Renungan Untuk Masa Depan

Dalam sebuah malam yang sepi dan dingin
Diriku terdiam di dalam renungan yang mendalam
Kehilangan arah akan harapan dan masa depan
Ketakutan dengan kesalahan yang mengiang di masa lampau

Kesalahan yang jauh terbentang di masa lalu
Yang sepi sunyi penuh dengan derita
Merasakan kelelahan mendalam dalam duka yang parau
Yang tak akan selesai dalam renungan tak punya ujung

Harapan akan datang dengan sendirinya
Namun harapan itu dibalut waktu dan kesunyian yang tak berada
Melihat masa-masa di masa mendatang
Sebuah dunia yang jauh dari harap dan tangan relung

Continue reading →

Kesalahan dan Penyesalan

Dahulu aku begitu menggaguminya
Merasa bahwa dia adlah satu-satunya yang mampu aku capai
Dia mengisi hari-hariku dengan angan
Seakan tak ada lagi hal serupa di dunia

Aku mencoba untuk terus menggapainya
Mencapai angan yang terus menerus tak kusampai
Kucoba untuk bersabar di dalam harapan
Namun bodoh dan sesal semakin mencekik leherku

Hari demi hari kulalui, bulan demi bulan terlewat begitu saja
Hatiku masih saja ceria di dalam duka
Mencari sebuah penantian yang tak kunjung kudapatkan
Aku hanya dapat diam dalam sepi

Terkadang aku ingin berteriak
“Diaam!” atau meneriaki sang maha kuasa di langit
Namun aku tahu bahwa aku tak pantas
Aku hanya manusia biasa yang penuh dengan salah

Salah dan sesal menanti raga fikirku
Menjadi tali-temali menghancurkan visiku
Aku dapat menjadi manusia berbeda jika aku mau
Namun aku telah terlalu jauh untuk kembali

(Anindita Saktiaji 30/12/2012)