Sekilas Tentang Pertempuran Dunkirk

Pertempuran Dunkirk (26 Mei – 6 Juni 1940) barangkali menjadi salah satu pertempuran paling unik sepanjang Perang Dunia 2. Sekitar 400,000 pasukan sekutu yang sudah terkepung dan terdesak di kota Dunkirk, dibiarkan lolos oleh Hitler. Padahal di sekitar kota itu Army Group B yang dipimpin Jenderal legendaris Jerman, Von Rundstedt, sudah siap untuk menerjang. Di dalam Army Group B juga terdapat Panzergrouppe von Kleist yang dikomandoi Edwal von Kleist. Salah satu Panzergrouppe terbaik Jerman di kala itu.

Tumpukan Pasukan Sekutu (Kebanyakan Inggris) Menunggu Proses Evakuasi
Pertempuran Dunkirk – Pasukan Sekutu Berbaris Untuk Evakuasi dengan Kapal

Alasan mengapa Hitler membiarkan pasukan sekutu lolos dari kepungan Dunkirk masih menjadi misteri sampai sekarang. Setidaknya terdapat tiga kemungkinan yang sekarang mencuat ke permukaan. Pertama, Hitler disinyalir sangat berhati-hati terhadap etnis Flanders yang ada di sekitar Dunkirk. Etnis ini masih mempunyai kedekatan darah dengan Jerman dan ia kemungkinan tidak ingin menumpahkan darah mereka. Kemungkinan ini memang bisa saja terjadi, namun bukti memang tidak terlalu kuat. Lagipula, pemboman yang nantinya dilakukan oleh Luftwaffe menewaskan setidaknya 1,000 orang penduduk sekitar Dunkirk. Dan pemboman ini akan membawa kita kepada kemungkinan yang kedua.

Continue reading →

Analisa Strategi Blitzkrieg di Perancis dan Soviet

Blitzkrieg barangkali adalah strategi perang paling kontroversial sepanjang Perang Dunia 2. Ia memadukan antara kombinasi kecepatan pasukan bermotor, kekuatan hantam panzer, dan serangan udara untuk menembus garis pertahanan musuh. Strategi ini muncul sebagai sebuah jawaban atas perang parit (trench warfare) yang terjadi pada 1914 – 1918 di Perancis. Perang statik yang memakan banyak korban itu nyaris tidak mempunyai garis depan yang berubah selama bertahun-tahun. Membuat moral pasukan luntur, banyak korban jatuh akibat non-kombatan seperti penyakit dan kondisi kejiwaan, dan juga yang terpenting, tidak membuat pertempuran menghasilkan sebuah Decisive Victory.

Parade Kemenangan Jerman di Perancis Tahun 1940

Seperti pernah saya tulis sebelumnya, Blitzkrieg sendiri sebenarnya bukan istilah resmi dari angkatan perang Jerman/Wehrmacht dalam menamakan strateginya. Jendral Heinz Guderian (atau yang pada tahun 1930 masih berpangkat Mayor) yang digadang-gadang sebagai Bapak Panzer Jerman misalnya lebih sering menggunakan istilah Armoured Spearhead, atau Bewegungskrieg (manouver warfare) dalam menjelaskan strategi yang ia gunakan selama Perang Dunia 2. Tapi ya sudahlah, beberapa istilah dalam pertempuran memang disematkan setelah pertempuran itu sendiri berakhir. “Perang Dunia 1” misalnya, istilah tersebut baru muncul seusai Perang Dunia 2 berakhir. Sebelumnya istilah seperti The Great War atau Weltkrieg (Perang Dunia) lebih sering digunakan.

Kembali lagi ke Blitzkrieg, dunia dibuat terperangah ketika Jerman menghancur leburkan Polandia pada September 1939 hanya dalam hitungan minggu. Sebagai komparasi, perang serupa misalnya di Asia antara Jepang vs China yang sudah berlangsung selama 2 tahun tidak begitu menghasilkan kemajuan front yang signifikan. Namun nasib Polandia memang apes. Ia dihimpit dua raksasa superpower Eropa yaitu Jerman dan Soviet. Dan keduanya berkonspirasi untuk kembali melenyapkan negara yang baru berumur tidak lebih dari 30 tahun itu. Dua negara dengan dua ideologi bertolak belakang itu sementara menghentikan iri dengki diantara keduanya. Kesepakatan Molotov-Ribentrop ditandatangani untuk membagi Polandia menjadi dua. Barat untuk Hitler sedangkan timur untuk Stalin. Lucunya, Inggris dan Perancis tidak mendeklarasikan perang kepada Soviet ketika negara itu ikut mencaplok Polandia, hanya Jerman saja yang menjadi incaran mereka.

Continue reading →

5 Sebab NAZI Jerman Kalah Perang Dunia 2

NAZI Jerman mengalami kekalahan di Perang Dunia 2 setelah 5 tahun peperangan sengit dan berdarah di Eropa. Bagi sebagian besar masyarakat Eropa, kekalahan itu adalah sebuah keberuntungan. Namun bagi sebagian lagi, kekalahan itu menyebabkan mereka harus hidup di bawah rezim Stalinist yang tidak kalah kejamnya dengan NAZI.

