Konsekuensi Jika Bumi Itu Datar

Gagasan bumi datar atau flat earth akhir-akhir ini sedang naik daun. Hampir di setiap sudut sosial media maupun berbagai tulisan di blog, orang menyatakan bahwa teori tersebut adalah benar. Sebagian dari mereka mencoba mencari-cari celah dari ilmu pengetahuan yang ada sekarang. Sebagian lagi menghubungkan gagasan flat earth dengan kepercayaan atau hal yang tertulis di dalam kitab-kitab.

Di era informasi sekarang ini, orang tentu punya hak untuk mengutarakan opini dan gagasan secara bebas. Hanya saja opini yang disangkut pautkan dengan fakta tentu akan mempunyai konsekuensi. Tidak terkecuali dengan teori flat earth ini yang tentu akan berbenturan langsung dengan sains yang berkembang secara umum sekarang ini.

Orang yang percaya dengan teori flat earth berargumen jika sains yang ada sekarang ini adalah palsu dan dibuat untuk memenuhi kepentingan sebagian golongan saja. Sebagai contoh, NASA membentuk proyek bernilai milyaran dollar untuk satelit dan perjalanan ke bulan. Para penganut flat earth percaya bahwa proyek NASA itu hanya palsu dan kedok pemerintah Amerika Serikat untuk mengembangkan senjata rahasia. Contoh argumen-argumen lain begitu banyak, dan mungkin akan saya bahas dalam posting lain. Namun yang pasti, argumen tersebut mencoba untuk menyanggah konsep ilmu pengetahuan yang sudah berdiri sekarang ini.

Continue reading →

TRAPPIST-1 Dan Rumah Baru Bagi Manusia

Awal Januari ini dunia Astronomi dihebohkan dengan berita spektakuler. Sebuah tata surya baru bernama Trappist-1 diumumkan oleh NASA dan tim astronomi Belgia, tata surya tersebut mempunyai planet yang mirip dengan bumi. Dan planet yang mirip dengan bumi tersebut berjumlah 7! Tujuh planet mirip bumi (atau biasa disebut rocky planet) di dalam tata surya adalah sebuah penemuan mengejutkan. Di tata surya kita saja, hanya ada 4 planet yang memenuhi kriteria ini – Merkurius, Venus, Mars, dan Bumi itu sendiri.

Illustrasi 7 Planet di Trappist-1

Trappist-1 bisa dibilang sedikit berbeda dengan beberapa tata surya lain yang pernah di umumkan baik oleh NASA maupun badan antariksa lain seperti ESA. Bintang yang menjadi pusat tata surya ini adalah bintang merah kerdil (atau biasa disebut red dwarf). Bintang ini berbeda dengan matahari kita, karena bintang jenis Red Dwarf tidak memancarkan energi sebesar yang matahari pancarkan. Namun karena energi yang ia pancarkan tidak besar, usia dari bintang ini juga cukup lama.

Jika matahari bisa berusia hingga 10 Milyar tahun (sekarang matahari sudah berusia +/- 4 milyar tahun), bintang Red Dwarf seperti Trappist-1 bisa berusia ratusan milyar bahkan trilyunan tahun. Itu artinya bintang red dwarf seperti Trappist-1 mampu menunjang kehidupan lebih lama daripada yang dapat dilakukan oleh matahari. Memang ada pro dan kontra tentang apakah red dwarf mampu menghasilkan energi yang cukup untuk evolusi kehidupan seperti yang ada pada tata surya kita. Akan tetapi dengan seper-sekian energi dan ditunjang oleh waktu yang lama, barangkali kehidupan di planet-planet bintang red dwarf tidaklah mustahil.

Continue reading →

Six Essential Reasons Why We Need to Send Humans to Mars

Today, as America plans to lead efforts to send humans to Mars in the early 2030s, it is important to clearly articulate the rationale for undertaking such ambitious missions.

This often has been a challenge, as there are dozens of compelling reasons to pursue such a goal.  However, those reasons can be succinctly organized into the six categories set forth below.  In addition, unlike the Cold War motivation of the 1960s that led us to the moon, the reasons for going to Mars are likely to result in a program that is far more sustainable than the Apollo lunar program, which ended in 1972 after only a handful of missions.

