Militer Indonesia Peringkat 12 Dunia? Tunggu Dulu!

Situs globalfirepower.com baru saja merilis data yang menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan ke 12 dari 126 dunia terkait kekuatan militer yang ia miliki. Tentu saja, data ini adalah sebuah kabar gembira bagi saya pribadi. Peremajaan militer selam kurang lebih sepuluh tahun telah mulai membuahkan hasil. Militer Indonesia yang tadinya kurang diperhitungkan, kini menempati 20 bersar dunia. Sebuah prestasi yang tentu saja membanggakan.

Indonesia Military PowerNamun, semakin saya mempelajari data yang disajikan oleh globalfirepower, saya menemukan ada beberapa faktor penting yang ditinggalkan. Saya mungkin bukan pengamat militer profesional, tapi saya mencoba menyebutkan beberapa faktor penting militer yang krusial yang saya rangkum dari berbagai sumber (dan mungkin sedikit ke-sok tahu-an saya :D). Berikut beberapa daftar faktor penentu kekuatan militer yang tidak disebutkan oleh GFP:

Faktor yang paling diperhitungkan namun tidak termasuk di dalam pertimbangan adalah, kekuatan nuklir. Di dalam halaman homepage, gfp menyebutkan secara lugas bahwa kemampuan nuklir sebuah negara tidak diperhitungkan. Padahal dalam kenyataannya, kekuatan nuklir sebuah negara pastilah sangat menentukan.

Banyak kasus dimana nuklir masuk menjadi kalkulasi sebuah negara. Jepang misalnya harus bertekuk lutut kepada USA setelah dua bom atom dijatuhkan. Dan perang dingin harus terjadi bertahun-tahun lamanya karena Soviet dan USA sama-sama menumpuk pucuk2 senjata atomnya sehingga membuat dunia ngeri. Sekarang, Iran menjadi momok Israel karena disinyalir mereka mampu melakukan pengayaan uranium. Belum lagi Korea Utara yang mampu mempertahankan status quo-nya karena mereka masih mempunyai arsenal nuklir.

Continue reading →

German Tanks Stand No Chance Against Advanced Russian Tanks

This is not my original post, but since i love reading about military news and Indonesia currently purchased lot of Leopard Tanks, I’d like to share it in my blog.

Leopard vs ArmataArmata (Pic 1 above and 2 below) vs Leopard (Pic 2 above and 1 below)

German Tanks Stand No Chance Against Advanced Russian Tanks – The German Armed Forces in its current state would not be capable of repelling a hypothetical attack by Russian tanks, the German media outlet Focus reported.

Armata Vs Leopard 2: Germany’s Main Battle Tank Could Be in Trouble

According to the article, although the Bundeswehr has some of the best tanks in the world in service, their combat system is ageing and not that effective.

Actual tank projectiles of the German military are incapable of producing enough kinetic energy to hit the armor of Russia’s modern T-90 and updated T-80 machines, Focus explained.

Currently, Russia is implementing a modernization program for its tanks. The armor and weapons of T-90 tanks have been heavily upgraded since they entered service back in the 1990s. In 2017, the state-of-the-art Armata tank is scheduled to join the Russian military.

Due to a reform of its military Germany has reduced the number of Leopard-2 tanks in service to 225.

However, with the Ukrainian crisis sparking concerns in the West, German Defense Minister Ursula von der Leyen ordered to buy back 100 Leopard-2 tanks for €22 million, which were to be recycled. As a result, the total number of Leopards in the Bundeswehr reached 328.

According to German military analyst Hans Ruhle, the build-up of Germany’s armored forces is pointless as the combat system of the Leopard-2 is ineffective.

In order to increase combat effectiveness, tank shells with depleted uranium are required, the expert pointed out. However, politically this is unacceptable.

Armata: New Secrets of Russia’s ‘Future Tank’ Unveiled
Most German operational tanks are of the A-6 and A-5 series. Some 100 Leopard-2 tanks are of the A-4 series. The Leopard-2 has been in production since 1979, and has been modernized several times. According to Focus, in 2017 Germany is expected to modernize tank ammunition which will exclusively involve the A-7, the latest version of the tank. Currently, Germany has only 20 tanks of the series in operation.

Original news: sputniknews.com

Continue reading →

T 34 Monster Dari Timur

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pelopor dari gerak pasukan mobile dan lapis baja dengan mengutamakan kedinamisan, gerak cepat dan fire power adalah Jerman dengan Jendral Heinz Guderian, akan tetapi, seiring berjalannya waktu, ketangguhan dan superioritas divisi-divisi panzer Jerman mulai tersaingi, bukan oleh kualitas saingannya, namun karena kuantitasnya.

T 34 Dengan Meriam 76mm

 

T 34 Dengan Meriam 76mm

Serangan Jerman terhadap Uni Soviet di pertengahan tahun 1941 seolah-olah tak terhentikan. Gerak maju divisi-divisi Jerman yang dipadukan dengan gerak tentara lapis bajanya sungguh mencengangkan dunia. Bahkan dengan pertahanan yang didukung lebih dari 20.000 tank lapis bajanya, Soviet tidak mampu berbuat banyak. Itu karena kemampuan tempur dari tank-tank Soviet yang tidak baik. Serta kualitasnya yang dibuat dengan cara seadanya. Membuat tank yang berjumlah ribuan tersebut terbantai sia-sia di medan pertempuran di awal perang.

T 34 adalah Jawaban dari Soviet atas serangan invasi Jerman yang membabi buta dengan divisi-divisi panzernya. Tidak seperti tank-tank Jerman yang biasanya rumit untuk dibuat. T 34 merusak semua gaya ortodoks Jerman dengan meninggalkan prinsip-prinsip itu. Tank tersebut dibuat sangat simpel terutama untuk memenuhi kebutuhan tank Soviet yang mendesak, karena dari hari ke hari, keadaan front mereka semakin memburuk.

Continue reading →