Teroris dan Agama

Insiden bom di Sarinah, Thamrin rasanya masih membekas erat di ingatan kita. Teroris mencoba meledakan bom di sebuah gerai kopi yang berpusat di Amerika Serikat. ISIS disinyalir menjadi dalang utama pemboman ini, sebuah upaya untuk menunjukan taring di negeri yang telah aman dari serangan bom selama kurang lebih enam tahun. Mengapa ISIS mencoba menunjukan kekuatannya lewat teror? Dan mengapa selalu ada kelompok ekstrimis yang melandasi dirinya dengan dalil agama?

Peace Religion

Di hampir setiap agama, selalu ada sekelompok orang yang mengganggap dirinya paling benar diantara lainnya. Mereka mengganggap bahwa kelompok mereka adalah yang paling layak untuk berdiri di muka bumi. Sedangkan kelompok lainnya salah, dan harus dimusnahkan. Esklusivisme semacam ini yang mendorong mereka untuk berbuat secara ekstrim dan radikal. Kegiatan ekstrim dan radikal semacam inilah yang membuat seseorang atau sekelompok orang nekat untuk berbuat anarkis atau bahkan terorisme.

Beberapa waktu setelah insiden bom oleh teroris di Sarinah, beredar sebuah selogan bahwa teroris itu tidak beragama. Slogan ini bertujuan untuk mendiskreditkan pelaku teroris sebagai orang yang tak mempunyai adab dan norma agama. Namun, dalam hemat saya, pernyataan seperti ini saya kira tidak pada tempatnya. Orang yang tidak beragama bukan berarti orang tersebut tidak mempunyai moral.

Continue reading →