Review Game: Imperator Rome

Imperator Rome adalah salah satu game terbaru produksi Paradox Interactive. Game ini mempunyai basis yang kurang lebih sama dengan Europa Universalis, Victoria, Crusader King, dan Hearts of Iron. Artinya, game ini mempunyai dasar sebagai game Grand Strategy dimana pemain memainkan karakter dalam level negara.

Imperator Rome

Antusiasme komunitas gamers terutama gamers strategi sangat tinggi ketika pengumuman diluncurkan. Secara kasat mata, game ini mempunyai kedekatan dengan Europa Universalis, hanya dengan skala yang lebih besar, serta mengambil interaksi karakter dari Crusader Kings. Paradox mencoba menggabungkan beberapa aspek istimewa dari game-game yang pernah mereka release.

World Map Imperator Rome

Hanya saja, dalam beberapa waktu setelah release, rating game ini merosot tajam. Game yang digadang akan menjadi semacam refreshment bagi penggemar game strategi ini ternyata mendapatkan rating yang jauh dari harapan. Imperator Rome hanya mendapatkan nilai 5 dari 10, meskipun di metacritic dan IGN masing-masing mendapatkan rating 79% dan 8/10.

Mengapa Imperator Rome bisa jatuh di steam?

Continue reading →

Apakah Jerman Mampu Menghancurkan Inggris di Tahun 1940

Battle of Britain yang berlangsung dari Juli hingga Oktober 1940 dianggap sebagai salah satu kekalahan telak Jerman pertama di Perang Dunia 2. Operasi pengeboman Inggris oleh Luftwaffe berakhir dengan rontoknya supremasi udara Jerman. Dan mulai saat itu, kekuatan Jerman tidak pernah lagi menjadi full dominan di teater barat.

Implikasi dari gagalnya Battle of Britain sangat panjang. Jerman menunda operasi militer mereka ke Inggris. Dan serangkaian operasi militer lain Jerman luncurkan untuk memperlemah pertahanan negara kepulauan itu. Kampanye di Afrika Utara untuk merebut terusan Suez dan Kampanye laut atlantik oleh U-boat adalah dua contoh diantaranya. Seperti kita tahu, kedua operasi itu gagal.

Lalu, apakaha sejarah akan berubah jika Jerman melanjutkan operasi mereka di Inggris?

Continue reading →

Dualisme Strategi Militer Jepang di Perang Dunia 2

Bagi Jepang, Perang Dunia 2 dimulai jauh lebih awal daripada di barat. Invasi Jepang ke China di tahun 1937 yang terkenal dengan Marco Polo Bridge Incident menjadi titik awal perjalanan panjang militer negeri matahari terbit itu untuk mendominasi Asia. Sebuah perjalanan yang akan memakan jutaan nyawa baik militer maupun penduduk sipil. Konflik yang bahkan memakan jauh lebih banyak korban dibandingkan dengan pertempuran-pertempuran di Eropa.

Pertempuran dengan China diawali dengan kesuksesan yang cukup meyakinkan. Jepang dapat merebut kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan bahkan ibukota China Nasionalis di Nanking. Kekejaman Jepang di kota tersebut akan ditulis di dalam sejarah sebagai “The Rape of Nanking” atau “Nanking Massacre”. Dimana ratusan ribu penduduk kota Nanking terbunuh (atau dibunuh secara sistematis) dan ribuan wanita diperkosa oleh tentara Jepang.

Kejatuhan Nanking di tahun 1938 di atas kertas seperti menjadi titik akhir perjuangan China. Mereka seperti kehilangan taring untuk (bahkan sekedar) melindungi ibukotanya dengan perlawanan berarti. Kekuatan militer China, terutama China Nasionalis pimpinan Chiang Kai Shek sepertinya sudah berada di ambang kehancuran.

Continue reading →

1984 dan Totalitarianisme

Dalam novelnya 1984, George Ormwell menceritakan sebuah alternatif sejarah yang cukup menarik untuk dibahas. Sebuah dunia dimana Perang Dunia 1 tidak pernah benar-benar berakhir. Alih-alih terjadi perdamaian seperti yang ada di dunia kita. Negara-negara di dunia Ormwell justru saling melebur menjadi 3 negara besar, Oceania, Eurasia, dan Eastasia.

Ketiga negara besar dunia nyaris mempunyai kekuatan yang seimbang baik dari segi kekuatan manusia maupun sumber daya alam. Perang diantara ketiga negara tersebut terjadi secara konstan. Namun tak ada pertempuran yang benar-benar memberikan dampak signfigikan. Bebeberapa pertempuran bahkan dilakukan di zona-zona netral. Jawa misalnya digambarkan sebagai sebuah tempat yang terus berpindah tangan. Kadang berada di bawah kekuasaan Eastasia, terkadang berada di bawah kekuasaan Oceania.

Pertempuran antara ketiga negara besar itu dilakukan secara “setengah hati”. Tidak ada pertempuran yang benar-benar “decisive”. Tidak ada juga pertempuran yang bertujuan menghancurkan secara menyeluruh pihak lawan seperti pertempuran-pertempuran di Perang Dunia 1 atau Perang Dunia 2. Tidak ada juga pertempuran yang bertujuan menguasai wilayah pihak lawan secara permanen. Yang ada hanyalah pertempuran-pertempuran yang dilakukan seadanya. Satu wilayah direbut untuk waktu tertentu, dan kemudian wilayah itu direbut oleh pihak lawan di kesempatan lain.

Continue reading →

Mitos Russia Yang Tak Terkalahkan

Russia adalah sebuah negara yang selalu berada di dalam kancah politik dan pertempuran Eropa. Bagi tetangga sesama negara Eropa, Russia selalu berada dalam posisi yang rumit. Ia dianggap sebagai sebuah momok tersendiri baik secara geografis maupun secara manpower. Sebuah negara tak bisa dikatakan mendominasi Eropa tanpa sebelumnya mampu menaklukan atau setidaknya beraliansi dengan negara itu.

Lukisan Kehidupan Pada Masa Kievan Rus

Selama berabad-abad, Kievan Rus bertransformasi dari sebuah Principality kecil yang memberi upeti kepada Mongol, menjadi sebuah kekuatan besar yang tak dapat dianggap enteng. Mereka berhasil menaklukan bangsa-bangsa nomaden, yang sebelumnya notabene tak mampu tertaklukan oleh dinasti-dinasti Timur. Kekaisaran China selalu mempunyai mimpi untuk menaklukan bangsa2 pengelana itu. Namun justru merekalah yang lebih sering takluk dalam keganasan tentara berkuda yang tak terbendung. Dalam usaha keputus-asaan, dinasti demi dinasti China mencoba membangun benteng pertahanan yang terus menerus disempurnakan. Sebuah tembok yang kita kenal sebagai The Great Wall of China.

Penaklukan demi penaklukan yang Russia lakukan ke arah Siberia bukanlah sebuah ekspedisi militer yang mudah. Dan dengan kekuatan manusia mereka yang terus bertambah, seolah mereka menjadi kekuatan tak terkalahkan. Tetangga mereka di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia Tengah merasa Russia menjadi ancaman yang nyata. Dan tak sedikit pertempuran atara kekuatan baru Russia dengan Kekaisaran seperti Ottoman dan Kerajaan-kerajaan Asia Tengah berakhir dengan kekalahan tragis bagi lawan Russia.

Continue reading →