One Stop Banking – Harapan Terhadap Sistem IT BNI

BNI adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang mempunyai lebih dari 1000 cabang dan melayani lebih dari 9 juta pelanggan di seluruh pelosok negeri. Ia sudah berbisnis selama lebih kurang 70 tahun, waktu yang tidak dapat dikatakan singkat untuk sebuah unit usaha. Saya sendiri mengenal BNI kurang lebih selama 4 tahun lamanya. Tercatat sejak awal saya bekerja di perusahaan tempat saya berkarya sekarang.

Bank BNI

Banyak harapan yang kami, sebagai nasabah, ingin sematkan dari BNI. Salah satunya adalah kemudahan akses terhadap sistem IT bank ini. Di sini saya memang khusus membahas mengenai harapan saya ke depan terhadap IT bank ini. Alasannya, yang pertama adalah, saya berlatar belakang pendidikan IT dan bekerja di bagian IT di sebuah perusahaan di Jakarta yang menggunakan layanan IT bank ini. Kedua, IT merupakan pokok dari dunia usaha, terutama sekali usaha di bidang perbankan.

IT atau information technology ke depan bukan lagi sebuah barang mewah yang membedakan antara pelayanan bank satu dengan bank lainnya. Melainkan sudah menjadi barang pokok yang harus dimiliki oleh sebuah bank untuk dapat bersaing dengan bank lainnya. Lalu apa yang menjadi pembeda diantara keduanya? Jika antara bank satu dengan yang lain mempunyai pelayanan dengan menggunakan IT?

Banking Service
Perkembangan Service Perbankan dengan IT

Jawabannya adalah kualitasnya, sebuah layanan IT akan dinilai baik buruknya dari kemudahan akses dan cara penggunaannya. Sebuah layanan perbankan yang diwujudkan dalam sebuah portal (contoh untuk BNI: http://bni.co.id/ atau lewat aplikasi mobile) adalah salah satu cara untuk memanjakan nasabah. Cukup dengan mengakses portal tersebut, nasabah dapat dengan mudah untuk melihat saldo atau melakukan transaksi e-banking. Dengan melalui IT, bank tidak lagi terbatas dengan masalah fisik atau gedung. Bank dapat berada dimanapun dan kapanpun, everywhere and anytime banking.

Namun ada satu yang perlu untuk diingat!

Bank saat ini bukanlah melulu sebuah tempat untuk menyimpan dan meminjam uang. Itu adalah paradigma lama yang harus segera diubah agar orang tidak tersesat di kemudian hari. Di Bank, saat ini kita bisa melakukan investasi, baik melalui deposito, reksadana, dan lain sebagainya. Ada juga jual beli obligasi dan sukuk, pembuatan Giro, atau juga pembuatan dana pensiun.

Continue reading →

Fenomena Vlog – Video Blog Yang Unik Buat Belajar

Banyak yang berpikir bahwa Youtube hanya sekedar channel hura-hura, tempat untuk melihat video lucu, musik, dan menghabiskan waktu. Namun, akhir-akhir ini muncul fenomena vlog atau video blog. Singkatnya, orang yang biasanya menumpahkan ide dan pikirannya lewat tulisan beralih media menjadi video. Dan ternyata cara ini mempunyai banyak keuntungan. Pertama, sebagian orang lebih mudah mencerna informasi lewat visual. Dan kedua, youtube terkadang memberikan juga benefit tertentu bagi channel yang mempunyai view cukup besar.

Dari sekian banyak banyak vlog yang ada di internet, berikut beberapa contoh yang saya rasa menarik dan unik untuk diikuti. Saya sendiri mengikuti channel-channel vlog dibawah dan melihatnya secara reguler:

Crash Course

Crash Course pertama kali muncul dengan topik sejarah, dibawakan oleh penulis John Green yang pernah menuliskan novel The Fault of Our Stars. Namun seiring dengan berjalannya waktu, topik-topik Crash Course pun meluas dari mulai anatomi tubuh, birokrasi, ekonomi, psikologi, filosofi, hingga ke astronomi. Semua dengan host masing-masing yang merupakan ahli di bidangnya.

Diatas adalah salah satu video yang menyajikan tentang sejarah Mesir Kuno. Dimana anda bisa melihat sebuah sejarah panjang Mesir kuno selama kurang lebih tiga ribu tahun disajikan dalam bentuk singkat namun tanpa menghilangkan esensi dari sejarah itu sendiri. Tujuan dari crash course sebenarnya lebih menjadi sebuah “brief knowledge” – pengetahuan singkat. Anda bisa menambah wawasan luas dari pengetahuan anda, dan mungkin menemukan subyek2 pengetahuan khsusus yang barangkali tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.

Continue reading →

Cara Membuat Blog Tetap Hidup

Merawat blog itu gampang-gampang susah. Sebuah blog yang baik bukanlah blog yang memberikan artikel super rumit yang tidak bisa dipahami setiap orang. Blog lebih bertujuan sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran kita se-simple mungkin kepada para pembaca. Jadi, bahasanya juga tidak perlu terlalu formal seperti koran atau majalah.

