Sebuah Hubungan Manusia dan Alam

Semua tercipta dengan sebuah tujuan tertentu. Bumi tercipta untuk dihuni oleh makhluk hidup dan manusia. Buah-buahan yang tumbuh dengan baik dan manis rasanya berguna untuk dimakan. Air tercipta untuk diminum dan menghilangkan dahaga. Sinar matahari dan planet-planet tercipta untuk menjadi sebuah harmoni di alam. Sebuah alam yang penuh dengan tujuan, sebuah alam yang penuh dengan keteraturan. Benarkah seperti itu?

Rantai makanan adalah sebuah jaringan yang rumit. Manusia membutuhkan hewan dan tumbuhan untuk hidup. Hewan-hewan juga membutuhkan sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya. Semua nampak sebagai sebuah siklus yang teratur dan rapi. Karena sama sekali tidak ada energi yang terbuang. Rantai makanan adalah sebuah proses pengolahan energi yang efisien. Yang sama sekali tidak meninggalkan residu karena semua akan diolah untuk dijadikan sumber energi bagi makhluk hidup lain.

Hubungan antar makhluk hidup nampaknya berjalan dengan baik. Namun ketika kita menilik hubungan antara makhluk hidup dengan benda mati, ada sebuah gap yang begitu dalam. Kita membutuhkan bumi untuk hidup, namun bumi tidak membutuhkan kita sama sekali. Ia dapat saja bertahan dengan baik tanpa membutuhkan simbiosis dengan makhluk hidup lainnya.

Jadi apakah benar bahwa bumi tercipta untuk manusia? Apakah alam ini memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup di dalamnya?

Jika ditilik lebih dalam, makhluk hidup sebenarnya adalah hasil dari proses panjang pertumbuhan dan perkembangan alam. Alam bukanlah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita dan alam ada karena sebuah proses. Dan fakta mengapa kita butuh unsur-unsur alam adalah karena kita bagian dari alam itu sendiri.

Tubuh kita terdiri dari karbon, air, logam, kalsium dan masih banyak unsur-unsur alam lain. Penyusun inti dari tubuh kita, yaitu DNA dan RNA adalah tidak lain berasal dari protein. Dan protein-protein itu banyak sekali kita temui di alam. Pembeda mendasar antara makhluk hidup dan alam adalah, makhluk hidup bekerja seperti versi mikro dari alam.

Manusia dan makhluk hidup lainnya bukanlah sebuah bagian yang terpisah jika dibandingkan dengan planet, bintang, dan galaksi. Kita hanya sebuah proses, sebuah proses panjang dari perkembangan alam semesta, atau boleh kita katakan evolusi alam semesta. Evolusi itu terjadi di semua lini, tidak hanya di dalam bentuk biologis. Bahkan barangkali ruang dan waktupun mempunyai evolusi versi mereka sendiri.

Kemunculan makhluk hidup pada umumnya dan manusia pada khususnya memang masih muda dibandingkan dengan usia alam semesta ini. Namun, itu bukan berarti kita adalah akhir dari proses panjang evolusi alam semesta. Alam semesta ini masih mempunyai usia jutaan atau bahkan milyaran tahun lagi. Entah berbentuk apa kita di masa-masa seperti itu. Satu hal yang pasti adalah, kita akan berubah, dan terus berubah.

Leave a Reply