Cara Membuat Blog Tetap Hidup

Merawat blog itu gampang-gampang susah. Sebuah blog yang baik bukanlah blog yang memberikan artikel super rumit yang tidak bisa dipahami setiap orang. Blog lebih bertujuan sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran kita se-simple mungkin kepada para pembaca. Jadi, bahasanya juga tidak perlu terlalu formal seperti koran atau majalah.

BLOG on speech bubble price labels

Nah, untuk membuat blog tetep menarik untuk dikunjugi, saya sendiri mempunyai beberapa pedoman untuk diikuti. Pedoman ini untuk sementara hanyalah pendapat pribadi, namun saya harap pedoman-pedoman ini juga dapat berguna bagi para pembaca sekalian.

Pertama, cobalah untuk mempunyai target menulis setiap bulan. Target, seperti halnya di dunia “sales” atau dagang, perlu ada untuk memacu seseorang untuk meraih sesuatu. Begitu juga dalam dunia per-blog-an. Target diperlukan agar penulis tidak terlalu terlena dengan waktu. Tidak perlu mempunyai target yang terlalu tinggi. Untuk sebuah blog pribadi, dua sampai tiga artikel tiap bulan saja sudah baik.

Kedua, tulislah ide anda selagi masih segar. Ide terkadang datangnya seperti wahyu (atau jalangkung). Datang tak diundang dan pulang tidak diantar. Selagi anda mempunyai ide yang sekiranya fresh dan baik, tulislah! Atau setidaknya buat note untuk menuliskan garis besar pemikiran anda. Ingatlah bahwa ide itu terkadang tidak akan lagi datang atau lenyap dalam tumpukan memori.

Continue reading →

Sebuah Game dan Fantasi

Permainan atau yang sekarang sering kita sebut dengan game, sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Bidak-bidak catur dari kayu, batu, atau tulang yang diukir telah ditemukan di seantero peradaban dunia. Selain catur, banyak sekali permainan-permainan jenis lain yang diketemukan seperti kartu, boneka, ataupun miniatur-miniatur.

Chess Anindita

Dengan datangnya dunia digital, game naik ke sebuah level yang jauh lebih tinggi. Mulai dari bentuk tetris hitam putih hingga sekarang muncul simulasi-simulasi 3D yang indah. Berlatar belakang pembangunan kota, first person shooting, simulasi perang jaman romawi, hingga membangun sebuah keluarga. Bisa dikatakan, hampir tidak ada aturan baku lagi dalam membuat dan bahkan memainkan sebuah game. Jika ketika kita bermain catur, maka ada aturan bidak prajurit hanya bisa maju satu langkah atau kuda yang lompat dengan bentuk L. Tapi di game modern, tiap game mempunyai aturan yang sangat berbeda antara satu dengan yang lain.

Banyak sekali orang yang menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya untuk bermain game. Beberapa diantaranya melakukan untuk sekedar mencari hiburan atau melepas penat. Namun tidak jarang yang bermain game demi muaskan fantasinya.

Continue reading →

Sebuah Kebebasan di Dalam Kehidupan

Kebebasan di dalam lingkup kehidupan pastilah mempunyai definisi, batasan, dan konsekuensinya masing-masing. Kebebasan itu pula di satu tempat dengan tempat yang lain mempunyai perbedaan yang terkadang sangat ekstrim. Perbedaan demi perbedaan itu disebabkan oleh banyak sekali faktor, mulai dari budaya hingga agama yang dianut oleh masing-masing penduduk suatu tempat. Di satu tempat, orang boleh mempunyai pendapatnya masing-masing dan menjalankan kehidupannya secara bebas berdasarkan kesadarannya secara penuh. Di tempat lainnya, orang hanya boleh patuh dan tunduk pada otoritas tertentu, mereka sama sekali tidak mempunyai kebebasan memilih jalan hidup atau menentukan masa depan yang harus ditempuhnya.

freedom

Dari sekian banyak kebebasan kita dapat memilahnya menjadi tiga bagian. Pembagian ini memang tidak didasarkan dari sudut pandang ilmu tertentu, namun murni dari pendapat saya yang mungkin butuh revisi kedepannya. Beberapa kebebasan tersebut antara lain: kebebasan bertindak, kebebasan bersuara, dan kebebasan berfikir (freedom of act, freedom of speech, freedom of thought). Semua mempunyai koridor dan batas mereka masing-masing.

Kebebasan bertindak adalah kebebasan yang mempunyai lingkup paling luas. Jika seseorang bebas untuk bertindak, maka ia secara otomatis akan mempunyai kebebasan untuk bersuara apalagi berfikir. Negara-negara yang telah memperbolehkan rakyatnya untuk mempunyai kebebasan bertindak adalah sebuah negara yang dewasa. Disebut dewasa karena orang-orang di negara tersebut pastilah mempunyai kesadaran bahwa kebebasan bertindak mereka pastilah mempunyai keterbatasan, dan keterbatasan itu adalah hak orang lain untuk bertindak pula.