BLOG on speech bubble price labels

Nah, untuk membuat blog tetep menarik untuk dikunjugi, saya sendiri mempunyai beberapa pedoman untuk diikuti. Pedoman ini untuk sementara hanyalah pendapat pribadi, namun saya harap pedoman-pedoman ini juga dapat berguna bagi para pembaca sekalian.

Pertama, cobalah untuk mempunyai target menulis setiap bulan. Target, seperti halnya di dunia “sales” atau dagang, perlu ada untuk memacu seseorang untuk meraih sesuatu. Begitu juga dalam dunia per-blog-an. Target diperlukan agar penulis tidak terlalu terlena dengan waktu. Tidak perlu mempunyai target yang terlalu tinggi. Untuk sebuah blog pribadi, dua sampai tiga artikel tiap bulan saja sudah baik.

Kedua, tulislah ide anda selagi masih segar. Ide terkadang datangnya seperti wahyu (atau jalangkung). Datang tak diundang dan pulang tidak diantar. Selagi anda mempunyai ide yang sekiranya fresh dan baik, tulislah! Atau setidaknya buat note untuk menuliskan garis besar pemikiran anda. Ingatlah bahwa ide itu terkadang tidak akan lagi datang atau lenyap dalam tumpukan memori.

Continue reading →

Blog Bukanlah Paper Ilmiah

Saya kerap mendengar bahwa blog itu tidak layak digunakan sebagai referensi pada sebuah jurnal. Alasannya dari mulai tidak kompetennya penulis sampai dengan tulisan di blog dipenuhi dengan asumsi pribadi sang penulis. Tunggu dulu?! Komentar tersebut memang bukan sebuah kesalahan. Namun ada konteks dimana komentar itu sebenarnya berada pada tempat yang salah.

Blog

Pertama, blog memang bukan digunakan sebagai jurnal. Blog bertujuan sebagai sarana untuk menyalurkan pemikiran dari sang penulis. Bisa dalam bentuk kritik, sindiran, sekedar imajinasi, opini, atau ditambahi dengan sedikit bumbu-bumbu berita faktual. Jika ada blog yang menyajikan fakta ilmiah, maka itu adalah sebuah bonus dan bukan sebuah common sense.

Jadi, ketika anda menemukan sebuah artikel di blog, anda jangan langsung berasumsi bahwa tulisan itu merupakan sebuah fakta. Idealnya, blog memang tidak bertujuan untuk menuliskan sebuah runtutan cerita seperti ensiklopedia. Sehingga ia sama sekali tidak cocok untuk dijadikan rujukan penulisan karya ilmiah. Seseorang yang mencari rujukan untuk penelitian atau karya ilmiahnya dari blog, maka ia telah salah besar.

Continue reading →

Sebuah Seni Menulis

Beberapa ribu tahun yang lalu, sebuah terobosan ditemukan oleh kakek-nenek moyang kita. Sebuah terobosan yang akan mengubah hidup anak cucunya, ke dalam tahap yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mengubah kebiasaan, mengubah tata cara, dan bahkan mengubah gaya berpikir manusia. Orang mulai menuangkan ide-idenya, pemikirannya, dan imajinasinya ke dalam sebuah simbol-simbol yang dipahami bersama sebagai sebuah pakem. Simbol-simbol itu merepresentasikan bunyi sebagai sebuah bahasa. Dan simbol-simbol itulah yang pada akhirnya berevolusi menjadi tulisan seperti yang kita kenal sekarang ini.

Seni Menulis

Menulis adalah sebuah hal yang istimewa. Tidak diperlukan lagi sebuah penggambaran rumit untuk menceritakan sebuah peristiwa. Orang cukup menggoreskan simbol-simbol tertentu, yang mampu dirangkai menjadi sebuah kata. Dan kata-kata tersebut mampu menceritakan segalanya. Dari mulai perburuan binatang hingga kelahiran putra dewa. Bahasa membuat manusia mampu menuangkan pikirannya, namun tulisan membuat pikiran manusia abadi.

Kita tidak mungkin mengenal pemikiran Plato dan Socrates tanpa adanya tulisan. Begitu pula dengan rincian detail penyerangan Aleksander Agung ke Persia. Obat-obatan dan ramuan yang merevolusi medis modern-pun agaknya sulit untuk ditemukan tanpa adanya tulisan-tulisan para ahli terdahulu. Begitu juga dengan banyak seluk-beluk sejarah manusia. Dan di atas itu, kita tidak mungkin mempunyai agama yang kokoh jika kitab-kitab suci tidak pernah di tuliskan di atas kertas.

Agama modern identik dengan tulisan. Kumpulan sabda ataupun ayat yang kemudian dibukukan menjadi kitab suci. Tanpa adanya tulisan, semua hanya akan berakhir pada pembicaraan mulut ke mulut. Dan tiap kisah akan mempunyai versi mereka masing-masing, dan semakin lama, semakin banyak kisah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Terikis oleh waktu dan banyaknya variasi oral. Membuat keaslian dan kepalsuan tidak mampu lagi dibedakan.

Continue reading →