Penyerahan Ribuan Tentara Jerman di Dekat Frankfurt Am Rhein (http://www.historynet.com/)
Penyerahan Ribuan Tentara NAZI Jerman di Dekat Frankfurt Am Rhein (http://www.historynet.com/)

Untuk dapat mengalahkan NAZI Jerman, sekutu harus kehilangan jutaan tentaranya, terutama sekali di Front Timur. Namun dengan berbagai susah payah sekutu itu, banyak kalangan yang menyatakan bahwa kekalahan Jerman bukanlah sebuah kejutan. Bahkan kemenangan sekutu sudah dapat diprediksi sejak beberapa tahun sebelum perang itu berakhir. Lalu, apa saja penyebab kekalahan Jerman?

Pertama, Jerman tidak mempunyai rencana yang jelas untuk peperangan jangka panjang. Jerman memang merancang pasukan gerak cepat dengan menggunakan pasukan bermotor dan bantuan udara. Pasukan ini bagus untuk operasi gerak cepat dan memang inilah tujuan para Jendral Jerman termasuk Guderian ketika merancang kesatuan-kesatuannya.

Continue reading →

Apakah Pertempuran Stalingrad itu Penting?

Stalingrad di-glorifikasikan sebagai sebuah pertempuran paling penting sepanjang Perang Dunia ke 2. Ia lebih penting dari Pendaratan Normandy, kemenangan sekutu di Afrika Utara, maupun di daratan Italia. Dari Stalingrad, Jerman tidak mampu lagi melakukan inisiatif ofensive di Eropa Timur. Sebaliknya, sekutu justru menyerang dari berbagai posisi. Jerman terukurung, dan kehabisan tenaga manusianya. Optimisme Wehrmacht maupun SS untuk memenangkan perang perlahan-lahan mulai pupus.

Infantry StalingradPanzer Stalingrad

Mengapa Hitler harus bersusah payah untuk menyerang Stalingrad? Dan bukannya memusatkan konsentrasinya ke Moskow atau Leningrad yang dari tahun 1941 sudah berada di depan pandangan mata mereka? Merebut kedua kota tersebut tentu akan meruntuhkan moral tentara merah dan membuat Soviet berada di ujung tanduk.

Red Army Stalingrad

Jika Hitler mencoba menyerang Moskow di tengah tahun 1941, kemungkinan mereka mampu untuk mendapatkannya dengan cukup mudah. Waktu itu pertahanan Ibukota Soviet belumlah kuat, dan pasukan merah kocar-kacir karena kaget akan Blitzkrieg Jerman. Namun Sang Fuhrer justru lebih memilih Ukraina, dengan ladang gandumnya yang luas.

“Ekonomi Perang lebih penting.” Kata Fuhrer waktu itu. Maka selamatlah Moskow, dan untuk merebutnya kembali akan menjadi tugas yang sangat sulit. Di musim dingin tahun 1941, Soviet sudah berbenah, dan tentara Merah mencoba mengkoordinasikan kembali pasukannya yang nyaris hancur lebur. Pasukan Siberia didatangkan, dan  kamerad-kamerad baru direkrut.

Continue reading →

Jika Pendaratan Sekutu di Normandy Gagal Part 03

Kegagalan Pedaratan Sekutu di Normandy pada 6 Juni 1944 berbuah panjang. Opini publik Amerika menyalahkan kekeras kepalaan Rooselvet yang menyebut ‘Europe First instead of Defeating Japan’ sebagai sebuah blunder yang fatal. “Sudah ada Inggris dan Uni Soviet yang mengurusi Eropa, kita tidak perlu ikut campur.” Kata Ramphsey, seorang pemilik kedai kopi di New York. “Liat akibatnya, 100,000 anak-anak kita tewas di pantai Perancis untuk perang yang sama sekali bukan urusan kita. Kita dendam terhadap Jepang, mereka musuh kita, mereka yang seharusnya kita hancurkan!” Kata Ramphsey sekali lagi sambil mengucurkan air mata. Dua anaknya, John dan Mark tewas di pendaratan Normandy tempo hari.

NAZI Victory Parade After NormandyGerman Rocket V2
German Panther Tank

Dengan semakin banyaknya publik Amerika yang menentang keikutsertaan negaranya di konflik Eropa, Rooselvet memutuskan untuk menarik dua per tiga pasukannya dari Inggris. Sepertiga sisanya adalah angkatan udara, pengebom, dan pasukan non tempur seperti teknisi. Misi-misi pengeboman ke Jerman tetap dilakukan, meskipun sekarang mereka menghadapi lawan yang lebih tangguh lagi. Jet tempur Me-262 sudah dapat beroperasi dengan maksimal, dan pangkalan-pangkalan mereka di Belgia dan Perancis Utara membuat mereka dapat bereaksi cepat menghadang pengebom Inggris dan Amerika mulai lepas landas dari Inggris selatan.

Ada satu ancaman lagi yang sangat berbahaya bagi Inggris. Roket-roket V-1 dan V-2 secara reguler terus membombardir tanah mereka. Roket-roket itu kini akurasinya semakin baik, dan dapat menghajar obyek-obyek vital seperti Pelabuhan, instalasi listrik, pusat-pusat logistik, dan bandar udara. Pada penarikan mundur pasukan sekutu dari Normandy, roket V-1 dan V-2 ikut andil dalam menghajar pusat-pusat konsentrasi pasukan di Inggris selatan. Hanya saja, waktu itu jumlahnya sangat kurang sehingga kerugian bagi sekutu tidak banyak. Pada Juli 1944, kapasitas produksi hingga 2,000 buah per bulannya (di realita kita, produksi maksimal hanya 1100 per bulan).

Continue reading →