Continue reading →

Diktator di dalam Demokrasi

Indonesia sedang dilanda euforia demokrasi, setiap orang ingin menyatakan pendapatnya dan pemikirannya. Terkadang setiap orang mengganggap bahwa pandangan dan pendiriannya adalah jauh lebih benar daripada orang lain. Setiap hari, kita dapat melihat perang pendapat di berbagai media. Satu pihak menyalahkan pihak lain, dan pihak lain pun menyatakan hal yang sama.

Diktator Demokrasi

Dalam situasi hiruk pikuk politik, banyak orang yang  berkata, “Enak ya, di jaman orde baru. Orang ndak sembarangan ngomong. Harga-harga murah, dan tata tertib jalan.” atau bahkan ada yang membuat meme guyonan dengan gambar Pak Harto bertuliskan “piye, enak jamanku to?”

Manusia pada umumnya lebih memilih untuk hidup dalam ketenangan dan kepastian. Meskipun mungkin di dalam kepastian dan ketenangan itu tidak banyak tantangan yang dapat diambil untuk menaikan taraf hidupnya. Di jaman orde baru, dengan penghasilan yang minim sekalipun, orang dapat makan dengan layak. Agak lain halnya dengan apa yang kita hadapi sekarang ini. Uang seribupun tidak laku untuk sekedar kencing di toilet.

Orang awam memang menilai segala sesuatu dengan lugu. Masa demokrasi sekarang memungkinkan orang untuk menyampaikan pemikiran dan pendapat secara bebas. Tanpa perlu untuk takut akan opresi. Tanpa perlu takut akan tekanan. Namun, tidak semua orang butuh menyampaikan pemikiran mereka, tidak semua orang butuh menyampaikan pendapat. Semua orang butuh untuk mengisi perut mereka.

GDP Indonesia menurut IMF di tahun 2013 mencapai $9635, menempati urutan ke 101 dari 187 negara. Masih belum cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa negara tetangga. Brunei dan Singapore misalnya masuk ke dalam 10 besar, sedangkan Malaysia berada di dalam urutan 50. Urutan ke 101 dari 187 negara bukanlah sebuah pencapaian yang mengenaskan. Akan tetapi, dengan kekayaan alam Indonesia yang berlimpah, negara ini seharusnya dapat sedikit mencapai tempat yang lebih baik.

Continue reading →

Ketika Teknologi dan Manusia Tidak Ada Lagi Pembatas

Manusia menciptakan teknologi untuk mempermudah kehidupannya. Kita menciptakan kapak untuk mempermudah berburu binantang, membela diri dan memotongi pohon (untuk dijadikan hunian, senjata, maupun bahan bakar). Kita menemukan api dan menyebarkannya untuk dari sekedar mempermudah penglihatan kita di malam hari hingga membantu kita dalam memasak makanan secara lebih baik dan lebih sehat. Kita menciptakan masyarakat, adat, dan (hingga dalam batasan tertentu) agama untuk mendefinisikan tingkah laku yang benar atau buruk. Seluruh ciptaan manusia selama ini mempunyai ciri yang sama, kita lahir tanpanya dan kemudian mati juga tanpanya. Namun, baru-baru ini ada sebuah diskusi menarik yang menyatakan bahwa, bagaimana jika kita bisa mati dengan membawa teknologi?

anindita-saktiaji-human-technology

Tentu saja, mati membawa teknologi itu bukan berarti kita membawa laptop kita ke alam baka, dimana kita bisa bermain game online di sana atau chatting dengan teman dan sahabat kita yang (barangkali) masih hidup. Mati membawa teknologi lebih diartikan dengan mentransfer kehidupan kita ke dalam bentuk digital. Dimana setiap momen, ingatan, rasa, keputusan, pemikiran, dan anggapan akan diubah ke dalam bentuk data. Singkat kata, kita merubah fisik tubuh menjadi sebuah objek biner yang dapat ditransfer, disebarluaskan, diperbanyak, dan juga disimpan untuk kebutuhan di masa mendatang.

Selama ribuan tahun, manusia meninggalkan jejak pemikirannya dengan tulisan yang ia buat di batu, bambu, ataupun kertas. Beberapa dasawarsa ini, orang barangkali dapat pula meninggalkan jejaknya pemikirannya dalam bentuk digital. Lewat tulisan-tulisan yang ia post di mikro blog, blog, jurnal, group, mailing list maupun website. Keseluruhan ide diatas meskipun medianya berbeda, namun tetap mempunyai ciri yang sama. Orang yang telah meninggalkan tulisan itu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Lalu bagaimana jika kita bisa menemukan cara untuk membuat pemikiran manusia itu ada selama-lamanya.

Continue reading →