IT – Antara Kebutuhan dan Kerapuhan Data

Teknologi Informasi adalah sebuah kemajuan manusia yang tidak dapat terelakkan. Ia membantu, mempermudah, mempercepat, memanjakan dan melancarkan kehidupan manusia yang begitu rumit. Sebuah mahakarya bersama-sama yang indah, tak ternilai harganya. Teknologi Informasi seakan-akan mempersatu dunia, menjembatani jarak yang tidak mungkin terjangkau di masa lalu, dan mempersingkat waktu yang dahulu tidaklah mungkin. Singkat kata, Teknologi Infomasi telah membuka dan mendobrak batas-batas kehidupan manusia.

Internet Data

Manusia adalah makhluk yang hidup dengan berkomunikasi, ada yang berkata bahwa dengan komunikasi itulah manusia telah menjadi manusia. Kita hanyalah makhluk individu yang tak mampu berbuat apa-apa jika tanpa orang lain. Karena itulah kita akan menjadi sebuah entitas besar dalam sebuah penggelompokan masyarakat dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai. Dan semua itu hanya dapat dicapai ketika manusia saling berkomunikasi satu sama lain.

Ribuan tahun yang lalu, manusia menciptakan berbagai kemampuan komunikasi mereka. Awalnya dengan suara-suara ringan dan sederhana, kemudian beberapa kata diciptakan entah dengan kesengajaan maupun tidak. Dari bahasa kemudian menjadi tulisan-tulisan, awanya manusia memahatnya di batu, dan batang-batang papiruspun dirajut menjadi lembaran-lembaran kertas yang tak ternilai harganya.

Rekaman-rekaman kehidupan manusia sejak ribuan tahun yang lalu dapat kita ketahui sekarang ini berkat peninggalan-peninggalan nenek moyang kita di batu, perkamen, tulang, kertas, bambu dan banyak lagi guratan-guratan sisa. Cerita dari mulut ke mulut, dari keturunan ke keturunan dan dari ayah ke anak juga menjadi sebuah ingatan tentang bagaimana nenek kakek moyang kita menggembalakan kambing, berburu ikan atau melawan harimau.

Kemajuan membawa manusia ke era teknologi yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Penemuan telegram adalah sebuah tonggak tak ternilai, kemduan menyusul telepon kawat, dan hingga kini, teknologi terdepan yang pernah diketahui manusia, internet.

Kita dapat menyebut seluruh kesatuan teknologi itu sebagai, teknologi informasi. Teknologi informasi atau IT adalah sebuah hal pokok yang lazim manusia dengar di tahun-tahun belakangan. Jurusan IT di perguruan tinggi membludak peminatnya, dan juga lulusan-lulusan IT banyak sekali dicari orang. Apa yang sebenarnya membuat IT begitu dikagumi dan dipuja-puja, apakah itu adalah sebuah mahakarya luar biasa yang kan tak pernah lekang?

Continue reading →

Review (Buku) : Holy War – Perang Suci (Karen Armstrong)

Buku Holy War, atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Perang Suci adalahsebuah buku kritik sejarah yang ditulis oleh Karen Armstrong. Beliau adalah seorang pemerhati sejarah terutama sejarah keagamaan. Buku ini menitik beratkan kepada sejarah Perang Salib yang tidak saja melibatkan Agama Islam dan Kristen, namun juga agama pendahulunya yaitu Yahudi. Di sana ia mencoba membuka fakta-fakta, bukan dari salah satu sudut pandang agama saja melainkan dari ketiga sudut pandang agama sekaligus. Berikutnya, ia mencoba untuk menelusuri akar permasalahan Perang Salib yang tersisa hingga hari ini.

Holy War

Perang Salib adalah sebuah babakan sejarah yang unik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, perang tidak lagi dilandaskan pada ambisi kekuasaan dan hegemoni suatu bangsa tertentu. Perang ini melandaskan pada ajaran agama, yang dipegang teguh oleh masing-masing pihak. Perang yang berlandaskan agama, dalam kasus tertentu menjadi jauh lebih mematikan dari beberapa perang-perang jenis lain. Perang jenis seperti ini tidak lagi memperebutkan emas, budak maupun kedudukan. Perang ini memperebutkan tempat, satu tiket untuk masuk ke surga.

Menurut Keren Armstrong, Paus Urban II adalah sosok manusia yang ia nilai paling mempunyai tanggung jawab di dalam meletusnya Perang Salib. Ia yang menyatakan bahwa kaum Nasrani harus menempuh perjalanan ke Timur untuk membebaskan Kota Suci Yerussalem dari tangan penakluk Muslim. Mereka mengklaim bahwa tanah suci, tempat di mana Yesus disalib merupakan tanah keramat yang harus dilindungi dan dibebaskan dari kaum kafir.

