Bagaimana Jika Pendaratan Sekutu di Normandy Gagal?

Pendaratan Normandy pada 6 Juni 1944 adalah salah satu peristiwa paling penting di Perang Dunia ke 2. Pendaratan sekutu di pantai utara Perancis itu memungkinkan Amerika, Inggris, Kanada, beberapa pasukan Polandia, dan Selandia baru untuk menyerang Jerman langsung di jantung kekuasaan mereka. Selama empat tahun terakhir, mereka hanya bisa menyerang outpost Jerman di Afrika Utara dan Italia. Atau membombardir kota-kota mereka dengan B17, B25, atau Halifax.

Normandy
Pendaratan Sekutu di Normandy – Juni 1944 (Credit: https://en.wikipedia.org/wiki/Normandy_landings)

Di Normandy, terdapat 380,000 pasukan Jerman yang terbagi menjadi 4 Army Group. Jumlah itu hanya yang bertugas untuk menjaga AtlantikWall – benteng atlantik yang menurut Hitler tak dapat ditembus. Terdapat lebih banyak lagi pasukan Jerman di Perancis yang bertugas selain untuk pasukan cadangan, juga bertugas membasmi partisan.

Memang kita tidak tahu pasti bagaimana jika Jerman berhasil menghentikan laju serangan sekutu di Normandy. Apakah Jerman dapat bertahan, atau Russia justru dapat menguasai Eropa seutuhnya? Di sini, saya bukan berarti mendukung pemerintahan Jerman NAZI tetap bercokol di Eropa. Apalagi mendukung rezim otoriter mereka yang telah membuat Eropa menelan pahit getirnya peperangan modern. Saya hanya mencoba untuk menuliskan kemungkinan2 dari sekian banyak yang dapat terjadi.

Dengan mempertimbangkan beberapa aspek, dan sedikit pengetahuan saya tentang kronologi sejarah di masa itu. Berikut 5 kemungkinan yang terjadi jika sekutu gagal melaksanakan pendaratan di Normandy:

Continue reading →

Keunggulan Militer Jerman di Awal Perang Dunia ke 2

Di awal Perang Dunia ke 2, kekuatan militer Jerman seakan tak terhentikan. Mereka menguasai Polandia hingga Perancis, Norwegia hingga Yunani dalam waktu yang relatif singkat. Di kala itu muncul berbagai pemberitaan bahwa Jerman sudah menyiapkan detil peperangan jauh sebelum perang itu sendiri pecah. Namun pada kenyataannya, tidak semua pemberitaan itu benar. Ada juga yang menyebutkan bahwa kekuatan militer Jerman jauh lebih besar dari sekutu, namun itu juga tidak sepenuhnya benar. Ambil contoh, Jerman hanya punya 2,300 tank saat mereka menginvasi Perancis. Sedangkan kekuatan gabungan Inggris dan Perancis mempunyai 4,500 tank lebih. Hampir dua kali lipat dari jumlah tank Jerman sendiri. Beberapa jenis tank Pernacis seperti SOMUA S35 bahkan oleh para Jendral Jerman sendiri sebut bahwa jauh lebih superior daripada tank Jerman yang terbaru.

Germany

Lalu apakah yang sebenarnya terjadi di awal Perang Dunia 2? Apa saja faktor yang menyebabkan Jerman dapat memiliki keunggulan lebih besar dibandingkan dengan musuh-musuhnya? Berikut kami rangkum beberapa fakta yang terjadi dari berbagai macam sumber:

Jerman Menggunakan Taktik Baru Yang Tidak Ortodoks

Nagara-negara sekutu pemenang Perang Dunia 1 mengganggap bahwa perang berikutnya tidaklah perlu dan mereka sudah menganggap bahwa doktrin yang mereka gunakan adalah yang terbaik. Perancis dan Inggris memproduksi tank dan kendaraan lapis baja, namun mereka menggunakannya sebagai infantri support. Sedikit berbeda dengan Jerman yang justru menggunakannya sebagai kekuatan pendobrak serangan yang independen. Apa perbedaannya?

Continue reading →

Apa Itu Blitzkrieg?

Blitzkrieg dikenal sebagai sebuah doktrin militer yang diadopsi oleh Jerman ketika Perang Dunia ke 2 berlangsung. Doktrin itu berfokus pada mobilitas pasukan yang ditunjang oleh infantri bermotor, tank, dan pesawat terbang sehingga dihasilkan sebuah perang yang dinamis.

