyerah dengan keadaan dunia nyata. Namun, mereka menemukan sebuah ketenagan di dunia virtual. Ketenangan yang akan memuaskan fantasi dan imajinasi mereka. Ketenangan yang tidak akan mereka temukan di dunia nyata.

Game semakin lama semakin kompleks dan canggih. Tidak menutup kemungkinan, game virtual reality seperti yang ada di cerita Sword Art Online akan menjadi kenyataan di suatu saat nanti. Bahkan mungkin tidak dalam waktu yang lama. Dan ketika virtual reality semacam itu terwujud, maka kehidupan nyata dan virtual akan semakin tipis perbedaannya. Dan fantasi seorang pemain game akan semakin dapat terpuaskan.

Saya sendiri tidak tahu bagaimana rasanya bermain sebuah game virtual reality. Namun jika game semacam itu ada, saya pasti tidak akan sabar untuk mencobanya. Mencoba sebuah dunia yang baru, menjelajah tempat yang sama sekali baru. Mencoba kehidupan baru dengan tata cara dan orang-orang yang baru. Akan menarik sekali jika suatu saat bahkan sistem tata kehidupan dunia nyata akan mempunyai tandingan serius di dunia game virtual. Sistem ekonomi, pemerintahan, politik semuanya dapat dibentuk di sana.

Menarik untuk memikirkan bagaimana game nanti dapat mempengaruhi fantasi para pemainnya. Melihat bagaimana mereka menemukan sesuatu yang baru dari dunia game.

 

Leave a Reply