Review Bali Zoo

Saya berkesempatan mengunjungi Bali Zoo pada 26 Agustus yang lalu bersama keluarga. Kebetulan, si kecil sangat suka dengan wisata kebun binatang jadi ketika ke Bali, kami memutuskan untuk mampir ke sana. Lagi pula, katanya Bali Zoo adalah salah satu kebun binatang terbaik di Indonesia. Hal itu menambah rasa penasaran kami untuk mengunjungi tempat wisata itu.

Welcome to Bali Zoo
Welcome to Bali Zoo

Satu saran sebelum mengunjungi Bali Zoo, ada beberapa paket wisata seperti dinner atau menungganggi gajah. Sebisa mungkin, beli paket itu dari situs travel terpercaya sebelum menggunjungi Bali Zoo. Kita bisa mendapat potongan harga yang cukup signifikan. Saya sendiri waktu itu hanya membeli paket basic. Itupun saya mendapat potongan harga cukup lumayan daripada harus beli on the spot. Harga per tiket rata-rata Rp. 200,000 jika membeli on the spot. Tapi dengan online, Rp 200,000 sudah bisa mendapatkan tiket untuk dua orang.

Continue reading →

Dari Indonesia Untuk Dunia

Nasionalisme menjadi fenomena yang fantastis di akhir abad 19 dan awal abad 20. Negara-negara di dunia disatukan atau dipisahkan oleh semangat tersebut. Kelompok-kelompok manusia mulai mencari apa yang menjadi pemersatu diantara mereka dan juga pembeda. Persamaan bahasa, warna kulit, dan sejarah biasanya adalah faktor-faktor utama. Bangsa-bangsa seperti Jerman dan Italia yang selama berabad-abad tercerai berai mulai menyatukan diri. Sementara itu Bangsa Arab dibawah Usmaniyah dan Slavia di bawah Austro-Hongaria mulai mempertanyakan jati dirinya. Di titik inilah, sebuah negara baru yang kuat akan lahir atau negara tua yang sakit akan tenggelam.

Peta Hindia Timur 1635

Dalam arus nasionalisme yang deras, hanya segelintir negara saja yang mencoba mempertahankan keberagamannya. United States adalah salah satunya, sebuah negara yang dibangun tanpa bangsa tertentu dan menerima hampir seluruh bangsa lain untuk tinggal di negaranya.

Memang ada satu dua hal yang bisa kita bantah dari argumen itu. Bangsa Indian, kulit hitam, dan beberapa bangsa Asia perlu berjuang lebih lama untuk mendapatkan status yang sama dengan saudara Eropa mereka. Namun, inti dari semangat negara tersebut adalah, tidak ada nasionalisme yang membangunnya. Semua dibangun diatas keberagaman dan persamaan nasib diatas tanah dunia baru.

Continue reading →

Bagi Penentang Demokrasi

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar denggung-denggung yang mencoba mengusik demokrasi. Sistem politik yang secara de facto sudah menjadi jati diri negara ini semenjak 20 tahun lalu (walaupun orde baru dan orde lama sama-sama mengklaim demokrasi) mulai dari reformasi. Demokrasi, oleh sebagian orang itu, entah dianggap gagal, atau produk asing, atau tidak sesuai dengan agama, atau dianggap sesat. Intinya, demokrasi dianggap harus diganti dengan sistem lain yang bagi sebagian orang itu dirasa tepat.

Demokrasi, Pilihan, dan Kebebasan

Demokrasi sendiri disebut-sebut lahir di Yunani ketika era city-states berkembang. Namun ide dari demokrasi itu sendiri ada di banyak tempat lain dan berkembang dengan cara berbeda. Di Indonesia sendiri, demokrasi berkembang melalui cara musyawarah. Yang secara luas dikenal sebagai penggambilan keputusan bersama secara mufakat, tanpa menggunakan voting. Tapi pada masa-masa tertentu, penggambilan suara terbanyak terkadang tetap dilakukan di musyawarah dan itu sah-sah saja.

