Musuh Dalam Selimut di Perang Dunia 2

Politik semasa perang sangatlah dinamik dan menarik. Kawan bisa menjadi lawan dan lawan-pun bisa menjadi kawan. Semua tergantung pada kepentingan yang dianggap paling mengguntungkan di satu waktu. Jika sebuah aliansi dianggap sudah tidak mempunyai kegunaan, maka ia akan dibubarkan dan aliansi baru-pun dibentuk.

Allies Propaganda Perang Dunia 2

Mungkin anda berfikir jika gonta-ganti kawan dan lawan di masa itu hanya terjadi pada blok non demokratik seperti fasis maupun komunis. Tapi di tahun 1920 – 1930an, Amerika Serikat pernah merencanakan sebuah rencana pertahanan yang dibuat untuk mewanti-wanti jika Inggris suatu saat akan menyerangnya. Rencana itu disebut sebagai “War Red Plan”. Meskipun rencana itu tidak pernah dilaksanakan, namun ia tetap menjadi salah satu rencana paling kontroversial yang pernah dibuat oleh Amerika Serikat.

Amerika Serikat juga pernah menaruh simpati pada pergerakan Partai NAZI di Jerman. Walaupun simpati ini memang belum berada di level pemerintahan. Mereka berbentuk dukungan-dukungan keuangan dan fasilitas. Beberpa pengusaha Amerika memang tercatat masih mempunyai garis keturunan Jerman. Dan para imigran inilah yang paling banyak memberikan dukungan bagi NAZI di Amerika. Dukungan lain juga dibentuk, bahkan diwadahi dalam organisasi seperti “German American Bund”. Anggotanya tercatat mencapai 15,000 orang, dan terpusat di kota besar seperti New York.

Continue reading →

5 Sebab NAZI Jerman Kalah Perang Dunia 2

NAZI Jerman mengalami kekalahan di Perang Dunia 2 setelah 5 tahun peperangan sengit dan berdarah di Eropa. Bagi sebagian besar masyarakat Eropa, kekalahan itu adalah sebuah keberuntungan. Namun bagi sebagian lagi, kekalahan itu menyebabkan mereka harus hidup di bawah rezim Stalinist yang tidak kalah kejamnya dengan NAZI.

Penyerahan Ribuan Tentara Jerman di Dekat Frankfurt Am Rhein (http://www.historynet.com/)
Penyerahan Ribuan Tentara NAZI Jerman di Dekat Frankfurt Am Rhein (http://www.historynet.com/)

Untuk dapat mengalahkan NAZI Jerman, sekutu harus kehilangan jutaan tentaranya, terutama sekali di Front Timur. Namun dengan berbagai susah payah sekutu itu, banyak kalangan yang menyatakan bahwa kekalahan Jerman bukanlah sebuah kejutan. Bahkan kemenangan sekutu sudah dapat diprediksi sejak beberapa tahun sebelum perang itu berakhir. Lalu, apa saja penyebab kekalahan Jerman?

Pertama, Jerman tidak mempunyai rencana yang jelas untuk peperangan jangka panjang. Jerman memang merancang pasukan gerak cepat dengan menggunakan pasukan bermotor dan bantuan udara. Pasukan ini bagus untuk operasi gerak cepat dan memang inilah tujuan para Jendral Jerman termasuk Guderian ketika merancang kesatuan-kesatuannya.

Continue reading →

5 Kesalahan Diplomasi Hitler Selama Perang Dunia ke 2

Selama Perang Dunia ke 2, baik pihak sekutu maupun axis mencoba untuk melakukan manuver-manuver diplomatis. Kawan menjadi lawan, dan lawan menjadi kawan adalah sebuah hal yang biasa. Di sini saya mencoba menganalisa bagaimana manuver diplomasi Hitler di era itu yang ternyata gagal dan akibatnya bagi Jerman selama perang.

Hitler Color

Dari beberapa kesalahan atau sitidaknya kegagalan manuver diplomatik yang Hitler lakukan, saya mencoba merangkum 5 diantaranya yang berakibat fatal. Berikut adalah 5 kesalahan diplomasi yang Hitler lakukan:

Mangabaikan Opini Penduduk Soviet Terhadap Stalin

Stalin Holodomor
Holodomor di Ukraina 1932 – 1933

Keputusan-keputusan politik yang diambil oleh Stalin tidak berpihak ke seluruh penduduk Soviet. Di Ukraina misalnya, pada tahun 1932-1933 terjadi kelaparan hebat yang disebut Holodomor. Penyebab utama dari kelaparan hebat ini masih diperbincangkan sampai sekarang. Namun bencana alam seperti kekeringan dan juga ekonomi yang buruk bagi sebagian peneliti bukanlah faktor utama. Mereka lebih percaya jika Holomodor sengaja dilakukan oleh Stalin untuk mengurangi jumlah penduduk Ukraina saat itu. Alasannya agar menekan jumlah gerakan resistensi di Ukraina yang meminta kemerdekaan. Hasilnya, antara 2.5 juta hingga 7.5 juta orang tewas akibat kebijakan tersebut.

Ketika Hiter menyerbu Soviet, pasukannya dianggap sebagai pembebas di beberapa negara. Di negara-negara Baltik yang mempunyai kedekatan darah dengan Jerman, penduduk mereka berpesta dan menyambut kedatangan Wehrmacht dengan karangan bunga. Namun sayang, kebijakannya tidak berlanjut ke masyarakat Ukraina, Belorusia dan negara-negara dibawah kontrol Soviet lainnya. Hitler mengganggap mereka sebagai negara jajahan, kurang lebih sama dengan yang Stalin lakukan. Seperti keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya. Beberapa negara bahkan lebih memilih untuk kembali ke pangkuan Soviet. Setidaknya, mereka masih sama-sama bangsa Slavia. Bukan bangsa ‘untermehnen’ seperti yang Jerman anggap.

Continue reading →