Continue reading →

8 Hal Dari Otak Manusia Yang Perlu Diketahui

Otak adalah motor daya pikir bagi makhluk hidup, khusus untuk manusia, otak mempunyai peranan yang jauh lebih sentral dibandingkan dengan hewan. Daya pikir otak telah mewarnai perjalanan panjang peradaban kita. Membawa kita dari surga, tempat dimana semua terasa nyaman dan tenang, menuju realitas dunia yang sesungguhnya, dimana kita harus bertahan hidup dengan membunuh hewan lain, meramu, bercocok tanam, hingga peradaban modern seperti sekarang ini.

Brain

Ada banyak sekali aspek otak yang mungkin tidak pernah kita ketahui sebelumnya, beberapa hal unik sekaligus mencenggangkan. Berikut 8 buah kemampuan otak yang perlu kita ketahui:

1. Otak mempunyai kurang lebih 1 trilliun neuron/sel otak

Kemampuan berpikir manusia kemungkinan erat sekali hubungannya dengan jumlah sel yang dimiliki olehnya.  Jumlah sel neuron otak manusia mencapai angka 1 trilliun. Bayangkan saja, seekor lebah hanya mempunyai rata-rata 7000 neuron di kepalanya. Jumlah tersebut merupakan jumlah rata-rata sel otak manusia pada umumnya, jadi ada manusia yang mungkin mempunyai jumlah sel otak yang lebih dari 1 trilliun, maupun sebaliknya. Selisih jumlah itu sebenarnya tidak terlalu berarti banyak.

2. Otak = Perpustakaan

Otak manusia memang tidak ada batasnya, akan tetapi beberapa ilmuwan berpendapat, ia tetap mempunyai batasan tertentu ketika digunakan, terutama dalam masalah mengingat. Jika diibaratkan dengan perpustakaan, maka otak manusia belum akan penuh, jika seluruh informasi buku yang ada di perpustakaan Oxford di Inggris dimasukan ke dalam kepala. Hanya saja, hingga saat ini belum ada manusia yang benar-benar mampu membuktikan teori tersebut.

Continue reading →

Fasisme Sebagai Perwujudan Nasionalisme dan Patriotisme

Di dalam mata pelajaran yang kita peroleh semasa sekolah, kita pasti ingat betul bahwa nasionalisme adalah wajib hukumnya bagi setiap warga negara Indonesia, begitu juga dengan semangat patriotisme bangsa, namun semangat patriotisme dan nasionalisme yang membara adalah sebuah obor penyemangat diri, terkadang terbias oleh istilah dan waktu. Fasisme sebagai perwujudan dari semangat nasionalisme dan patriotisme di antara sanubari setiap warga negara telah dibiaskan menjadi sebuah bentuk ekstrimisme yang terlarang. Kita tahu bahwa fasisme membawa dunia ke dalam konflik paling berdarah yang pernah ada. Perang Dunia Ke 2 yang berlangsung enam tahun lamanya telah merenggut jutaan nyawa di dunia, membakar habis kota-kota besar dan menjadikan dunia ini menjadi wajah yang sekarang ini. Namun bukan berarti bahwa fasisme, yang kalah dalam perang itu, tidak pernah membawa kesejahteraan, kelayakan hidup, pencerahan dan kebahagiaan dalam hidup rakyatnya. Jerman di era 1930an dan 1940an adalah contoh nyata dari semangat fasisme dan sebuah prototipe blue print yang menarik.

Fasis

Jerman yang dilanda krisis berkepanjangan setelah melewati Perang Dunia Pertama (1914-1918) atau yang kita sebut sebagai The Great War, mencapai puncaknya pada dekade tahun 1930an. Harga-harga melambung sampai batas yang tidak dapat ditoleransi. Inflasi membumbung hingga ke angkasa dimana uang mulai dicetak dengan besaran yang luar biasa, awalnya seribuan, ratusan ribu, jutaan bahkan milyaran mark per lembar. Nazi yang datang dengan semangat fasisme membawa perubahan dalam negara itu. Suatu hal perlu dilakukan dengan cepat, dan itulah yang dilakukan oleh Nazi. Mereka membabat birokrasi yang bertele-tele, memberangus demokrasi yang penuh dengan korupsi dan melakukan reformasi pada sendi kehidupan ekonomi. Dalam Mein Kampf Hitler mengutarakan bahwa negara harus memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kegiatan ekonomi dan kekuatan ekonomi itu akan tumbuh dengan cepat di negara yang damai, stabil dan kuat itu.

