Bagaimana Dengan Perang Dunia 3?

Perang Dunia 2 adalah salah satu perang paling berdarah dalam sejarah manusia. Jutaan orang tewas baik akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari perang tersebut. Sebuah perang yang benar-benar mengerikan, baik dari sisi skala maupun intensitas pertempurannya. Perang Dunia 2 bisa disebut sebagai satu rangkaian perang dengan Perang Dunia 1 atau Weltkrieg atau Great War. Perang yang menentukan garis batas dan tatanan politik modern.

Parade Militer Russia (Victory Parade) Yang Selalu Diadakan Dengan Meriah

Sebelum Perang Dunia 1, perang adalah cara yang diterima secara konsensus ketika diplomasi antara dua entitas negara tidak mampu lagi untuk berjalan. Horror dan korban dari Perang Dunia 1 membuat tren peperangan sempat menurun, namun tidak untuk waktu yang lama. Penyerbuan Jepang ke Manchuria, aneksasi Italia ke Ethiopia, dan Perang Saudara di Spanyol adalah preseden Perang Dunia 2. Beberapa pendapat bahkan memasukannya sebagai runtutan tak terpisahkan dari perang besar tersebut.

Perang Modern adalah perang secara total, garis depan tidak lagi suatu ladang yang berada jauh dari perumahan penduduk. Bagian terpencil dari sebuah negara yang sedang bertempur tidak dapat luput dari dampak pertempuran. Pemboman oleh pesawat terbang, atau pembuatan roket-roket (seperti V1 dan V2) pada Perang Dunia 2 adalah contohnya. Mereka dapat menjangkau ribuan kilometer jauhnya dari medan pertempuran garis depan. Menghancurkan suplai di garis belakang, lumbung-lumbung pangan, atau sekedar membuat moral dari penduduk negara hancur luluh.

Continue reading →

Apakah Fasisme Sedang Bangkit Kembali?

Pemilihan umum Amerika Serikat di tahun 2016 keluar dengan hasil yang mengejutkan. Donald Trump menjadi Presiden negara adidaya itu mengalahkan Hillary Clinton yang digadang-gadang mampu memperoleh suara lebih besar. Hasil ini tentu mengejutkan bagi sebagian pengamat internasional karena Trump dianggap sebagai tokoh yang kontroversial dan sering mengeluarkan pernyataan tajam. Beberapa pernyataannya seperti kritiknya terhadap imigran Meksiko dan Muslim dianggap rasis dan penuh dengan kebencian. Trumph bahkan sempat mendapat dukungan kelompok-kelompok sayap kanan bawah tanah Amerika yang beraliran ultra nasionalis yang sebelumnya jarang ikut andil dalam kampanye politik.

Tren dunia sekarang ini memang sedang mengarah pada tujuan yang kita tidak dapat prediksi. Putin di Russia semakin mengukuhkan kekuatannya dengan melakukan aneksasi terhadap Krimea. Wilayah yang tadinya merupakan bagian dari negara Ukraina. China sedang gencar melakukan ekspansi ke laut China Selatan karena di sana dianggap sebagai kawasan yang kaya. Pulau-pulau kecil diubah menjadi pangkalan-pangkalan militer, termasuk landasan pacu 3 km yang mampu didarati pembom berat. Dan Eropa sedang dalam dalam krisis kepercayaan diri karena Uni Eropa yang menyokong persatuan negara-negara barat itu sedang berduka setelah Inggris menyatakan diri keluar.

Satu per satu partai sayap kanan Eropa juga mulai melancarkan kampanye pelepasan diri dari EU. Suara mereka meningkat drastis menjelang pemilu yang akan diadakan di Perancis, Jerman, Belanda, dan beberapa negara yang termasuk anggota EU. Salah satu isu yang menjadi senjata utama mereka adalah imigran. Kebijakan EU yang sangat longgar terhadap imigran diangap sebagai sebuah blunder.

Continue reading →

Jika Jepang Ikut Menyerang Soviet di Perang Dunia 2

Setelah Jepang menyerang Pearl Harbor dan mendeklarasikan perang terhadap Amerika Serikat, negara matahari terbit itu secara resmi tergabung ke dalam Axis. Jerman mendeklarasikan perang ke Amerika Serikat pada 11 Desember 1941. Dan secara otomatis seharusnya Jepang juga mendeklarasikan perang terhadap Soviet. Namun itu tidak pernah terjadi, Jepang lebih fokus melanjutkan perangnya dengan China dan melakukan ekspansi ke selatan.

jepang-1942
Wilayah Jepang Tahun 1942

Burma, Malaya, Indonesia, dan Filipina jatuh dalam hitungan minggu. Ini adalah Blitzkrieg versi Jepang dengan menggunakan gabungan kekuatan laut, udara, dan darat mereka. Awal dari invasi Jepang ke selatan memang mencengangkan, namun semua itu tidak bertahan lama. Setelah pertempuran Midway pada 3 – 7 Juni 1942, pergerakan Jepang seolah berhenti. Angkatan laut mereka kehilangan 4 kapal induknya, jumlah yang sangat besar bagi negara seperti Jepang. Mereka butuh berbulan-bulan untuk mampu menutupi kerugian tersebut, belum lagi kebutuhan untuk training pasukannya.

jepang-invasi-soviet
Rencana penyerangan Jepang ke Soviet

Di sini muncul pertanyaan, mengapa Jepang menyerang Amerika Serikat di Pearl Harbor dan mendeklarasikan perang kepada negara itu? Padahal mungkin mereka dapat menyerang ke Asia Tenggara tanpa perlu menyerang USA. Ada lagi pertanyaan, mengapa mereka lebih memilih untuk menyerang ke selatan sebelum menghabisi Soviet bersama dengan Jerman? Padahal jika Soviet telah aman, maka Jepang dapat dengan leluasa mengarahkan serangannya ke manapun. Belum lagi bantuan yang mungkin datang dari Jerman.

