5 Kelemahan Blitzkrieg Jerman

Blitzkrieg atau taktik perang kilat digadang-gadang sebagai sebuah strategi revolusioner yang dihasilkan Jerman pada babakan awal Perang Dunia ke 2. Taktik ini dianggap sebagai sebuah tonggak sejarah, di mana perang sebelumnya yang mengandalkan tenaga manusia digantikan oleh tenaga mesin.

Blitzkrieg Blitzkrieg Jermanjuga dianggap merevolusi jalannya perang yang dahulu lama dan berlarut-larut, menjadi perang yang cepat dan mobile. Cara perang yang baru ini digunakan untuk menghindari perang parit yang statis seperti yang terjadi pada Perang Dunia 1 di sepanjang front barat.  Taktik perang yang dianggap terlalu memakan banyak korban dan tidak inovatif. Hitler yang pada Perang Dunia 1 berperang di dalam parit agaknya merasa jijik dengan strategi itu.

Dengan berbagai keunggulan diatas, muncul pertanyaan, mengapa Blitzkrieg yang dilancarkan Jerman akhirnya gagal memenangkan Perang Dunia ke 2? Apa yang salah dengan taktik tersebut?

Berikut kami mencoba untuk menguraikan 5 titik kelemahan dari Blitzkrieg yang dilancarkan Jerman selama Perang Dunia ke 2:

1. Membutuhkan Minyak Yang Banyak

Kendaraan bermotor pada umumnya membutuhkan minyak agar ia dapat bergerak. Namun kendaraan bermotor dengan ukuran tonase yang berat membutuhkan lebih banyak minyak lagi. Legiun-legiun panzer Jerman sangatlah haus akan minyak, dan minyak ini tidak dapat diproduksi di dalam negeri Jerman. Ia membutuhkan impor dari negara-negara lain.

Continue reading →

Waffen-SS vs Wehrmacht

Ketika membicarakan tentang NAZI, tentara, dan Perang Dunia 2, orang cenderung untuk menyamaratakan ketiga hal tersebut. Namun pada kenyataannya, simplicity tidak pernah terjadi di dalam sejarah manusia. Hal-hal kompleks selalu ada dan justru di sanalah sejarah itu menarik untuk dipelajari. Khusus untuk tentara, terdapat dua cabang besar angkatan bersenjata Jerman di waktu Perang, Wehrmacht dan Waffen-SS. Keduanya mempunyai peran dan tujuan masing-masing selama perang berlangsung.

Propaganda Jerman

Pertama, kita akan membahas tentang Wehrmacht, Wehrmacht adalah Angkatan Bersenjata Jerman dari Perang Dunia 1 usai hingga Perang Dunia 2. Orang cenderung salah mengartikan bahwa Wehrmacht adalah Angkatan Darat, padahal ia adalah tubuh utama angkatan bersenjata Jerman di kala itu yang dipimpin oleh OKW (Ober Komando Der Werhmacht).

Wehrmacht terdiri dari tiga bagian besar: Heer (Angkatan Darat), Luftwaffe (Angkatan Udara), dan Kriegsmarine (Angkatan Laut). Dari ketiga angkatan perang itu, Heer lah yang paling tua dan paling konservatif.

Heer dibentuk  secara resmi pada tahun 1935, namun sejarahnya dapat ditelusuri dari jaman Prussia dan Perang Napoleon. Budaya, cara kepemimpinan, dan pelatihan mereka nyaris tak berubah. Dan boleh dikata, Heer adalah cabang angkatan bersenjata yang paling tidak loyal terhadap Partai NAZI.

Continue reading →

5 Sebab NAZI Jerman Kalah Perang Dunia 2

NAZI Jerman mengalami kekalahan di Perang Dunia 2 setelah 5 tahun peperangan sengit dan berdarah di Eropa. Bagi sebagian besar masyarakat Eropa, kekalahan itu adalah sebuah keberuntungan. Namun bagi sebagian lagi, kekalahan itu menyebabkan mereka harus hidup di bawah rezim Stalinist yang tidak kalah kejamnya dengan NAZI.

Penyerahan Ribuan Tentara Jerman di Dekat Frankfurt Am Rhein (http://www.historynet.com/)
Penyerahan Ribuan Tentara NAZI Jerman di Dekat Frankfurt Am Rhein (http://www.historynet.com/)

Untuk dapat mengalahkan NAZI Jerman, sekutu harus kehilangan jutaan tentaranya, terutama sekali di Front Timur. Namun dengan berbagai susah payah sekutu itu, banyak kalangan yang menyatakan bahwa kekalahan Jerman bukanlah sebuah kejutan. Bahkan kemenangan sekutu sudah dapat diprediksi sejak beberapa tahun sebelum perang itu berakhir. Lalu, apa saja penyebab kekalahan Jerman?