Fasisme atau di Jerman dikenal dengan Nazi (Nasional Sosialisme) bukan berarti membatasi kegiatan ekonomi rakyatnya atau membuat ekonomi berpusat kepada negara. Nazi mempunyai pemikiran bahwa biarkan politik diatur secara totaliter dan terpusat, namun ekonomi akan dijalankan seluas-luasnya oleh rakyat. Biarkan rakyat yang mengembangkan ekonomi dan biarkan rakyat yang memperkuat ekonomi. Dan dari situlah negara akan memperoleh keuntungan dari kegiatan ekonomi, jual beli, dan pajak. Merek-merek besar Jerman dibesarkan di masa-masa itu. Kita mengenal VolksWagen, Messerschimdt, Mauser, Rheinmetal, Siemens, MAN, Opel, Benz bahkan Porsche. Mereka adalah bayi-bayi yang dibesarkan semasa pemerintahan otoriter.

Dari sebuah negara yang bangkrut dan jatuh di jurang terdalam, Jerman di masa-masa 1930an dengan dukungan Nazi telah menjadi negara dengan kekuatan industri terkuat di dunia. Sebuah kekuatan yang bahkan tidak dapat dibayangkan sepuluh tahun sebelumnya. Transformasi yang hanya berjalan kurang dari 3 tahun (1933-1936) telah menjadikan Jerman kembali menjadi sentral kekuatan di Eropa Tengah dan menjadi negara yang dihormati di Eropa. Sebuah kesuksesan yang tentu tidak mudah untuk diraih. Bahkan oleh negara-negara kuat seperti Amerika Serikat yang juga jatuh dalam resesi ekonomi tahun 1930 (Amerika baru bangkit pada 1941).

Kecepatan dalam pembangunan ekonomi juga merupakan faktor penunjang utama dalam kemajuan Jerman di tahun 1930an. Kecepatan itu hanya bisa diperoleh dengan memotong birokrasi yang tidak perlu, membuang peraturan yang tidak perlu dan mengisinya dengan keputusan yang lebih pasti. Sebuah negara yang jatuh dalam keterpurukan ekonomi yang teramat sangat, membutuhkan sebuah stimulus yang tepat jika tidak mau larut dalam keterpurukan. Pembangunan penunjang kegiatan ekonomi seperti infrastruktur, iklim usaha yang baik, kepastian hukum dan sinergi dengan pemerintah adalah mutlak. Namun yang lebih penting lagi adalah pembangunan ekonomi berlandaskan asas kebangsaan dimana ekonomi dibangun dari sebesar-besarnya akar bangsa sendiri, kekuatan bangsa sendiri, sumber daya bangsa sendiri dan dinikmati oleh bangsa sendiri.

Continue reading →

Orang Indonesia Malas Jalan Kaki?

Pernahkah anda naik motor untuk membeli barang di toserba yang jaraknya tidak lebih dari 500m? Atau ke rumah tetangga yang hanya berjarak sekian gang juga dengan menggunakan sepeda motor? Jika ya, berarti anda termasuk di dalam jutaan manusia Indonesia yang terserang penyakit malas jalan. Jalan sebenarnya penting dan berguna bagi kesehatan tubuh, dengan berjalan kaki 30 – 45 menit sehari saja resiko penyakit jantung dan stroke akan turun hingga 50%.

Shibuya

Kemalasan orang Indonesia untuk berjalan kaki sebenarnya bukan 100% kesalahan dari Individu itu sendiri. Lingkungan dan policy membuat kita secara tidak sadar merubah pola hidup yang sebenarnya baik. Berikut adalah beberapa rangkuman yang menurut pengamatan saya adalah alasan-alasan orang Indonesia malas untuk berjalan kaki:

Panas – Indonesia adalah negara tropis yang sangat amat panas di siang hari. Sehingga orang menjadi malas untuk berpergian di bawah sinar matahari yang terik atau mereka memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi yang bebas dari hawa menyengat. Sebenarnya masalah ini dapat diatasi dengan memberikan ruang yang cukup untuk penghijauan. Seperti yang dapat kita lihat di negara tetangga kita Singapura. Pinggir2 jalan utama ditanami pepohonan yang cukup dan taman sehingga panasnya udara kota di siang hari tidak terlalu terasa.

Trotoar yang buruk – Trotoar di Indonesia sebagian besar hanya berfungsi sebagai penutup got! Ya, penutup got. Bentuknya kecil dan seringkali bau sekali. Sangat tidak manusiawi untuk digunakan para pejalan kaki. Lubang ada di sana-sini, membuat orang harus melompat-lompat seperti main Mario Bros. Trotoar rusak ini bahkan menjadi fenomena mainstream di jalanan pusat ibukota negara. Saya sendiri bekerja di daerah Surdirman dan di sana trotoar bolong ada di mana-mana. Sebenarnya masalah ini sangat memalukan, menggingat banyak sekali ekspat yang juga menggunakan fasilitas itu.

Continue reading →