Menanggapi Teori Evolusi

Evolusi sebenarnya terjadi setiap saat. Ini bukanlah sebuah kata yang aneh atau terdengar bertentangan dengan agama. Evolusi alam semesta adalah sifat alami yang memang alam ini miliki semenjak ia ada hingga pada saat. Alam yang berkembang dari hanya sebuah titik energi menjadi sebuah ruang yang begitu luasnya seperti yang kita lihat di langit malam.

Evolution

Sebagian orang masih mengganggap bahwa evolusi adalah teori yang salah. Sebagian yang lain mengganggap bahwa evolusi adalah sebuah teori biologi, terpisah dari hukum alam lain. Namun, pada kenyataannya evolusi adalah sebuah hal alamiah. Alam dari waktu ke waktu membangun sebuah kompleksitas.

Dari energi menjadi partikel, dan dari partikel sederhana ke partikel-partikel yang jauh lebih kompleks dan rumit. Hingga nantinya planet, matahari, galaksi, dan makhluk hidup terbentuk dari proses evolusi alam yang sangat panjang itu. Tujuan alam membangun kompleksitas memang belum kita ketahui sepenuhnya, namun itulah yang terjadi pada alam sekarang ini.

Bagian yang sangat menjadi misteri sekarang ini adalah terbentuknya makhluk hidup dari benda non hidup. Barangkali penjelasan bagi sebagian besar orang sangatlah mudah, karena ada yang mengginginkan itu terjadi. Namun, pada kenyataannya banyak sekali proses yang terjadi di balik perkembangan benda materi menjadi hidup. Dan perkembangan tersebut sangat amat bisa untuk dipelajari.

Manusia, dengan seluruh keterbatasannya cenderung untuk berpikir jika apa yang tidak kita ketahui adalah hasil sebuah proses penciptaan oleh sebuah entitas yang lebih besar. Bukan berarti meniadakan entitas itu, tapi alam dan seluruh isinya ini tercipta dengan sebuah proses. Meskipun saat ini proses itu belum dapat kita ketahui caranya. Rasa-rasanya, hal tersebut jauh lebih spiritual daripada hanya sekedar mengganggap bahwa alam terjadi dengan sebuah bantuan entitas lain.

Dan barangkali, Tuhan telah merencanakan pembentukan alam jauh sebelum alam itu sendiri terjadi. Dan semua yang ada sekarang ini mengikuti blue print dari apa yang sudah ia rencanakan. Jika anda benar-benar percaya kepada Tuhan, hal tersebut terdengar jauh lebih hebat. Namun, jika anda tidak percaya, juga bukan sebuah kesalahan. Karena memang sampai saat ini, bukti nyata keberadaannya belum ada. Entahlah, biarkan waktu yang membuktikan.

Continue reading →

Palestina dan Israel – Perjuangan Tiada Akhir

Kembalinya putra Israel ke tanah Kanaan telah banyak disebut di dalam kitab-kitab kuno, bukan hanya di dalam kitab-kitab Yahudi, namun juga di dalam kitab Nasrani dan Muslim. Sebuah tanah yang bagi mereka adalah tanah yang dijanjikan, tanah yang diimpikan, tanah harapan bagi seluruh yahudi diaspora yang telah lama menantikan sebuah tanah air. Mereka yang telah disiksa, dibunuh, disia-siakan di tanah-tanah milik orang lain. Yang diantara mereka tidak lagi mempunyai harga diri, karena mereka tidak pernah menginjak sebidang tanah yang dapat mereka sebut sabagai tanah air. Sebidang tanah yang telah lama mereka nantikan, namun juga tak kunjung mereka dapatkan.

Palestine dan Israel

Palestine dan Israel

Adalah sebuah hak bagi sebuah bangsa untuk mendapatkan tanah air dan adalah sebuah hak pula bagi sebuah bangsa untuk merebut kembali tanah leluhur mereka. Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana cara melakukannya? Apakah mereka akan datang sebagai seorang tamu baik-baik pada tanah yang telah berpenghuni atau apakah mereka datang dengan seringai lebar yang penuh dengan nafsu kebengisan yang tak kenal kesopanan?

Sayangnya anak-anak Israel, yang oleh banyak pihak disebut sebagai manusia-manusia pilihan, yang katanya mempunyai banyak keistimewaan, yang baru saja terlunta-lunta oleh pembantaian seorang diktator, datang ke tanah bertuan dengan penuh nafsu menguasai. Sebuah keinginan pembalasan dendam atas apa yang menimpa mereka selama bertahun-tahun di bawah cengkraman swastika. Sebuah keinginan besar untuk merebut tanah yang telah dihuni, secara turun temurun dan mengakar oleh bangsa lain. Hal itu seperti sebuah pengusiran bangsa Indian di kala lalu oleh penguasa kolonial eropa yang tak mempunyai belas kasihan.

Continue reading →

Konflik Gaza Adalah Perseteruan Agama?

Juli 2014, serangan demi serangan roket saling meluncur baik dari Gaza maupun Israel. Korban berjatuhan, kebanyakan adalah penduduk sipil Gaza yang sama sekali tidak mempunyai perlindungan. Israel sendiri telah dari awal tahun 2000an membangun sebuah sistem yang mereka sebut sebagai Iron Dome. Sistem perlindungan yang mampu mencegah serangan-serangan udara dari mulai artileri, pesawat, hingga roket. Sebuah sistem yang barangkali adalah sistem pertahanan udara nomor wahid di dunia. Nyaris 95% serangan yang dilancarkan Hamas mampu ditangkal dengan sistem ini.

Anindita Saktiaji - Gaza Protest

Perang tidak hanya terjadi di Gaza sana, namun di seluruh dunia. Di dunia maya, banyak sekali bermunculan ide-ide, pemikiran dan pendapat tentang pro dan kontranya mereka terhadap perang ini. Salah satu yang paling sering diperdebatkan adalah, apakah perang di Gaza kali ini adalah sebuah konflik agama? Apakah konflik kali ini adalah sebuah konflik Yahudi vs Islam?

Sebenarnya kembali lagi bagaimana kita memandang sebuah masalah. Apakah Yahudi itu kita pandang sebagai sebuah negara, agama, masyarakat, kesatuan politik, atau kombinasi diantaranya? Kebanyakan orang berpikiran bahwa Yahudi Agama, Yahudi Negara, Yahudi Masyarakat adalah sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan. Seperti halnya Arab dengan Islam, atau India dengan Hindu. Hanya saja, terkadang kasusnya tidak seperti itu.

Yahudi, seperti halnya Islam mempunyai banyak sekali cabang dan sekte. Kita mempunyai Sunni dan Syiah, di Yahudipun banyak sekali sekte, salah satunya bahkan yang kita kenal sebagai Kristiani. Sebuah cabang Yahudi yang percaya kepada Isa Almasih. Dan beberapa sekte Yahudi seperti Naturei Karta dengan tegas menolak aksi pengeboman yang dilakukan Israel pada saat ini. Mereka turun ke jalan dengan slogan yang simpel tapi begitu mudah untuk diingat, “Judaism is not Zionism.”

Continue reading →