Mengapa Penduduk Jakarta Malas Menggunakan Transportasi Umum

Penduduk Jakarta tiap hari mengeluhkan tentang kemacetan yang parah, namun sebagian besar mereka tetap saja memilih mobil maupun motor sebagai kendaraan utama mereka. Ini tentu sangat kontradiksi dengan semangat anti macet itu sendiri. “Jika memang tidak mau macet, beralihlah menggunakan transportasi umum.” Kurang lebih begitulah selogan yang terus digembor-gemborkan pemerintah. Namun, transportasi umum manakah yang mereka maksud?

Transportasi Jakarta

Jakarta sekarang mempunyai dua transportasi andalan, KRL (Commuter Line) dan Transjakarta. Jika KRL menghubungkan antara pusat kota dengan pusat-pusat perumahan penduduk di sekitaran jabodetabek, maka transjakarta menghubungkan antara satu titik dengan titik lain di tengah kota. Idenya sih seperti itu, tapi dalam kenyataannya, masih banyak sekali kelemahan dari dua transportasi utama tersebut. Dan berikut akan kami bahas beberapa kelemahan dari transportasi umum di Jakarta.

KRL barangkali adalah angkutan umum yang paling banyak penggunanya setiap pagi dan petang. Bertepatan dengan berangkat dan pulangnya orang dari tempat kerja mereka masing-masing. Ketika jam-jam padat tersebut, KRL seolah menjadi ladang pertumpahan darah. Banyak sekali orang yang menggunakan moda transportasi masal tersebut sehingga penuh sesak. Kenyamanan yang kurang seperti itu membuat orang malas menggunakan angkutan masal. Mereka lebih memilih mobil atau motor jika ingin cepat. Setidaknya, di mobil mereka dapat duduk dengan nyaman dan aman. Atau jika dengan motor, mereka dapat berangkat dengan cepat.

Continue reading →

Sekilas Tentang Lucunya Transportasi Umum Jakarta

Jakarta adalah ibukota Indonesia, pusat pemerintahan sekaligus ekonomi bagi negara dengan penduduk ke empat terbesar di Indonesia. Dari 259 juta penduduknya, 10 juta tinggal di Jakarta, namun jika ditambah dengan daerah penyangga (jabodetabek), maka penduduk jakarta mencapai 30 juta jiwa. Satu dari 8 orang Indonesia tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Dengan penduduk yang super besar itu. Sudah sewajarnya Jakarta mempunyai alat angkut transportasi umum (atau massal) yang memadahi. Jika seluruh manusia itu tumpah dengan kendaraan pribadi masing-masing, bisa dibayangkan betapa ruwetnya jalanan di Jakarta.

Transportasi Jakarta

Sayangnya, pemikiran pembangunan transportasi umum (atau massal) di ibukota belumlah lama dicanangkan. Dan pembangunannya terkesan sendiri-sendiri, tidak terintegrasi, dan mungkin masih menuai PR banyak.

Peningkatan pelayanan KRL misalnya, baru terasa benar ketika Igansius Jonan menjadi bos KAI tahun 2009. Kinerja beliau patut diapresiasi sebagai bentuk reformasi pelayanan angkutan publik terbaik di Indonesia. Meskipun masih banyak kekurangan di sana-sini seperti keterlambatan kereta yang masih sering terjadi, kurangnya armada dari daerah penyangga, dan kondisi beberapa gerbong yang sudah tua dan cukup tidak layak pakai.

Continue reading →