Pada 11 Mei Р15 September 1939 terdapat pertempuran yang barangkali sering terlupakan oleh sejarah. Pertempuran ini sering disebut dengan Battle of Khalkhin-Gol  atau Nomonhan Incident. Perang ini perang abu-abu yang melibatkan Manchuria yang diduduki oleh Jepang melawan Mongolia yang dikontrol oleh Uni Soviet. Skala dari pertempuran ini pun tidak besar, hanya berkisar di daerah desa Nomonhan di perbatasan Mongolia dan China sekarang. Perang yang berlangsung tidak terlalu intens ini rupanya membekas di benak Jepang. Tentara ke 6 Jepang bisa dibilang kalah telak dibandingkan dengan kekuatan Soviet yang dipimpin Jendral Zhukov, sosok yang nantinya mengepung tentara ke 6 (lucunya tentara yang dikalahkan Zhukov mempunyai nomor sama) dari Jerman.

Continue reading →

Musuh Dalam Selimut di Perang Dunia 2

Politik semasa perang sangatlah dinamik dan menarik. Kawan bisa menjadi lawan dan lawan-pun bisa menjadi kawan. Semua tergantung pada kepentingan yang dianggap paling mengguntungkan di satu waktu. Jika sebuah aliansi dianggap sudah tidak mempunyai kegunaan, maka ia akan dibubarkan dan aliansi baru-pun dibentuk.

Allies Propaganda Perang Dunia 2

Mungkin anda berfikir jika gonta-ganti kawan dan lawan di masa itu hanya terjadi pada blok non demokratik seperti fasis maupun komunis. Tapi di tahun 1920 – 1930an, Amerika Serikat pernah merencanakan sebuah rencana pertahanan yang dibuat untuk mewanti-wanti jika Inggris suatu saat akan menyerangnya. Rencana itu disebut sebagai “War Red Plan”. Meskipun rencana itu tidak pernah dilaksanakan, namun ia tetap menjadi salah satu rencana paling kontroversial yang pernah dibuat oleh Amerika Serikat.

Amerika Serikat juga pernah menaruh simpati pada pergerakan Partai NAZI di Jerman. Walaupun simpati ini memang belum berada di level pemerintahan. Mereka berbentuk dukungan-dukungan keuangan dan fasilitas. Beberpa pengusaha Amerika memang tercatat masih mempunyai garis keturunan Jerman. Dan para imigran inilah yang paling banyak memberikan dukungan bagi NAZI di Amerika. Dukungan lain juga dibentuk, bahkan diwadahi dalam organisasi seperti “German American Bund”. Anggotanya tercatat mencapai 15,000 orang, dan terpusat di kota besar seperti New York.

Continue reading →

Bagaimana Jika Jepang Tidak Menyerang Pearl Harbour di Tahun 1941

Kita semua tahu bahwa pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pasifik. Pangkalan yang terkenal dengan nama Pearl Harbour ini menjadi titik dimana Amerika Serikat yang kala itu lebih memilih menjauhkan diri dari konflik Eropa, akhirnya memilih untuk menceburkan diri di dalam peperangan paling berdarah di dalam sejarah. Sebuah keputusan yang kelak merubah negara yang tadinya kalut dalam krisis ekonomi, menjadi kekuatan nomor satu di dunia.

Pearl Harbour

Namun bagaimana jika Jepang tidak mempunyai keinginan untuk menyerang Amerika? Apakah negara Amerika itu juga akan tetap ikut dalam kancah peperangan melawan kekuatan Axis? Dan apakah Jepang juga akan menelan kekalahan seperti yang terjadi di tahun 1945?

Berikut merupakan beberapa skenario yang mungkin dapat terjadi. Meskipun skenario ini bukanlah sebuah studi ilmiah, namun beberapa saya ambil dari literatur, simulasi perang dengan RTS, dan mungkin sedikit imajinasi.

Pertama, Amerika masih tetap akan berperang. Publik Amerika memang menolak keras keikutsertaan mereka dalam kancah Perang Eropa, namun seiring berjalannya waktu, Amerika akan tetap terjun ke perang itu. Seperti apa yang terjadi pada Perang Dunia Pertama. Dalam tahun 1940 – 1941 saja, ratusan ribu ton peralatan perang dikirim dari Amerika ke Inggris dengan convoy armada. Convoy ini berpotensi akan menyulut api peperangan karena U-boat tidak akan segan-segan untuk menghajar iring-iringan kapal yang memang menjadi sasaran tembak mereka.

Continue reading →