The reasons for sending humans to Mars fall within the following categories:

Discovery and Scientific Knowledge, Mars is the most scientifically interesting location in our solar system that humans can reach in the foreseeable future. Although robotic exploration of Mars over the past 50 plus years has provided us with a wealth of information and incredible discoveries, most experts agree that it will probably take human explorers to determine whether there ever was or even still is life on Mars and to conduct many other scientific investigations that are not possible with robots alone.

Inspiration and Innovation, Space exploration is widely recognized to be one of the most effective ways to inspire students to become interested in STEM education and it is a well-known driver of technology and innovation. Returning to the Moon after 50 years is unlikely to require major advancements in technology. In contrast, an ambitious mission to the next frontier of Mars will inspire new generations of engineers, scientists, physicians, innovators, educators, and industrialists to reach for the stars.

Continue reading →

Menuju Manusia Yang Menciptakan Bumi Baru

Sejak kecil, saya sering mendengarkan cerita tentang penjelajahan-penjelahan manusia di planet lain. Film-film seperti Star Trek, Star Wars, Macross, dan masih banyak lagi telah mungkin memenuhi imajinasi masa kecil saya, dan barangkali ribuan atau bahkan jutaan anak lain di dunia ini. Saya sempat bertanya-tanya, bukankah perjalanan ke planet lain itu adalah sebuah hal yang mungkin dilakukan, jadi mengapa manusia belum juga mendarat di Mars? Atau membuat koloni di Bulan?

marsone2025

Seiring perjalanan waktu, saya menyadari bahwa mendaratkan manusia ke planet lain itu adalah sebuah misi yang luar biasa sulit. Bahkan, pendaratan manusia ke bulan pun itu menanggung banyak resiko. Umat manusia barangkali tidak akan sudi menanggung resiko sebesar itu jika saja tidak ada persaingan di dalam Perang Dingin antara USA dan USSR.

Namun ke depan, manusia perlahan-lahan sadar bahwa menggantungkan hidup hanya kepada satu planet saja itu tidaklah bijaksana. Bumi merupakan planet yang indah dan begitu nyaman untuk ditinggali, namun Bumi juga mempunyai banyak potensi untuk meluluhlantakan seluruh isi penghuninya.

Continue reading →

Apakah Penjelajahan Luar Angkasa Sudah Berhenti?

Ketika misi Apollo 11 mendarat di bulan pada 1969, sambutan meriah dari seantero dunia membahana. Misi itu seolah menjadi sebuah tonggak bersejarah, titik dimana manusia akan menjelajahi alam semesta, seperti yang mereka impi-impikan di dalam buku fiksi maupun non-fiksi. Namun, puluhan tahun kemudian, kita tidak hanya meninggalkan misi ke bulan, akan tetapi juga meninggalkan misi pengiriman manusia ke tempat lain yang lebih jauh dari orbit bumi.

Luar Angkasa Bulan

Keputusan mendadak itu membuat para skeptik mulai berfikiran bahwa pendaratan di bulan adalah sebuah hoax semata. Mereka dibuat sengaja untuk mengelabuhi publik dan pihak lawan, yang kala itu adalah blok timur, untuk mengakui superioritas jelajah angkasa luar sekutu. Tapi tentu saja teori ini hanyalah sebatas kata-kata. Bukti penjelajahan misi di bulan sangatlah banyak, dan memang misi itu bukanlah sebuah hal yang mustahil di kala itu. Lalu mengapa, kita tidak lagi mengirim manusia ke bulan?

Pengiriman manusia ke bulan sangatlah berbahaya dan memakan banyak biaya. Jika tidak ada counterpart dari Soviet, barangkali Amerika Serikat tidak akan pernah mengirimkan Apollo ke sana. Lebih untung mengirimkan satelit-satelit ke seantero orbit bumi dan menggunakannya untuk kepentingan komunikasi dan militer.

Continue reading →