Waffen-SS vs Wehrmacht

Ketika membicarakan tentang NAZI, tentara, dan Perang Dunia 2, orang cenderung untuk menyamaratakan ketiga hal tersebut. Namun pada kenyataannya, simplicity tidak pernah terjadi di dalam sejarah manusia. Hal-hal kompleks selalu ada dan justru di sanalah sejarah itu menarik untuk dipelajari. Khusus untuk tentara, terdapat dua cabang besar angkatan bersenjata Jerman di waktu Perang, Wehrmacht dan Waffen-SS. Keduanya mempunyai peran dan tujuan masing-masing selama perang berlangsung.

Propaganda Jerman

Pertama, kita akan membahas tentang Wehrmacht, Wehrmacht adalah Angkatan Bersenjata Jerman dari Perang Dunia 1 usai hingga Perang Dunia 2. Orang cenderung salah mengartikan bahwa Wehrmacht adalah Angkatan Darat, padahal ia adalah tubuh utama angkatan bersenjata Jerman di kala itu yang dipimpin oleh OKW (Ober Komando Der Werhmacht).

Wehrmacht terdiri dari tiga bagian besar: Heer (Angkatan Darat), Luftwaffe (Angkatan Udara), dan Kriegsmarine (Angkatan Laut). Dari ketiga angkatan perang itu, Heer lah yang paling tua dan paling konservatif.

Heer dibentuk  secara resmi pada tahun 1935, namun sejarahnya dapat ditelusuri dari jaman Prussia dan Perang Napoleon. Budaya, cara kepemimpinan, dan pelatihan mereka nyaris tak berubah. Dan boleh dikata, Heer adalah cabang angkatan bersenjata yang paling tidak loyal terhadap Partai NAZI.

Di dalam Heer-lah orang seperti Stauffenberg atau Ludwig Beck muncul. Perlawanan dan resistansi terhadap rezim Hitler justru berawal dari dalam angkatan bersenjata ia sendiri. Hal tersebut tidak terlepas dari prinsip-prinsip Prussia dari tentara Jerman lama. Loyal terhadap pimpinan dan negara, namun tetap kritis terhadap kebijakan mereka. Seiring dengan itu, jago-jago strateg Perang Dunia 2 terhebat justru juga muncul dari Heer, sebut saja Guderian, Manstein, atau Rommel.

Kriegsmarine adalah angkatan laut Jerman yang  dibentuk pada tahun 1935 untuk menggantikan Kaiserliche Marine atau angkatan laut imperial Jerman yang dibubarkan setelah Perang Dunia 1. Salah satu komandan yang paling terkenal adalah Erich Raeder. Seorang visioner yang nantinya melahirkan kapal-kapal hebat seperti Bissmarck dan Tripitz. Dua kapal tipe Battleship terbesar di dunia kala itu.

Namun seiring berjalannya perang, nama lain muncul dan berjaya di tubuh Kriegsmarine. Ia adalah Karl Doenitz dengan angkatan kapal selamnya yang ditakuti. Di babakan awal perang, kapal selam Jerman yang disebut U-boat sempat membuat Inggris hampir bertekuk lutut tanpa perlu adanya invasi darat secara langsung ke negara kepulauan itu. Ratusan kapal dagang dan militer Inggris dikirim ke dasar laut oleh torpedo-torpedo u-boat. Sebuah angka yang mencenggangkan mengingat Jerman memulai perang hanya dengan 54 kapal selam kecil saja.

Perlu digaris bawahi bahwa Karl Doenitz adalah seorang simpatisan NAZI yang kental. Saking dekatnya dengan Hitler sehingga di akhir perang, Hitler (dengan sangat mengejutkan) menunjuknya sebagai pengganti Fuhrer (pemimpin Jerman). Bukan Himmler atau Goering yang notabene sudah jauh hari disiapkan sebagai pengganti Hitler. Untung saja, tidak sampai sebulan kemudian Jerman sudah bertekuk lutut. Jika tidak, pastilah terjadi perang saudara yang dahsyat di tubuh Jerman sendiri.