Selepas era rovulusi Amerika, perlahan negara barat mulai mengadopsi sistem demokrasi modern yang kita kenal sekarang ini. Pemilihan pemimpin dilakukan dengan pengambilan suara baik itu secara langsung ataupun diwakilkan melalui parlemen. Pun-banyak negara yang mengadopsi demokrasi-monarki (seperti Inggris sampai ke Jepang) dimana monarki masih menduduki tahta-nya, namun pemerintahan dijalankan oleh elit politik.

Continue reading →

NAZI dan Indonesia

Saya banyak sekali menulis tentang Perang Dunia ke 2, khususnya sepak terjang NAZI di kancah perng tersebut. Beberapa orang bertanya kepada saya, apa saya seorang simpatisan NAZI? Dan terlebih lagi, apakah saya seorang NAZI?

Peta Indonesia

Saya bukanlah NAZI, dan juga bukan juga seorang simpatisan partai NAZI. Saya mengganggap diri saya sebagai seorang moderat. Baik di dalam pemikiran politik maupun dalam pemikiran religius. Mengapa saya menyinggung religius? Karena religiusitas sekarang ini erat kaitannya dengan pemikiran politik, terutama di Indonesia. Dan kaitan ini akan saya jelaskan di bawah nanti.

NAZI bagi saya adalah sebuah bencana dunia, mereka adalah rezim totaliter yang bergerak di luar batas nalar. Opresi, pembunuhan, pembasmian kelompok ras dan pemikiran politik tertentu, serta perang itu sendiri adalah tragedi. Namun memang, NAZI tidaklah unik. Rezim totalitarian Stalin misalnya atau Mao membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan Hitler. Namun kenyataan bahwa mereka duduk di dewan keamanan tetap PBB membuat cerita itu semacam tidak terlalu santer kita dengar sekarang ini.

Tidak usah jauh-jauh membicarakan tentang rezim totalitarian. Rezim-rezim barat dan dunia bebas lainnya yang mengklaim diri mereka suci-pun tidak luput dari dosa besar. Timur Tengah sekarang tercebur dalam konflik yang berkepanjangan adalah buah dari campur tangan suci kaum demokrat-liberalis. Begitu juga dengan banyak pembunuhan di India, penduduk lokal Amerika Serikat, dan tidak terkecuali di Indonesia.

Continue reading →

Apakah Fasisme Sedang Bangkit Kembali?

Pemilihan umum Amerika Serikat di tahun 2016 keluar dengan hasil yang mengejutkan. Donald Trump menjadi Presiden negara adidaya itu mengalahkan Hillary Clinton yang digadang-gadang mampu memperoleh suara lebih besar. Hasil ini tentu mengejutkan bagi sebagian pengamat internasional karena Trump dianggap sebagai tokoh yang kontroversial dan sering mengeluarkan pernyataan tajam. Beberapa pernyataannya seperti kritiknya terhadap imigran Meksiko dan Muslim dianggap rasis dan penuh dengan kebencian. Trumph bahkan sempat mendapat dukungan kelompok-kelompok sayap kanan bawah tanah Amerika yang beraliran ultra nasionalis yang sebelumnya jarang ikut andil dalam kampanye politik.

USA vs China

Tren dunia sekarang ini memang sedang mengarah pada tujuan yang kita tidak dapat prediksi. Putin di Russia semakin mengukuhkan kekuatannya dengan melakukan aneksasi terhadap Krimea. Wilayah yang tadinya merupakan bagian dari negara Ukraina. China sedang gencar melakukan ekspansi ke laut China Selatan karena di sana dianggap sebagai kawasan yang kaya. Pulau-pulau kecil diubah menjadi pangkalan-pangkalan militer, termasuk landasan pacu 3 km yang mampu didarati pembom berat. Dan Eropa sedang dalam dalam krisis kepercayaan diri karena Uni Eropa yang menyokong persatuan negara-negara barat itu sedang berduka setelah Inggris menyatakan diri keluar.

Satu per satu partai sayap kanan Eropa juga mulai melancarkan kampanye pelepasan diri dari EU. Suara mereka meningkat drastis menjelang pemilu yang akan diadakan di Perancis, Jerman, Belanda, dan beberapa negara yang termasuk anggota EU. Salah satu isu yang menjadi senjata utama mereka adalah imigran. Kebijakan EU yang sangat longgar terhadap imigran diangap sebagai sebuah blunder.

Continue reading →