Apa Sebenarnya Khilafah Itu?

Dengan usaha dibubarkannya HTI oleh pemerintah Indonesia, kata Khilafah semakin lama semakin banyak dicari. Organisasi itu dianggap anti terhadap pemerintahan dan sistem demokrasi sekarang. Mereka selalu mengganggap bahwa Khilafah adalah hal yang wajib ditegakkan karena itu adalah termasuk ajaran Islam. Khilafah sendiri atau Caliph memang selama berabad-abad menjadi ciri dari pemerintahan Islam, terutama di timur tengah dan sekitarnya. Namun apa sebenarnya sistem Khilafah itu?

Khilafah dipimpin oleh Kalifah atau Caliphate, orang yang dianggap sebagai penerus dari Nabi Muhammad. Pada masa awal, penentuan siapa orang yang dianggap penerus Nabi terbilang cukup mudah. Walaupun tidak dipungkiri terjadi beberapa perselisihan dan pertumpahan darah. Orang-orang terdekat Nabi yang nantinya dikenal sebagai Kulafaur Rasyidin satu persatu menggantikan tampuk pemerintahan Nabi Muhammad dengan sistem dipilih melalui dewan Shura. Dewan ini jika di Indonesia mirip MPR yang jaman dahulu bertugas untuk memilih presiden dan wakil presiden.

Continue reading →

Mengapa Atheisme Kian Berkembang?

Akhir-akhir ini sering kita dengar kabar jika komunisme sedang disebar secara besar-besaran di Indonesia. Dari mulai foto-foto orang mengibarkan bendera palu arit hingga logo uang baru yang menyerupai lambang negeri-negeri komunis. Isu-isu tersebut menjadi bahan pembicaraan yang hangat dan bahkan berjalan hingga ke ranah hukum. Mengapa isu ini manjadi penting di Indonesia?

Masyarakat Indonesia sampai sekarang masih mengindentifikasi dirinya sebagai masyarakat yang religius. Orang yang tidak mempunyai agama atau setidaknya meragukan agama yang mereka anut adalah sebuah hal yang ‘out of question’. Makanya, ketika orang mendapati simbol palu arit, yang notabene identik dengan atheisme, maka kebanyakan dari masyarakat Indonesia akan kebakaran jenggot.

Dibandingkan dengan ketakutan terhadap komunisme, yang sekarang ini tidak jelas keberadaannya. Orang Indonesia seharusnya lebih mewaspadai berkembangnya atheisme. Jika memang orang Indonesia takut jika Identitasnya terhadap masyarakat religius terancam.

Inipun bukan berarti ateisme adalah sebuah pemikiran yang berbahaya, namun semata karena pemikiran ini dapat menyinggung identitas bangsa ini sejak lama.

Continue reading →

Teroris dan Agama

Insiden bom di Sarinah, Thamrin rasanya masih membekas erat di ingatan kita. Teroris mencoba meledakan bom di sebuah gerai kopi yang berpusat di Amerika Serikat. ISIS disinyalir menjadi dalang utama pemboman ini, sebuah upaya untuk menunjukan taring di negeri yang telah aman dari serangan bom selama kurang lebih enam tahun. Mengapa ISIS mencoba menunjukan kekuatannya lewat teror? Dan mengapa selalu ada kelompok ekstrimis yang melandasi dirinya dengan dalil agama?

Peace Religion

Di hampir setiap agama, selalu ada sekelompok orang yang mengganggap dirinya paling benar diantara lainnya. Mereka mengganggap bahwa kelompok mereka adalah yang paling layak untuk berdiri di muka bumi. Sedangkan kelompok lainnya salah, dan harus dimusnahkan. Esklusivisme semacam ini yang mendorong mereka untuk berbuat secara ekstrim dan radikal. Kegiatan ekstrim dan radikal semacam inilah yang membuat seseorang atau sekelompok orang nekat untuk berbuat anarkis atau bahkan terorisme.

Beberapa waktu setelah insiden bom oleh teroris di Sarinah, beredar sebuah selogan bahwa teroris itu tidak beragama. Slogan ini bertujuan untuk mendiskreditkan pelaku teroris sebagai orang yang tak mempunyai adab dan norma agama. Namun, dalam hemat saya, pernyataan seperti ini saya kira tidak pada tempatnya. Orang yang tidak beragama bukan berarti orang tersebut tidak mempunyai moral.