Luftwaffe adalah angkatan udara Jerman dari 1933 hingga 1945, ia barangkali adalah angkatan bersenjata yang paling unik di dalam tubuh Wehrmacht. Ia secara personal dibentuk dan dibesarkan oleh Hermann Goering, seorang ace (pilot kawakan) di Perang Dunia 1. Ia adalah salah satu simpatisan awal Partai NAZI dan teman dekat Hitler selama masa susahnya. Dari sinilah kita menjadi sulit untuk menentukan, lebih loyal kemanakah Luftwaffe, ke Hitler, NAZI, atau ke pindirinya Goering?

Diawal perang, Luftwaffe dan Heer dapat bekerja sama dengan baik. Kerjasama itulah yang kemudian memunculkan istilah Blitzkrieg atau perang kilat. Kombinasi serangan angkatan darat yang dimotori oleh Panzer dan infantri beroda, dibantu dengan serbuan pembom jarak jauh dan dekat dari Luftwaffe.

Namun kerjasama Luftwaffe dan Heer tidaklah mulus setiap saat. Sebut saja peristiwa Dunkirk dimana Goering secara personal meminta kepada Hitler untuk menghentikan serangan angkatan darat ke kota di ujung Perancis Utara itu. Membiarkan 300 ribu pasukan sekutu yang sudah terkepung mampu menyelamatkan diri ke Inggris. Rumornya, Goering ingin menunjukan kekuatan Luftwaffe yang dengan sendirian mampu mencegah larinya ratusan ribu prajurit sekutu itu ke Inggris. Namun sayang, kekuatan Luftwaffe tidaklah cukup.

Oke kita cukup membahas Wehrmacht, sekarang kita beralih kepada Waffen-SS. Siapa sebenarnya Waffen-SS itu dan apa tugasnya?

Waffen-SS adalah paramiliter Partai NAZI yang dipersenjatai dan dibentuk secara struktur militer. Ia mempunyai kepangkatan dari yang paling tinggi SS-Oberst-Gruppenführer und Generaloberst der Waffen-SS atau Kolonel Jendral hingga SS-Schütze atau soldat (mungkin tamtama jika di Indonesia). Waffen-SS awalnya merupakan SS (schutzstaffel) yang fungsi utamanya adalah pengawal pribadi petinggi partai NSDAP/NAZI. SS ini menggantikan fungsi dari SA (Sturmabteilung) yang dibubarkan pada 1934. Mengapa dan bagaimna SA dibubarkan akan menjadi topik tersendiri di posting yang akan datang.

Nah, mengapa Waffen-SS harus dibentuk? Waffen sendiri artinya bersenjata, bisa dibilang Waffen-SS adalah angkatan bersenjata Partai NAZI. Ia sudah bukan lagi berfungsi sebagai pengawal pribadi dari para petinggi Partai itu, meskipun SS sendiri tidak dibubarkan. Pemimpin SS (dan juga Waffen-SS) adalah Heinrich Himmler, ia orang ketiga di partai NAZI setelah Hitler dan Goering. Visinya membentuk Waffen-SS adalah menciptakan sebuah mesin perang yang loyal dan radikal sesuai dengan doktrin NAZI. Hal ini seiring dengan yang sudah kita sebutkan diatas, bahwa Heer (angkatan darat Jerman) ternyata cukup imune terhadap doktrin-doktrin NAZI-isme. Jika memungkinkan, suatu saat nanti Waffen-SS akan menggantikan Heer atau bahkan Wehrmacht sebagai inti dari pasukan Jerman.

Perpecahan Wehrmacht dan Waffen-SS semakin meruncing setelah gagalnya operasi Valkyrie yang dilakukan oleh Kolonel Staufenberg pada 20 Juli 1944. Mungkin anda pernah melihatnya di film Valkyrie yang dibintangi oleh Tom Cruise. Hitler semakin membatasi gerak Jendral-jendral angkatan daratnya, sedangkan Waffen-SS diberikan banyak prioritas senjata dan pasokan logistik. Mungkin jika Perang Dunia berlangung 2 tahun lebih lama saja, kita bakal melihat adanya perpecahan diantara kedua kubu militer yang saling berseberangan itu di dalam tubuh Jerman sendiri.

Memang, dua angkatan bersenjata di dalam sebuah negara tidaklah ideal, dia akan menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Di Jerman, beberapa operasi seperti pencegahan majunya gerak sekutu pasca D-Day dan juga nantinya pertempuran Bulge membuktikan bahwa dua angkatan perang ini tidaklah mampu untuk bekerja sama dengan baik.

Leave a Reply