Kebencian Antar Agama

Sebagian manusia menggunakan agama untuk mencari benarnya sendiri, bukan untuk mencari kebenaran. Hal itulah yang membuat seseorang yang memeluk agama menjadi radikal dan penuh dengan kebencian terhadap siapapun yang berselisih paham dengannya. Semuanya terjadi baik di dalam kehidupan intern beragama maupun antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain. Di kehidupan modern, mungkin kita berharap bahwa kebencian antar umat beragama perlahan-lahan mulai runtuh. Akan tetapi, pada kenyataannya hal itu belum berubah sama sekali.

Pada 11 September 2015 kemarin, sebuah kecelakaan menimpa jamaah yang sedang berada di Masjidil Haraam di Makkah. Crane yang merupakan bagian dari proyek pembangunan pelebaran masjid jatuh dan menimpa sejumlah jamaah yang sedang berada di bawahnya. Beberapa video yang merekam jatuhnya crane bermunculan di youtube maupun situs video lainnya. Simpati mengalir deras dari seluruh penjuru dunia. Namun kontras dengan simpati itu, beberapa cibiran yang menghina juga cukup kental terasa.

Agama Kebencian

Diatas adalah satu capture komentar yang berhasil saya dapat dari dalam link youtube ini. Di sana, masih banyak lagi komentar-komentar yang terasa jauh lebih pedas dan menghina. Ada apa sebenarnya dengan orang-orang itu? Sebuah musibah datang bisa dari mana dan kepada siapapun. Ada baiknya, meskipun musibah itu menimpa musuh terbesar kita sekalipun. Sebagai manusia kita seharusnya mempunyai empati. Bukan karena perbedaan agama, ras, suku, maupun pendapat, kita dapat memberikan komentar seenaknya kepada orang yang tertimpa musibah itu.

Disini saya mencoba memberikan salah satu contoh musibah yang menimpa umat Muslim. Tapi bukan berarti jika umat muslimpun bebas dari kebencian agama semacam itu. Sebagian dari umat muslim masih merasa senang jika negara-negara yang dianggap kafir tertimpa musibah. Entah itu bencana alam maupun bencana buatan dari tangan manusia. Komentar-komentar semacam diatas sering juga saya baca di media-media. Apakah kebencian antar agama membuat manusia itu buta akan kemanusiaan?

Continue reading →

Radikalisasi Agama dan Atheisme

Agama sejatinya muncul untuk memperbaiki kehidupan manusia. Dari yang penuh derita menjadi bahagia, dari tanpa aturan menjadi teratur, dari yang tanpa tujuan menjadi ada tujuan, dari yang tak berhukum menjadi ada hukum. Walaupun wujud dan sumbernya berbeda, namun semua agama kurang lebih mempunyai muara yang sama. Keharmonisan kehidupan manusia di muka bumi ini. Akan tetapi, sama dengan berbagai macam pemikiran manusia lainnya. Agama juga dapat diartikan dengan berbagai macam  telaah, dari yang paling longgar sampai yang paling ketat, dari yang masih murni sampai yang menyimpang, dari yang moderat sampai yang radikal.

Radikal

Di dunia barat, Atheisme merebak karena kekecawaan masyarakat terhadap gereja. Ilmu orthodox yang telah berabad-abad mengakar di dalam masyarakat seolah sirna dalam semalam. Atheisme telah menjadi virus dan merebak dengan sangat cepat. 20% masyarakat Uni Eropa dan 12% masyarakat USA menyatakan atheis. Di satu sisi, Islam di Uni Eropa meningkat pesat menjadi 8% sedangkan di USA kisarannya masih 0.9%. Namun ada satu fakta menarik, di Saudi Arabia terdapat sebuah survey yang menyatakan bahwa, ada 5% penduduk mereka yang menyatakan tidak berafiliasi dengan agama.

Jika survey diatas benar, maka 1 dari 20 penduduk Saudi Arabia memilih untuk tidak berafiliasi dengan agama manapun. Sebuah fakta yang cukup mencenggangkan bagi negara yang menerapkan hukum Islam secara ketat. 1.5 juta penduduknya dari 30 juta memilih untuk atheis. Apakah ada yang salah dengan negara itu?

Sebuah kutipan menarik dari salah satu responden menyatakan bahwa ia memilih untuk tidak berafiliasi karena ia melihat inkonsistensi dari pemeluk agama. “Apa yang ia katakan berbeda dengan apa yang ia lakukan”. – Kata orang itu. Agama yang seharusnya menjadi alat pemersatu dan tempat berkasih sayang justru berubah menjadi penindas. Begitulah jika agama menjadi alat pembenar, bukan alat untuk mencari kebenaran.

Continue reading →

Apakah Science Membuat Anda Atheis?

Atheis me sekarang meningkat pesat di negara-negara barat. Orang yang menyatakan Not religious atau not spiritual di Amerika sekarang mencapai angka 15%. Di Inggris angka tersebut mencapai lebih dari 39% dan mungkin akan terus meningkat. Sains diasosiasikan dengan fenomena ini. Adanya teori Evolusi, Big Bang, atau realisme lain dianggap mampu menggeser kepercayaan agama yang dicap sebagai penuh dogma. Agama dianggap sebagai sebuah pemikiran yang ketinggalan zaman, kuno, atau memang seperti itukah kenyataannya?