Continue reading →

Review (Buku) : Holy War – Perang Suci (Karen Armstrong)

Buku Holy War, atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Perang Suci adalahsebuah buku kritik sejarah yang ditulis oleh Karen Armstrong. Beliau adalah seorang pemerhati sejarah terutama sejarah keagamaan. Buku ini menitik beratkan kepada sejarah Perang Salib yang tidak saja melibatkan Agama Islam dan Kristen, namun juga agama pendahulunya yaitu Yahudi. Di sana ia mencoba membuka fakta-fakta, bukan dari salah satu sudut pandang agama saja melainkan dari ketiga sudut pandang agama sekaligus. Berikutnya, ia mencoba untuk menelusuri akar permasalahan Perang Salib yang tersisa hingga hari ini.

Holy War

Perang Salib adalah sebuah babakan sejarah yang unik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, perang tidak lagi dilandaskan pada ambisi kekuasaan dan hegemoni suatu bangsa tertentu. Perang ini melandaskan pada ajaran agama, yang dipegang teguh oleh masing-masing pihak. Perang yang berlandaskan agama, dalam kasus tertentu menjadi jauh lebih mematikan dari beberapa perang-perang jenis lain. Perang jenis seperti ini tidak lagi memperebutkan emas, budak maupun kedudukan. Perang ini memperebutkan tempat, satu tiket untuk masuk ke surga.

Menurut Keren Armstrong, Paus Urban II adalah sosok manusia yang ia nilai paling mempunyai tanggung jawab di dalam meletusnya Perang Salib. Ia yang menyatakan bahwa kaum Nasrani harus menempuh perjalanan ke Timur untuk membebaskan Kota Suci Yerussalem dari tangan penakluk Muslim. Mereka mengklaim bahwa tanah suci, tempat di mana Yesus disalib merupakan tanah keramat yang harus dilindungi dan dibebaskan dari kaum kafir.

Continue reading →

Kebencian Antar Agama

Sebagian manusia menggunakan agama untuk mencari benarnya sendiri, bukan untuk mencari kebenaran. Hal itulah yang membuat seseorang yang memeluk agama menjadi radikal dan penuh dengan kebencian terhadap siapapun yang berselisih paham dengannya. Semuanya terjadi baik di dalam kehidupan intern beragama maupun antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain. Di kehidupan modern, mungkin kita berharap bahwa kebencian antar umat beragama perlahan-lahan mulai runtuh. Akan tetapi, pada kenyataannya hal itu belum berubah sama sekali.

Pada 11 September 2015 kemarin, sebuah kecelakaan menimpa jamaah yang sedang berada di Masjidil Haraam di Makkah. Crane yang merupakan bagian dari proyek pembangunan pelebaran masjid jatuh dan menimpa sejumlah jamaah yang sedang berada di bawahnya. Beberapa video yang merekam jatuhnya crane bermunculan di youtube maupun situs video lainnya. Simpati mengalir deras dari seluruh penjuru dunia. Namun kontras dengan simpati itu, beberapa cibiran yang menghina juga cukup kental terasa.

Agama Kebencian

Diatas adalah satu capture komentar yang berhasil saya dapat dari dalam link youtube ini. Di sana, masih banyak lagi komentar-komentar yang terasa jauh lebih pedas dan menghina. Ada apa sebenarnya dengan orang-orang itu? Sebuah musibah datang bisa dari mana dan kepada siapapun. Ada baiknya, meskipun musibah itu menimpa musuh terbesar kita sekalipun. Sebagai manusia kita seharusnya mempunyai empati. Bukan karena perbedaan agama, ras, suku, maupun pendapat, kita dapat memberikan komentar seenaknya kepada orang yang tertimpa musibah itu.

Disini saya mencoba memberikan salah satu contoh musibah yang menimpa umat Muslim. Tapi bukan berarti jika umat muslimpun bebas dari kebencian agama semacam itu. Sebagian dari umat muslim masih merasa senang jika negara-negara yang dianggap kafir tertimpa musibah. Entah itu bencana alam maupun bencana buatan dari tangan manusia. Komentar-komentar semacam diatas sering juga saya baca di media-media. Apakah kebencian antar agama membuat manusia itu buta akan kemanusiaan?

Continue reading →