Menuju Manusia Yang Menciptakan Bumi Baru

Sejak kecil, saya sering mendengarkan cerita tentang penjelajahan-penjelahan manusia di planet lain. Film-film seperti Star Trek, Star Wars, Macross, dan masih banyak lagi telah mungkin memenuhi imajinasi masa kecil saya, dan barangkali ribuan atau bahkan jutaan anak lain di dunia ini. Saya sempat bertanya-tanya, bukankah perjalanan ke planet lain itu adalah sebuah hal yang mungkin dilakukan, jadi mengapa manusia belum juga mendarat di Mars? Atau membuat koloni di Bulan?

marsone2025

Seiring perjalanan waktu, saya menyadari bahwa mendaratkan manusia ke planet lain itu adalah sebuah misi yang luar biasa sulit. Bahkan, pendaratan manusia ke bulan pun itu menanggung banyak resiko. Umat manusia barangkali tidak akan sudi menanggung resiko sebesar itu jika saja tidak ada persaingan di dalam Perang Dingin antara USA dan USSR.

Namun ke depan, manusia perlahan-lahan sadar bahwa menggantungkan hidup hanya kepada satu planet saja itu tidaklah bijaksana. Bumi merupakan planet yang indah dan begitu nyaman untuk ditinggali, namun Bumi juga mempunyai banyak potensi untuk meluluhlantakan seluruh isi penghuninya.

Continue reading →

Mengapa Teori Konyol Seperti Flat Earth Mudah Menyebar

Teori Flat Earth sedang hangat-hangatnya dibicarakan di Indonesia. Penyebabnya adalah sebuah diskusi di forum dunia maya dan video-video di youtube. Argumen-argumen dilontarkan dan teori umum yang menyatakan bahwa bumi itu bulat dibantah mentah-mentah. Para penganut teori itu mengatakan bahwa apa yang mereka yakini adalah fakta ilmiah. Walaupun mereka harus berhadapan dengan orang-orang dengan kecerdasan paling tinggi di dunia dan teori fisik yang telah matang. Mengapa mereka begitu militan dan kukuh memegang bahwa teori yang mereka yakini itu valid?

Flat Earth Map

Berkebalikan dengan para penganut flat earth, manusia telah lama percaya bahwa bumi itu bulat. Pernyataan bahwa Colombus diawal penjelajahan Amerika yang menentang ratu Isabela dengan kepercayaan bumi datarnya adalah sebuah omong kosong belaka. Manusia pada waktu itu sudah percaya bahwa bumi itu bukanlah seperti lempengan perisai. Yang menjadi perdebatan adalah, berapa besar bumi itu sebenarnya. Bahkan beberapa ilmuwan di belahan bumi lain seperti Arab, India, dan China sudah membangun model tata surya dengan keterbatasan pengamatan dan penemuan mereka masing-masing.

Memang terdapat beberapa filusuf Yunani kuno yang percaya bahwa bumi itu datar. Namun seiring dengan perjalanan waktu, pandangan dan penemuan membuat pemikiran masyarakat Yunani kuno berubah. Phytagoras misalnya disebutkan dalam beberapa tulisan bahwa ia percaya bumi itu bulat. Beberapa artifak bahkan menunjukan kalau ia mengukur tingkat kelengkungan bumi dan diameternya.

Continue reading →

Apakah Penjelajahan Luar Angkasa Sudah Berhenti?

Ketika misi Apollo 11 mendarat di bulan pada 1969, sambutan meriah dari seantero dunia membahana. Misi itu seolah menjadi sebuah tonggak bersejarah, titik dimana manusia akan menjelajahi alam semesta, seperti yang mereka impi-impikan di dalam buku fiksi maupun non-fiksi. Namun, puluhan tahun kemudian, kita tidak hanya meninggalkan misi ke bulan, akan tetapi juga meninggalkan misi pengiriman manusia ke tempat lain yang lebih jauh dari orbit bumi.

Luar Angkasa Bulan

Keputusan mendadak itu membuat para skeptik mulai berfikiran bahwa pendaratan di bulan adalah sebuah hoax semata. Mereka dibuat sengaja untuk mengelabuhi publik dan pihak lawan, yang kala itu adalah blok timur, untuk mengakui superioritas jelajah angkasa luar sekutu. Tapi tentu saja teori ini hanyalah sebatas kata-kata. Bukti penjelajahan misi di bulan sangatlah banyak, dan memang misi itu bukanlah sebuah hal yang mustahil di kala itu. Lalu mengapa, kita tidak lagi mengirim manusia ke bulan?