Pertama, Jerman tidak mempunyai rencana yang jelas untuk peperangan jangka panjang. Jerman memang merancang pasukan gerak cepat dengan menggunakan pasukan bermotor dan bantuan udara. Pasukan ini bagus untuk operasi gerak cepat dan memang inilah tujuan para Jendral Jerman termasuk Guderian ketika merancang kesatuan-kesatuannya.

Continue reading →

Lima Panzer Jerman Terbaik Selama Perang Dunia 2

Panzer Jerman merupakan simbol supremasi militer selama Perang Dunia 2. Atau setidaknya bagian awal dari perang panjang itu. Dengan kendaraan lapis baja itu, NAZI mampu mendominasi Eropa dalam waktu yang relatif singkat. Dari medan pertempuran Polandia hingga Perancis Utara. Dari padang pasir Afrika Utara hingga dinginnya Norwegia.

Panzer III - Front RussiaPanther Tank
Tiger Tank RussiaPanzer IV Formation

Dari sekian banyak Panzer yang dioperasikan Jerman, kami mencoba untuk mengambil lima terbaik diantaranya. Urutan yang kami buat ini berdasarkan beberapa referensi yang telah kami baca sebelumnya. Namun tetap saja, urutan yang kami buat tetaplah sebuah opini. Anda boleh saja setuju, boleh saja tidak. Dan berikut, lima panzer terbaik yang dimiliki Jerman selama Perang Dunia ke 2.

05. Panzer III

Panzer III adalah tank pertama Jerman yang benar-benar di desain untuk melakukan tank-to-tank combat. Panzer Jerman ini sangat ditakuti di babakan awal Perang Dunia ke 2 karena kecepatan dan daya gempurnya yang kuat. Namun sayang sekali, aksinya di Polandia dan Perancis terbatas oleh jumlahnya yang masih minim.

Panzer III - Panzer Jerman

Panzer III masih digunakan luas oleh Jerman hingga pertempuran di front Afrika Utara dan babakan awal Barbarossa. Namun ketika dihadapkan pada tank-tank seketu seperti T-34, Panzer III tidak mempunyai kekuatan daya gempur yang cukup. Karena itu Jerman lebih memilih untuk meng-upgrade Panzer IV yang mempunyai lapis baja lebih kuat dan meriam yang jauh lebih heat lagi.

Continue reading →

Apakah Pertempuran Stalingrad itu Penting?

Stalingrad di-glorifikasikan sebagai sebuah pertempuran paling penting sepanjang Perang Dunia ke 2. Ia lebih penting dari Pendaratan Normandy, kemenangan sekutu di Afrika Utara, maupun di daratan Italia. Dari Stalingrad, Jerman tidak mampu lagi melakukan inisiatif ofensive di Eropa Timur. Sebaliknya, sekutu justru menyerang dari berbagai posisi. Jerman terukurung, dan kehabisan tenaga manusianya. Optimisme Wehrmacht maupun SS untuk memenangkan perang perlahan-lahan mulai pupus.

Infantry StalingradPanzer Stalingrad

Mengapa Hitler harus bersusah payah untuk menyerang Stalingrad? Dan bukannya memusatkan konsentrasinya ke Moskow atau Leningrad yang dari tahun 1941 sudah berada di depan pandangan mata mereka? Merebut kedua kota tersebut tentu akan meruntuhkan moral tentara merah dan membuat Soviet berada di ujung tanduk.

Red Army Stalingrad

Jika Hitler mencoba menyerang Moskow di tengah tahun 1941, kemungkinan mereka mampu untuk mendapatkannya dengan cukup mudah. Waktu itu pertahanan Ibukota Soviet belumlah kuat, dan pasukan merah kocar-kacir karena kaget akan Blitzkrieg Jerman. Namun Sang Fuhrer justru lebih memilih Ukraina, dengan ladang gandumnya yang luas.

“Ekonomi Perang lebih penting.” Kata Fuhrer waktu itu. Maka selamatlah Moskow, dan untuk merebutnya kembali akan menjadi tugas yang sangat sulit. Di musim dingin tahun 1941, Soviet sudah berbenah, dan tentara Merah mencoba mengkoordinasikan kembali pasukannya yang nyaris hancur lebur. Pasukan Siberia didatangkan, dan  kamerad-kamerad baru direkrut.

Continue reading →