Bagaimana Jika Jepang Tidak Menyerang Pearl Harbour di Tahun 1941

Kita semua tahu bahwa pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pasifik. Pangkalan yang terkenal dengan nama Pearl Harbour ini menjadi titik dimana Amerika Serikat yang kala itu lebih memilih menjauhkan diri dari konflik Eropa, akhirnya memilih untuk menceburkan diri di dalam peperangan paling berdarah di dalam sejarah. Sebuah keputusan yang kelak merubah negara yang tadinya kalut dalam krisis ekonomi, menjadi kekuatan nomor satu di dunia.

Pearl Harbour

Namun bagaimana jika Jepang tidak mempunyai keinginan untuk menyerang Amerika? Apakah negara Amerika itu juga akan tetap ikut dalam kancah peperangan melawan kekuatan Axis? Dan apakah Jepang juga akan menelan kekalahan seperti yang terjadi di tahun 1945?

Berikut merupakan beberapa skenario yang mungkin dapat terjadi. Meskipun skenario ini bukanlah sebuah studi ilmiah, namun beberapa saya ambil dari literatur, simulasi perang dengan RTS, dan mungkin sedikit imajinasi.

Pertama, Amerika masih tetap akan berperang. Publik Amerika memang menolak keras keikutsertaan mereka dalam kancah Perang Eropa, namun seiring berjalannya waktu, Amerika akan tetap terjun ke perang itu. Seperti apa yang terjadi pada Perang Dunia Pertama. Dalam tahun 1940 – 1941 saja, ratusan ribu ton peralatan perang dikirim dari Amerika ke Inggris dengan convoy armada. Convoy ini berpotensi akan menyulut api peperangan karena U-boat tidak akan segan-segan untuk menghajar iring-iringan kapal yang memang menjadi sasaran tembak mereka.

Continue reading →