Pengiriman manusia ke bulan sangatlah berbahaya dan memakan banyak biaya. Jika tidak ada counterpart dari Soviet, barangkali Amerika Serikat tidak akan pernah mengirimkan Apollo ke sana. Lebih untung mengirimkan satelit-satelit ke seantero orbit bumi dan menggunakannya untuk kepentingan komunikasi dan militer.

Continue reading →

Apa Yang Salah Dengan Teori Evolusi?

Teori evolusi barangkali adalah teori yang paling banyak diperdebatkan sepanjang sejarah ilmu pengetahuan. Teori itu benar-benar memecah kepercayaan orang menjadi dua kubu. Creationist atau orang ang percaya bahwa makhluk hidup diciptakan seperti apa adanya sekarang dan kubu evolutionist, yang percaya bahwa makhluk hidup itu berkembang karena evolusi.

Evolution Universe

Di sekolah-sekolah Indonesia, Teori Evolusi diajarkan degan sangat hati-hati. Guru memberikan materi tentang evolusi ini dengan cara amat sederhana. Baik itu di dalam biologi maupun di dalam sejarah. Seorang yang pernah mengenyam bangku pendidikan di sini, pasti merasa tidak tuntas tentang teori itu. Ada sesuatu yang mengganjal, ada sesuatu yang salah.

Agama masih memainkan perang penting di Indonesia, baik dari segi moral maupun dari segi keagamaan. Dan nilai itu pula ikut mempengaruhi pendidikan. Di barat, pendidikan dan agama seolah menjadi dua hal yang berbeda, namun di Indonesia, pendidikan dan agama adalah sebuah kesatuan. Jika ada pendidikan yang menyalahi aturan keagamaan atau setidaknya menyinggungnya, maka materi-materi yang ada di dalam pendidikan haruslah diubah. Salah satunya adalah yang terkait dengan dengan Teori Evolusi.

Jadi ya, teori evolusi memang dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang Indonesia. Apalagi jargon utama yang sering di denggung-denggungkan orang “Manusia adalah keturunan dari kera”, menjadi semacam senjata utama bagi penentang teori tersebut untuk terus mempengaruhi pendapat orang lain. Apakah pernyataan itu salah?

Continue reading →

Masa Depan Manusia vs Artificial Intelligence

Artificial Intelligence atau sering disebut AI mendapatkan banyak perhatian dewasa ini. Otomatisasi berbagai macam peralatan penunjang kehidupan manusia memang tidak terhindarkan. Dari mulai mobil, kereta, hingga alat-alat produksi di industri. Sekarang bukan lagi era manusia membuat alat, namun alat yang dapat membuat alat. Atau mungkin di masa depan, alat yang dapat mereproduksi dirinya sendiri.

Artificial Intelligence

Bagi sebagian manusia, Artificial Intelligence memberikan rasa takut. Ada kekhawatiran jika AI suatu saat akan menggantikan manusia dalam berbagai segi kehidupan. Awalnya, mungkin hanya pekerjaan-pekerjaan kasar yang membutuhkan tenaga besar. Lalu AI menggantikan peran manusia di pabrik-pabrik, hingga dewasa ini sudah diujicoba taksi yang menggunakan sistem AI. Tidak menutup kemungkinan jika di masa depan, AI dapat menggantikan tenaga manusia di bidang pendidikan, bantuan hukum, militer, akuntan, bahkan pekerja IT dan pemerintah.

Mengerikan bukan? Ya, tapi tergantung dari kebijaksanaan manusia dalam mengelola Artificial Intelligence itu sendiri. Jika kita salah dari awal tentang skema mau bagaimana dan mau kemana laju AI diarahkan. Maka tentu saja setelah itu, konsekuensi yang dihasilkan akan secara otomatis kita rasakan.

01. AI Akan Menghancurkan Manusia

Salah satu hal yang paling menakutkan bagi manusia tentang Artificial Intelligence adalah, bahwa AI suatu saat akan mampu menyaingi manusia. Di dalam film, novel, komik, dan fiksi ilmiah lainnya, sering kali digambarkan bahwa AI akan menghancurkan sang penciptanya sendiri. Entah itu dengan cara brutal seperti perang, maupun perlahan-lahan menggangtikan peran manusia di berbagai bidang.

Continue reading →