Religion vs Atheist

Di dalam sejarah, banyak sekali orang yang dicekal karena dianggap melecehkan institusi agama. Nama-nama terkenal seperti Copernicus dan Galileo adalah contohnya. Mereka di exkomunikasikan oleh institusi agama masing-masing, dikucilkan, dan bahkan dianggap sebagai seorang yang murtad. Di berbagai institusi agama lain, kejadian serupa kurang lebih juga pernah terjadi.

Copernicus dan Galileo dijadikan sebagai simbol oleh pendukung mereka. Menjadikan mereka sebagai martir dalam sebuah perang suci melawan institusi agama. Mengganggap bahwa institusi agama adalah sebuah kesalahan, dan pemikirian realisme adalah kunci untuk mendapatkan pencerahan. Bukan melalui jalan mempelajari agama. Dan jurang pemisah antara agama dan sains tidak pernah mengecil setelahnya. Hingga saat ini, scientist lebih memilih untuk menjauhkan diri mereka dari institusi agama dan mengatakan bahwa, “kami belum menemukan kebutuhan alam semesta ini untuk Tuhan.”

Continue reading →

Harta, Tahta, Wanita Adalah Sebuah Kesatuan?

Ada pepatah mengatakan bahwa 3 godaan terbesar dari laki-laki adalah Harta, Tahta, dan Wanita. Ketiganya disebut-sebut sebagai biang keladi terhadap kehancuran maupun kebangkitan dari seorang laki-laki. Memang, banyak fakta yang sudah membuat pepatah itu nyata. Seorang lelaki yang tergoda akan ketiga hal itu akan luluh dan kehilangan arah. Namun ada satu hal yang unik, pernahkah anda berfikir kalau ketiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan?

Harta Tahta Wanita

Dari beberapa kasus yang pernah saya amati, seorang laki-laki yang membiarkan dirinya tergoda akan salah satu dari tiga “Ta” itu akan berefek kepada “Ta” yang lain. Yap, one for all, and all for one. Ketiga elemen tersebut merupakan efek domino yang membuat laki-laki menjadi kehilangan arah.

Kita ambil contoh, misalkan seorang laki-laki sudah mempunyai harta di genggaman tangannya. Maka ia akan mudah sekali tergoda untuk membelanjakan harta itu untuk mendapatkan wanita. Terlepas dari dia sudah punyai istri atau wanita yang ia miliki maupun tidak. Hal itu alamiah dan merupakan hasrat seorang laki-laki. Namun, bukan berarti juga bahwa saya mendukung hal itu. Atau dia dapat juga membelanjakan hartanya untuk memperoleh kekuasaan yang jauh lebih besar lagi. Entah kekuasaan itu dari segi bisnis, birokrasi, maupun pengaruh di masyarakat.

Apalagi jika seorang laki-laki mempunyai tahta. Tahta membuat akses ke harta dan wanita lancar bukan main. Seorang yang mempunyai tahta, misalkan saja seorang raja. Maka ia akan dapat menarik pajak, membuat undang-undang, melakukan peperangan demi untuk menambah harta miliknya. Raja-raja di dunia juga dikenal mempunya Harem, atau tempat dimana ia mempunyai banyak wanita yang mampu menghiburnya. Tak ada yang menentangnya, karena dia adalah seorang raja.

Lalu bagaimana dengan wanita? Apakah mempunyai wanita juga mampu mendorong seorang laki-laki untuk mendapatkan yang lain?

Continue reading →

Benarkah Alam Semesta Berbentuk Sangkakala?

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan fenomena munculnya suara terompet di berbagai tempat. Suara itu datang seolah-olah berasal dari langit dan bunyinya cukup nyaring untuk didengarkan. Para ahli masih berdebat mengenai sumber dari suara itu. Ada yang mengatakan kalau suara terompet itu berasal dari pergerakan angin. Ada pula yang mengatakan kalau suara itu berasal dari dalam perut bumi, terjadi karena pergerakan lempeng tektonik.

NASA Cosmic Evolution

Masyarakat awam mempunyai banyak teori yang mereka hasilkan sendiri. Ada yang menyebutkan suara itu berasal dari UFO, Atlantis, atau berhubungan dengan keagamaan dan keyakinan. Salah satunya adalah pendapat bahwa suara itu berasal dari terompet Israfil. Di dalam Al Quran dan Hadist, disebutkan bahwa di akhir jaman, alam semesta akan hancur dan semua itu ditandai dengan ditiupnya terompet Israfil.

Beberapa orang yang percaya akan teori tersebut menggunggah sebuah bagan yang dibuat oleh NASA. Bagan atau lebih tepatnya infografik itu menampilkan bentuk alam semesta yang awalnya kecil satu titik kemudian membesar sehingga menyerupai tuba atau terompet atau dapat juga dikatakan sangkakala. Jadi, apakah benar NASA sudah menemukan bukti jika terompet Israfil itu benar-benar ada, dan alam semesta memang mempunyai bentuk seperti itu?

Continue reading →