Blitzkrieg 001

Pasukan diharapkan dapat menusuk jauh ke dalam pertahanan lawan dan menghancurkan garis lini pertahanan dari belakang, atau setidaknya memutus rantai suplai pasukan sehingga pasukan di garis depan akan terpencil. Pertempuran dinamis akan menghindarkan pasukan yang saling terpaku pada pertempuran statis di parit2 seperti yang pernah terjadi pada Perang Dunia pertama.

Blitzkrieg adalah sebuah cara bertempur yang sangat efektif. Dengan itu, Jerman dapat menghancurkan negara-negara di sekitarnya hanya dalam hitungan hari, bahkan minggu. Ratusan ribu pasukan lawan dihancurkan dengan kerugian yang sangat minim di sisi Jerman sendiri. Namun, benarkah mistis doktrin blitzkrieg itu memang tepat adanya? Apakah Jendral-jendral yang ada di balik Blitzkrieg seperti Von Manstein, Franz Halder, maupun Guderian benar-benar telah menciptakan sebuah perang mobile yang jenius?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, marilah kita tilik sebentar kondisi Jerman Pasca Perang Dunia Pertama atau yang waktu itu disebut sebagai The Great War. Di dalam Perjanjian Versailles, militer Jerman personelnya dibatasi hanya dalam jumlah 100,000 orang. Sebuah ukuran yang sangat kecil di Eropa waktu itu jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya. Karena itulah, militer Jerman mengembangkan sebuah strategi militer yang diharapkan dapat menutupi kekurangan jumlah personel itu.

Continue reading →

Pertempuran Penting Di Perang Dunia 2 Yang Mungkin Belum Anda Tahu

Perang Dunia Dua adalah perang paling berdarah di dalam sejarah manusia. Petempuran yang berlangsung dari tahun 1939 sampai tahun 1945  membunuh lebih dari 60 juta nyawa di seluruh dunia. Dalam waktu kurang lebih lima tahun, banyak sekali pertempuran yang terjadi. Sebagian pertempuran itu begitu terkenal sehingga tidak jarang diangkat ke layar lebar. Anda mungkin mengenal Pendaratan Normandy, Perang Tank Kursk, Pearl Harbour, Midway, atau Pertempuran Stalingrad. Namun disamping pertempuran-pertempuran besar tersebut, terdapat beberapa pertempuran yang mungkin dapat dikategorikan kelas menegah, namun cukup menentukan jalannya perang. Berikut beberapa list pertempuran-pertempuran Perang Dunia 2 yang kami anggap penting yang mungkin tidak anda ketahui sebelumnya:

Pertempuran Yunani (April 1941)

Pertempuran Yunani memang terbilang singkat, pertempuran itu berlangsung hanya kurang lebih 3 minggu lamanya dari 6 – 30 April 1941. Dengan catatan, itu adalah waktu ketika Jerman ikut campur di dalam pertempuran di negeri para dewa. Pertempuran Yunani vs Italia sebenarnya dimulai sejak November 1940 dengan capaian yang awalnya cukup menggembirakan bagi Italia. Namun sayang, para keturunan Legiun Romawi itu rupanya harus mengakui ketangguhan ksatria Hellenic. Sampai pada Maret 1941, Italia bahkan harus mundur berpuluh-puluh kilometer hingga pedalaman Albania.

Divisi Panzer Jerman di YunaniPanzer III Jerman dalam Penyerbuan Yunani

Hitler sendiri murka ketika Musolini memutuskan untuk menyerbu Yunani di November 1940. Alasannya, ia sendiri sedang sibuk untuk mempersiapkan invasi ke Russia yang dijadwalkan pada awal musim panas tahun 1941. Dan pertempuran di Yunani akan berdampak besar jika Inggris sampai ikut campur. Ketakutan Hitler itu ternyata bukan tanpa dasar. Terbukti, Inggris benar-benar menurunkan 62,612 orang di Yunani hingga akhir April 1941. Jika saja Jerman tidak bertindak cepat kala itu, Yunani dapat menjadi batu pijakan sekutu untuk kembali merebut Eropa lewat jalur selatan.

Jerman mengerahkan 630,000 orang dan 1,200 tank ke Yunani untuk merebut negara itu sebelum sempat diperkuat lebih jauh oleh Sekutu. Akibatnya, operasi Barbarossa-pun yang bertujuan menyerbu Soviet harus tertunda 3 bulan lamanya, dari April sampai Juli 1941. Mungkin anda bertanya, apa pengaruhnya sebuah operasi militer yang tertunda 3 bulan? Untuk situasi di tanah Rusia, waktu 3 bulan adalah segalanya.

Continue reading →